
❤️ Happy Reading ❤️
Cklek
"Assalamualaikum.''
''Wa'alaikumsalam.''
''Kami ada di ruang keluarga...kalian langsung kesini saja.''teriak mama Iren yang sedikit membuat Sifa mengernyitkan dahinya.
''Ayo...''ajak Kevin.
Mereka bertiga berjalan ke arah ruang keluarga...lebih tepatnya Kania dan Kevin yang berjalan karena sejak turun dari mobil tadi dia sudah langsung di gendong dan di letakkan di kursi roda oleh Kevin...entahlah Sifa harus merasa bersyukur atau kesal dengan sikap Kevin yang sangat terlalu over seperti ini.
''Selamat datang...''seru semua orang yang ada di ruang keluarga begitu Kania,Kevin dan Sifa memasuki ruang keluarga.
Di sana sudah ada mama Iren,papa Adi,Kemal,Putri dan kedua anak mereka juga ada Kendra dan Mirna plus beberapa para pekerja di rumah Wijaya.
Ruang keluarga di hias serta di beri tulisan ucapan selamat datang juga ucapan selamat pada Sifa serta tak lupa pula sudah tersaji berbagai macam camilan mulai dari cake,cookies,snack,juga minuman.
Hal ini sungguh membuat Sifa menjadi terbaru dan mau tak mau air matanya pun langsung meluncur bebas tak terbendung sama sekali.
''Loh sayang kok nangis?kamu gk suka ya?''tanya mama Iren yang melihat menantunya menangis dan dia pun langsung menghampirinya.
''Enggak kok ma...aku cuma terharu saja.''jawab Sifa dengan suara seraknya.
Mereka lanjutkan dengan mengobrol santai juga bercanda tawa sambil menikmati semua hidangan yang tersedia sedangkan para pekerja juga sedang menikmati camilan yang sama tapi di rumah belakang khusus para pekerja dan semua itu untuk merayakan kepulangan menantu keluarga Wijaya sekaligus merayakan akan hadirnya anggota baru keluarga Wijaya.
*****
''Anak daddy...seneng gak sudah bisa kembali kerumah dan berkumpul dengan yang lainnya juga kakak Kendra.''kata Kevin pada calon si buah hati yang masih ada di perut sang istri.
Posisi saat ini mereka berdua sudah berada di dalam kamar dan Sifa sedang duduk bersandar pada kepala ranjang sedangkan Kevin sedang tidur tengkurap sambil mendekatkan wajahnya di dekat perut sang istri dan dengan tangan melingkar di sana.
''Baik-baik ya anak-anak daddy...jangan nakal dan jangan bikin susah mommy.''kata Kevin lagi.''Kalau kalian mau bikin susah bikin susah daddy saja jangan mommy...dan kalau mau minta apa-apa minta saja ke daddy atau kalau daddy ada di dekat kalian ya...''kata Kevin lagi dan setelahnya dia menciumi perut Sifa berkali-kali.
''Loh sayang kok kamu nangis?''kata Kevin begitu mendongakkan kepalanya melihat sang istri yang sudah meneteskan air mata.
''Aku cuma terharu aja kok mas denger kata-kata kamu tadi.''jawab Sifa.''Ah aku jadi cengeng ya sekarang...''kata Sifa lagi.
''Mungkin efek kehamilan kamu sayang.''sahut Kevin.''Sudah jangan nangis lagi nanti kalau anak-anak kita jadi anak yang cengeng gimana karena mommynya cepet nanggis saat hamil mereka.''lanjutnya.
''Mana ada seperti itu...''kata Sifa namun sudah sedikit terkekeh menanggapi ucapan sang suami tercinta.''Eh mas dulu pas hamil Kendra apa kamu juga kayak gini?''tanya Sifa penasaran yang lansung membuat Kevin merubah posisinya menjadi duduk.
''Enggak.''jawab Kevin singkat.
''Kok gitu bukannya bakal lebih eksaited ya mendengar kehamilan anak pertama?''tanya Sifa lagi.