
❤️ Happy Reading ❤️
Semua anggota keluarga bersuka cita atas kabar kehamilan Sifa ya meskipun ada drama. sedikit yang membuat semua orang khawatir sebelum kabar bahagia ini terdengar.
''Mommy...''rengek Kendra yang baru keluar dari ruang tunggu dengan di gendong oleh Mirna pengasuhnya.
Rengekan Kendra membuat orang langsung menatap ke arah sumber suara.
''Sini sayang sama oma.''sahut mama Iren namun Kendra menggelengkan kepalanya.
''Kalau enggak sini sama nenek.''tawar ibu Dewi namun Kendra lagi-lagi menggelengkan kepalanya.
''Mau sama mommy.''rengeknya.
''Ya sudah sini sayang.''jawab Sifa sambil menyunggingkan senyum manisnya.''Bawa kesini saja mbak...gak apa-apa.''kata Sifa pada pengasuh sang putra yang masih enggan melangkahkan kakinya seolah meminta persetujuan.
Setelah dekat tubuh Kendra langsung di ambil alih oleh sang daddy dan di letakkannya di ranjang yang sama dengan Sifa.
Ranjang yang di tempati oleh Sifa bukan seperti ranjang rumah sakit pada umumnya jadi ranjangnya itu lebih empuk,nyaman dan besar jadi cukup jika di tempati oleh dua orang...ya maklumlah namanya orang kaya apa lagi rumah sakit milik sendiri jadi suka-suka merekalah.
''Jangan banyak bergerak ya jagoan...''peringat Kevin.''Nanti kena selang infus mommy atau kena perut mommy.''jelas Kevin.''Kendra gak maukan kalau sampai mommy dan adek bayi kenapa-napa?''tanya Kevin
''He'em.''jawab Kendra.''Adik bayinya mana?''tanya Kendra.
Sifa lalu memengang tangan kanan Kendra dan menuntunnya...di arahkan serta di letakkannya di perut Sifa.
''Dedek bayinya masih di dalam sini sayang.''jawab Sifa.
''Makanya Kendra gak boleh banyak bergerak takut kena perut mommy yang ada dedek bayinya.''kata Kevin.
''Kakak Kendra seneng gak mau punya adek?''tanya Sifa dengan lembut.
''Kakak?''tanya Kendra.
''Iya kan Kendra sudah mau punya adik jadi Kendra sebentar lagi bakalan jadi kakak...sama seperti Boby juga kak Arka...''kata Sifa.''Gimana seneng gak?''ulang Sifa.
''Seneng mom.''jawab Kendra.
Dengan spontan bocah tampan nan menggemaskan itu mengusap pelan perut sang mommy dengan tangannya lalu di turunkan wajahnya.
Cup
''Adek...ini kakak Kendra.''sapa Kendra setelah mencium perut Sifa.''Jangan nakal ya...nanti kakak Kendra marah.''peringat Kendra.
Dan hal itu membuat semua orang yang ada di sana tergelak.
Tak terasa Sifa meneteskan air matanya...dia merasa senang sekaligus terharu atas prilaku sang putra.
''Iya kakak Kendra.''sahut Sifa yang menirukan suara anak kecil untuk menanggapi celotehan sang putra.''Sini peluk mommy...''kata Sifa yang sudah merentangkan kedua tangannya.
''Kak...aku sama Putri pulang dulu ya...kasihan anak-anak.''pamit Kemal.
''Iya hati-hati ya Mal dan terimakasih ya sudah datang.''ucap Kevin.
''Aku sama Nia juga pamit ya...''pamit Arman.''Ayah sama ibu gimana?''tanya Arman.
''Ibu di sini saja ya...''kata ibu Dewi.
''Ibu pulang saja istirahat...mama papa juga pulang aja biar Kevin yang di sini.''sahut Kevin.
''Kamu gak apa-apa disini sendiri Vin?''tanya mama Iren.
''Iya gak apa-apa ma.''jawab Kevin.
''Beneran?''tanya mama Iren lagi memastikan.
''Iya mama.''jawab Kevin meyakinkan sang mama.
''Ya sudah kalau begitu kami semua pulang dulu ya.''kata mama Iren.
''Ma,Kan...titip Kendra ya...''kata Sifa.
''Siap kak.''sahut Kania.
Mereka semua satu persatu meninggalkan ruang rawat Sifa.
*****
Up banyak hari ini...semoga saja banyak yang memberi like,juga vote,bunga dan kopinya...amin...🙏