
❤️ Happy Reading ❤️
Setelah beberapa saat di periksa akhirnya beberapa dokter serta suster keluar dari ruangan IGD.
Cklek
Begitu pintu terbuka Kevin langsung bergegas mendekat di ikuti oleh anggota keluarga yang lain.
Tak lupa pula tadi Kania sudah menghubungi Kemal dan istrinya memberitahu perihal tentang kakak ipar mereka dan sekarang mereka berdua sedang berada di perjalanan menuju ke rumah sakit.
''Bagaimana keadaan istri saya?''tanya Kevin yang walaupun cemas dan khawatir tapi masih tetap berwibawa.
''Dokter Sifa baik-baik saja pak...hanya saja...''kata dokter yang menangani Sifa.
''Hanya apa?potong Kevin cepat.
''Ehm...mungkin dokter Luna yang akan menjelaskannya.''kata dokter tersebut.
''Kalian jangan main-main sama saya ya...kenapa jadi main lempar seperti itu hanya untuk memberikan sebuah jawaban.''kata Kevin yang sudah merasa sangat khawatir sejak tadi.
''Sabar Vin.''kata mama Iren sambil mengelus punggung Kevin dengan lembut untuk meredamkan emosi putranya sulungnya itu.
''Lanjutkan dok.''perintah papa Adi yang sebenarnya juga sudah tidak sabar ingin mengetahui keadaan sang menantu yang sudah di anggapnya sama seperti putrinya sendiri.
''Dokter Sifa hanya kelelahan dan hal ini di sebabkan karena beliau sedang mengandung...itu perkiraan kami.''jelas Luna.''Untuk lebih bisa memastikannya lagi kita tunggu sampai dokter Sifa siuman jadi kita bisa langsung mengeceknya dengan USG untuk melihat keadaan serta memastikan berapa usia kandungannya.''tutur Luna.''Selamat ya pak...''ucap Luna.
Kevin hanya diam mencerna semua ucapan Luna sedangkan yang lainnya bsudah bersorak bahagia sambil mengucapkan Alhamdulillah.
''Apa tadi yang dia bilang Sifa hamil...''batin Kevin.
''Vin.''panggil mama Iren lirih sambil memegang bahu Kevin pelan karena anaknya hanya diam terpaku.
''I...iya ma.''kata Kevin yang baru tersadar.
''Selamat ya...''kata mama Iren.
''Ma...ini beneran...?''tanya Kevin dan di angguki oleh mama Iren.
''Selamat ya nak...''ucap papa Adi mengelus pundak Kevin yang masih memeluk sang mama.
''Kalau begitu kami permisi pak,bu...nanti dokter Sifa akan langsung di pindahkan ke ruang rawat.''pamit Luna.''Sekali lagi selamat...''ucapnya lagi.
''Terimakasih dok.''balas Kevin dengan mengurai pelukannya.
''Mami...daddy napa?''tanya Kendra yang belum paham dengan apa yang terjadi.
''Coba Kendra sayang tanya sama daddy...''kata Kania dan Kendra pun mengangguk.
''Daddy.''panggil Kendra.
''Iya sayang.''jawab Kevin sambil berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh sang putra.
''Daddy napa?''tanya Kendra.
''Daddy lagi seneng...mommy Kendra sedang hamil...Kendra mau punya adik.''jawab Kevin.
''Adik?''tanya Kendra.
''Iya Kendra mau punya adik seperti Boby juga Kak Arka.''jawab Kevin.
''Beneran dad?''tanya Kendra memastikan.
''He'em.''jawab Kevin sambil menganggukkan kepalanya.''Kendra seneng gak?''tanya Kevin.
''Seneng banget dad.''jawab Kendra.''Hore...hore...Kendra mau punya adik mami...jadi Kendra punya temen...Kendra gak sendiri lagi.''soraknya pada Kania sambil berjingkrak-jingkrak.
''Lebih baik sekarang kamu hubungi mertua kamu Vin...beritahu kalau Sifa ada di sini.''kata papa Adi mengingat.
''Iya pa.''jawab Kevin singkat lalu menghubungi mertuanya tapi dia belum memberi tahu bahwa Sifa sedang mengandung karena Kevin ingin lebih memastikan lagi setelah pemeriksaan USG nanti.
*****
Dari kemarin yang nanyain serta minta Sifa hamil...ni sudah aku kasih...jadi jangan lupa juga kasih aku like,komen,vote serta bunga atau kopinya ya...terimakasih🙏🙏😊❤️