
Aku berjalan menuju halaman dan memang ada seorang yang sedang menunggu ku, dia membelakangiku menghadap pagar rumah ku. Dan ternyata itu adalah....
“David... “ panggil ku.
Dia menoleh dan tersenyum
“Hai, apa kabar nan? “ Sapa David.
Aku langsung memeluknya, “kamu tau aku sangat merindukan mu kenapa lama sekali kamu datang? “ aku mengucapkannya sambil menangis.
“aku juga sangat merindukanmu, aku sudah 3 bulan disini, setiap hari aku selalu mengawasi mu, aku bahkan sudah memberi pelajaran kepada doni dan yang mahasiswa lain yang mengolok-olokkkan mu.
“Jadi kamu yang melakukannya? “ tanyaku.
“Y nan, aku sangat mencintai mu. Aku tidak peduli apa kamu mencintai ku atau tidak yang penting selama kamu disisi ku itu sudah lebih dari cukup buat aku, jadi aku mohon Jangan usir aku lagi nan.. “ sambil menangis David mengatakannya dengan terbatah-batah.
“dasar Bodoh “ejek ku.
“tetaplah disamping ku nan sampai nanti kamu menemukan cinta mu, tidak apa-apa jika kamu tidak menganggap aku ada tapi jangan usir aku lagi ya nan? Aku mohon. Aku akan pergi jika kamu menemukan cinta nantinya “ sambil menangis menundukkan kepalanya.
“David aku mencintaimu, semenjak kamu pergi aku sangat merindukanmu. Maafkan sikap ku yang dulu mengusir mu. Aku sadar kamu sangat aku butuhkan. Jangan pergi lagi y? “pinta ku.
sembari memegang kedua tangan ku David
berkata
"ya nan... aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi"
" aku cinta kamu David" jawabku.
Tanpa berkata apa-apa lagi David memeluk ku, dan berbisik “nan kamu mau jadi pacar ku? “
“iya aku mau” jawabku dengan terharu.
ingin suasana ini berlalu begitu saja.
***
Hari ini kami berangkat kekampus bareng, aku menggandeng tangan David dengan lembut. Semua mahasiswa menatap kami dengan tatapan kagum. Mereka heran bagaimana bisa aku kembali cantik lagi.
Setelah sampai dalam ruangan doni menemuiku
Semua mahasiswa dalam ruangan itu menatap kami
“Ada apa? “tanya ku cuek.
“Nan aku minta maaf soal kemarin. Aku salah, maafin aku nan” jawab doni.
Aku hanya tersenyum.
“Nan kamu mau ga jadi pacar ku? “ tanya doni.
Mendengar itu aku amat geli. Tiba-tiba ada suara yang menjawab
“mana mungkin dia mau sama kamu setelah kamu hina dia” jawab rio.
kami memutar pandangan kami kearah Rio yang berjalan pelan mendekati kami.
“Nan jangan mau sama dia, mending sama ku” lanjut Rio.
Mendengar hal itu hanya tersenyum dan menjawab
“Aku sudah jadian sama David, sama pria yang terus setia bersama ku selama aku sakit, sama pria yang menyemangati ku bukan menghina ku selama aku buruk rupa “
Mendengar hal itu mereka semua terdiam. aku seakan melemparkan pukulan keras kepada mereka. bukan hanya kepada doni dan Rio tetapi kepada mahasiswa lain yang telah menghina ku selama aku sakit. Aku meninggalkan ruangan itu dengan mengangkat wajah layaknya orang sombong. aku bahkan menabrak mahasiswa yang sedang menghalangi jalanku.
***