Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
273.Bab 272


❤️ Happy Reading ❤️


Sifa yang mendengar cerita Kevin,sudah menangis sesenggukan...dia ikut membayangkan bagaimana putranya itu dahulu apalagi di tambah dengan kehidupan mereka yang tak seperti sekarang ini.


''Aku harap kamu bisa mengerti dengan segala sikap aku tadi yang sempat membuatmu bersedih.''kata Kevin selanjutnya.''Selain itu aku juga takut...''lirihnya.


''Takut?''tanya Sifa dengan sedikit mengeryitkan alisnya.


''Iya aku takut kalau dia berniat merebut Kendra dari kita.''kata Kevin sendu.''Dan aku juga gak mau kalau sampai Kendra terluka lagi karena dia...aku gak rela.''katanya lagi.''Walaupun Kendra bukan darah dagingku tapi bagi ku Kendra tetaplah anakku...sama seperti si kembar...dia juga memiliki posisi yang spesial di sini.''tutur Kevin sambil menunjuk dadanya di akhir kalimat yang menandakan bahwa Kendra juga memiliki posisi yang spesial di hatinya.


Setelah itu Kevin terdiam...dia lebih tenang lagi dari pada sebelumnya karena dia sudah berhasil mengeluarkan unek-unek yang ada di hati dan pikirannya...paling tidak itu bisa mengangkat sedikit beban yang dia rasakan.


Merasa sangat lelah...lelah badan terlebih lagi lelah hati dan pikiran membuatnya berbaring dengan berbantalkan paha sang istri.


''Apakah aku boleh bicara mas tentang hal ini mas?''tanya Sifa dengan suara lembutnya dan tak lupa tangan halusnya mengusap-usap kepala sang suami sehingga membuat Kevin lebih rileks dan nyaman.


''He'em.''jawab Kevin.


''Tapi tolong dengarkan dan jangan marah ya.''pinta Sifa lagi.


''Iya.''jawab Kevin.


''Mungkin kita perlu membicarakan dan memberitahu hal ini pada yang lain mas.''kata Sifa yang pertama dengan hati-hati.


''Iya nanti seusai makan makan malam kita akan memberitahu mereka.''sahut Kevin.''Aku juga akan menghubungi Putri,Kemal juga Kania dan Chiko.''sambungnya lagi.


''Iya itu juga lebih baik jadi kita bisa mendengarkan pendapat mereka juga.''sahut Sifa.''Tapi...''kata Sifa lagi.


''Bicaralah sayang...aku akan dengarkan dan aku juga tak akan marah jadi kamu tak perlu ragu untuk berbicara.''kata Kevin yang mengetahui keraguan sang istri.''Kamu adalah istriku jadi kamu juga berhak berpendapat dan mengeluarkan suara.''sambungnya.


''Kita juga butuh bertemu dengan ibu kandungnya Kendra...paling tidak kita akan tahu maksud kehadirannya yang muncul sekarang.''sarannya.


''Aku gak mau.''sahut Kevin dengan cepat.


''Kenapa?apa segitu tidak bisa move on nya kamu sampai kamu tak mau bertemu kembali dengannya.''cerca Sifa.


''Move on?jangan ngada-ngada deh sayang.''sanggah Kevin.''Aku masih terlalu kecawa dan emosi bila bertemu dengannya.''katanya lagi memberi alasan.


''Kalau kamu gak mau ketemu dan berbicara dengannya...maka kita tak akan tau apa tujuannya.''kata Sifa.''Dan satu lagi hanya orang yang belum move on dari mantan yang tak mau bertemu dan bertatap muka.''sinis Sifa.''Karena apa...kalau orang belum move on itu berarti jauh di lubuk hatinya masih menyimpan cinta.''sambung Sifa.


''Ingat mas jangan terlalu membenci apalagi pada mantan...karena banci dan cinta itu bedanya sangat tipis.''sahut Sifa.


''Oke...oke...aku mau ketemu dengannya supaya kamu tak menuduhku belum move on darinya.''kata Kevin.


''Bagus.''kata Sifa.


''Ck.''decak Kevin.


Sejujurnya Sifa sengaja mengeluarkan kata-kata itu agar Kevin mau bertemu dengan sang mantan dan berbicara dengan baik-baik karena dirinya tak mau kalau sang suami sampai menyimpan dendam yang berlarut-larut.


''Aku hubungi Kemal dan Kania dulu.''kata Kevin lalu berdiri dari tidurnya.


''Baiklah tapi jangan lama-lama karena aku akan menyiapkan air hangat untuk mandimu agar kamu lebih rileks sebelum aku keluar untuk menyimpan makan malam.''kata Sifa memberi tahu.


''Iya.''sahut Kevin.''Terimakasih istri.''ucapnya sebelum melangkah ke arah balkon kamarnya untuk menghubungi kedua adiknya.


''Sama-sama suami.''balas Sifa.


*****


''Lagi masak apa Fa?''tanya mama Iren ketika melihat sang menantu sibuk berkutat di dapur.


''Eh mama.''sahut Sifa.''Ini mau bikin sayur asem,sambal terasi sama ikan bakar,ayam bakar,tahu juga tempe goreng dan ada juga bakwan jagung.''jawab Sifa memberi tahu.


''Komplit banget?''tanya sang mama.''Dan ini kelihatannya porsinya banyak?''tanyanya lagi.


''Iya ma tadi daddynya anak-anak telpon Kemal juga Kania agar mereka makan malam di sini.''kata Sifa memberi tahu.


''Tumben...inikan bukan malam minggu?''tanya mama Iren lagi sedikit aneh,karena mereka biasanya akan makan malam bersama kalau malam Minggu walau tak bisa setiap Minggu.


''Lagi ingin aja ma.''kata Sifa.


''Kalian sedang tidak ada masalahkan?''selidik mama Iren.


Insting seorang ibu itu tidak pernah bisa di ragukan.


''Mama tenang saja.''ucap Sifa.