Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
249.Bab 248


❤️ Happy Reading ❤️


Satu bulan berlalu kini baby twins sudah bertambah gembul dan menjadi lebih menggemaskan lagi.


Orangtua serta kakak dan ponakan Sifa sering datang berkunjung ke kediaman Wijaya karena kangen dengan baby twins.


Kendra juga semakin pandai dan dia juga sangat menyayangi ke dua adiknya,sering kali dia berceloteh panjang dan lebar pada kedua adiknya pemandangan itu membuat Sifa tak pernah bosan untuk selalu melihatnya.


Kevin pun sangat jarang lembur di kantor,dia akan selalu merindukan istri dan ketiga anaknya jika terlalu lama berjauhan.


Kabar tentang hancurnya rumah tangga Siska dan orangtuanya juga sudah mereka dengar,kini Siska sudah resmi bercerai dengan Erik begitu pula mamanya.


Sekarang mereka hidup susah karena tak ada lagi orang yang menopang kehidupan mereka sehingga mau tak mau salah satu dari mereka harus bekerja untuk menghidupi keperluan sehari-hari sedangkan yang satunya harus tetap di rumah untuk mengurus bayi Siska.


Jika di tanya siapa sebenarnya ayah kandung bocah itu dan meminta Siska agar mencarinya untuk meminta pertanggung jawaban,maka hal itu tidak akan mungkin soalnya Siska sendiri bingung dari bibit lelaki mana yang telah tumbuh menghasilkan bayi itu karena sangking banyaknya di bergonta-ganti pria hanya untuk memuaskan hasratnya saja.


Erik...pasti ada yang bertanya tentang keberadaan lelaki bre****k yang pernah mencampakkan dan menghianati Sifa dulu,sekarang lelaki itu lebih memilih untuk menetap di Paris, melanjutkan mengurus cabang perusahaan keluarganya yang ada di sana sambil menata hidupnya kembali.


Dia menyesal...sungguh menyesal dengan apa yang telah dia lakukan ke Sifa bahkan dia juga sudah mendapatkan balasannya karena juga di khianati...tapi apa mau di kata penyesalan hanyalah tinggal sebuah penyesalan karena ibarat kata nasi sudah menjadi bubur maka tak akan bisa kembali lagi menjadi nasi.


*****


''Wa'alaikumsalam.''


''Ma,pa.''sapa Kevin.''Hai sayangnya daddy.''sapa Kevin pada ketiga buah hatinya.''Loh mommynya anak-anak mana ma?''tanya Kevin yang tak melihat keberadaan istrinya di sana.


''Aku disini dad.''sahut Sifa yang mendengar pertanyaan sang suami karena dia sudah melangkah ke arah sana.


''Dari mana mom?''tanya Kevin.


''Nih dari ambil camilan.''jawab Sifa sambil melirik ke arah nampan yang di bawanya.


Melihat sang istri membawa cake di sana tangan Kevin hendak untuk mengambilnya namun di jauhkan oleh Sifa.


''Kamu harus bersih-bersih dulu dad.''kata Sifa.


''Huft baiklah-baiklah bu' dokter,suamimu ini akan bersih-bersih sekarang.''kata Kevin yang membuat Sifa serta kedua orangtua Kevin terkekeh.''Tapi sama bu' dokter ya.''kata kecil lagi dengan tangan yang sudah mengambil alih nampan dan di letakkannya di meja.


''Ayo.''ajaknya yang langsung menarik tangan sang istri tanpa mendengarkan dulu jawabnya.


Mau tidak mau Sifa pasrah dengan semua itu,karena bagaimanapun dia adalah seorang istri bukan hanya seorang ibu,jadi bukan hanya anak saja yang harus dia urus melainkan suaminya juga karena dia juga tidak mau kalau sang suami tidak terurus dan merasa terabaikan sehingga menjadi penyebab keretakan rumah tangga mereka....atau yang lebih parah mencari kenyamanan dengan wanita lain.Apalagi kalau di lihat siapa suaminya...pasti akan banyak dan dengan sukarelanya para wanita datang mendekat padanya tanpa di minta sekalipun.