Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
293.Bab 292


❤️ Happy Reading ❤️


Malam ini Kevin dan Sifa mengumpulkan keluarganya untuk makan malam bersama,karena rencananya malam ini Sifa dan Kevin ingin mengatakan tentang Nana ke mereka.


''Ada apa ni kak?tumben sudah ngajak makan malam lagi?''tanya Kania yang sepertinya curiga.


Dalam benak Kania selalu mengatakan ''pasti ada apa-apa ni.''sejak tadi pagi Kevin menghubunginya untuk makan malam bersama di rumah utama.


''Memangnya kalau tidak ada apa-apa gak boleh ngajak makan malam sering-sering?''tanya Kevin.


''Bukan begitu kak hanya saja...''kata Kania.''Tau ah...''sewotnya.


''Ehem...''dehem Sifa.''Kamu benar Kan...memang ada sesuatu yang ingin kita bicarakan kembali dengan kalian semua.''kata Sifa.


''Pasti tentang wanita ular itu.''tebak Kemal.


''Hust yah gak boleh gitu.''tegur Putri.


''Putri benar Mal,lagian juga gitu-gitu dia adalah ibu kandungnya Kendra terlepas dari semua kesalahannya.''timpal Sifa.


''Halah ibu mana kak yang tega dengan sadar ninggalin anaknya sendiri.''sahut Kania.


''Iya kamu bener Kan dan mungkin itulah kebodohan yang paling bodoh darinya.''sahut Sifa lagi.


''Begini Nana akan kembali ke negara tempat tinggalnya bersama suami serta putranya.''kata Kevin buka suara.


''Teru?''tanya Kania dengan krtus.


''Kami mengundangnya untuk makan malam bersama.''katanya lagi.''Lagian ini adalah malam terakhirnya disini jadi kami ingin agar dia bisa makan malam dengan kita semua terutama Kendra.''sambungnya lagi.


''Benar kata Kania...kami juga tak mau.''sahut mama Iren.


''Tolonglah ma.''pinta Sifa.''Ayo kita berdamai dengan keadaan...lupakan dendam serta mari menatap kedepan untuk menata masa depan.''kata Sifa.


''Kami tetap saja gak mau.''kekeh Kania.


''Ako mohon ma,pa dan semuanya...ini untuk Kendra.''kata Sifa.''Memang benar sangat sulit untuk mengobati sebuah luka hingga bisa kembali seperti sedia kala tapi alangkah baiknya kalau kita berdamai dengan keadaan.''tutur Sifa.


''Yang di katakan Sifa memang benar.''sahut papa Adi.''Jangan terus menyimpan dendam...karna bukan apa-apa,yang akan rugi hanyalah diri kita sendiri.''kata papa Adi yang mencoba membantu sang menantu.


''Kalian juga orang tua,dan juga seorang wanita,tolong pahami posisi serta keadaannya sekarang.''kata Sifa.''Coba bayangkan kalian yang ada di posisinya saat ini...bagaimana perasan kalian.''sambung Sifa.


Mereka beberapa saat tak ada suara,hanya terciptalah sebuah keheningan sampai ada satu suara yang tiba-tiba terdengar.


''Baiklah mama setuju.''kata mama Iren tiba-tiba.''Anggap saja ini sebagai tanda perpisahan.''katanya lagi.


''Istri papa ini memang yang paling terbaik.''puji papa Adi.


''Honey bener yang dikatakan oleh kak Sifa dan aku setuju akan hal itu.''kata Choki yang ikut buka suara.''Dan aku gak mau kalau istriku yang cantik ini...mami terbaiknya anak-anak mempunyai sifat mendendam.''sabungnya lagi.


''Ya sudah terserah...aku ikut saja.''kata Kania walau masih sedikit ketus.


''Kalau kamu yah,gimana?''tanya Putri pada suaminya namun Kemal hanya diam.''Kalau kak Kevin dan Kendra yang merasakan imbas dari perbuatan Nana saja masih bisa berlapang dada untuk memaafkan...kenapa kita tidak.''kata Putri lagi.''Kita juga tidak tau kedepannya kita bakal seperti apa tapi yang jelas menyimpan sebuah dendam hanya akan menjadi sebuah duri di hati kita untuk selamanya.''papar Putri.


''Baiklah aku setuju.''kata Kemal setelah dirinya berpikir sejenak.


''Terimakasih...terimakasih banyak.''ucap Sifa.