
❤️ Happy Reading ❤️
''Aku cukup lega...tenang dan bahagia karena putraku memiliki mommy sebaik dirimu yang mempunyai kasih sayang yang begitu berlimpah.''kata Nana.''Kendra benar-benar beruntung memiliki mommy sepertimu.''imbuhnya lagi.
''Bukan Kendra mbak,tapi aku yang begitu beruntung dan bersyukur bertemu juga bisa memiliki Kendra di dalam hidupku...dia Malaikat Kecilku mbak.''kata Sifa.''Dan akan selamanya seperti itu.''timpalnya lagi.
''Kamu sungguh wanita yang baik Fa...''puji Nana.''Melihat semua yang ada di dalam dirimu membuatku malu dengan diriku sendiri.''kata Nana.''Malu akan semua kesalahan yang telah aku perbuat di masa lalu.''ungkapnya.
''Iya semua yang kamu katakan benar dan aku serta Kendra sungguh beruntung bisa mendapatkannya.''sahut Kevin sambil meraih tangan sang istri untuk di genggamnya.
''Kalian ini bisa saja...aku rasa pujian itu terlalu berlebihan.''sanggah Sifa.''Masa lalu biarlah kita tinggalkan di belakang mbak,yang perlu kita lakukan adalah menata masa depan.''kata Sifa.''Dan bukan kamu yang beruntung mas,melainkan aku yang sangat beruntung mendapatkan kalian.''kata Sifa dengan tangan membalas genggaman suaminya.''Aku juga mau ucapin terimakasih ke mbak.''ucap Sifa.
''Terimakasih...?untuk apa?''tanya Nana bingung.
''Iya aku bukan hanya berterimakasih tapi sangat berterimakasih,karena kesalahan yang mbak lakukan di masa lalu membuat hidupku lengkap karena mendapatkan mereka berdua.''terang Sifa.
''Itu sudah takdir diriku juga dirimu Fa.''sahut Nana.
''Demi putra kita...aku harap hubungan kita bisa berjalan dengan baik,bila perlu bak saudara mbak.''pinta Sifa.
''Iya Fa,aku juga ingin seperti itu dan tenang saja aku gak ada pikiran untuk egois mengambilnya dari kalian...karena aku cukup tau diri.''sahut Nana.''Dan aku juga tak berhak memilikinya seutuhnya...kalianlah yang lebih berhak.''sambungnya lagi.
''Terimakasih mbak...''ucap Sifa.
''Memang benar aku yang mengandung dan melahirkannya namun kalianlah yang membesarkannya dengan berlimpah kasih sayang.''kata Nana lagi,terlihat begitu banyak penyesalan dalam dirinya atas segala kesalahannya di masa lalu.
''Eh kok jadi melow-melow gini sih.''kata Sifa yang sudah memperkirakan kalau pembicaraan ini di teruskan maka akan lebih sedih dari ini dan dia tak ingin putranya itu melihat hal yang seperti itu.''Lebih baik sekarang kita pesan makan saja.''usulnya.''Kendra pasti juga sudah haus dan lapar ya sayang?''tanya Sifa dan diangguki kepala oleh bocah tampan yang saat ini memiliki dua ayah juga dua ibu itu.
*****
''Dad.''panggil Sifa saat mereka bertiga sudah berada di dalam mobil menuju ke arah pulang.
''Hem.''sahut Kevin.
''Seperti yang kita dengar tadi kalau Mbak Nana besok lusa akan kembali.''kata Sifa.''Jadi gimana kalau besok malam kita undang mereka untuk makan malam bersama di rumah?''usul Sifa.
''Bagaiamana ya?''kata kevin ragu mengingat mamanya masih sangat membenci sang mantan istri.
''Loh kok malah balik tanya.''kata Sifa.
''Gini sayang mamakan masih benci sama dia jadi apa gak nanti suasananya malah jadi gak enak.''kata Kevin.
''Justru itu aku mengajak Nana untuk makan malam dirumah supaya mereka bisa saling maaf dan memaafkan.''kata Sifa.''Kita juga undang yang lain biar suasana gak begitu canggung.''usul Sifa lagi.
''Tapi Kania kan juga sebelas dua belas sama mama mom.''sahut Kevin.''Belum lagi Kemal.''sambungnya.
''Nanti aku coba bicara sama Putri dan Chiko jadi mereka bisa membantu mengendalikan kedua adik kamu itu.''kata Sifa.
''Ya baiklah kalau memang itu sudah menjadi keputusanmu...aku ikut saja.''pasrah Kevin.
''Terimakasih ya dad.''ucap Sifa dan di jawab dengan sebuah senyuman manis oleh Kevin.