
❤️ Happy Reading ❤️
''Mau pada jalan-jalan keliling gak?''tanya Kevin saat pada pagi hari ini mereka sarapan pagi bersama.
''Iya ni mumpung masih ada disini.''timpal Sifa.
''Mau...mau...''sahut semuanya dengan heboh.
''Oke,sekarang cepat selesaikan sarapan kalian agar kita bisa segera berangkat.''kata Sifa para para anak-anak.
''Kita juga ikut ya kak?''tanyab Kania.
''Tentu saja,memang siapa yang mau ngawasin anak-anak kalau kita semua gak ikut.''sahut Kevin.
''Iya juga.''ujar Kania.
''Kami ikut juga ya...''tanya mama Iren.
''Boleh tapi nanti kalau mama,papa,ayah juga ibu ada yang merasa capek...harus cepat beritahu kami,karena aku gak mau kalau kalian sampai sakit karena kecapekan.''tutur Sifa..
''Siap bos.'' ujar mama Iren yang membuat mereka semua tergelak tawa.
Kemal dan Kania sangat berterimakasih pada Sifa karena istri dari kakak mereka itu cukup bisa di andalkan untuk menjaga serta mengurus kedua orangtua mereka yang bahkan mereka yang anak-anaknya sendiri pun belum tentu bisa mengurus orangtua mereka sebaik Sifa.
''Terimakasih ya kak.''ucap Kania.
''Terimakasih untuk apa?''tanya Sifa dengan heran.
''Iya kak,terimakasih karena kakak sudah mengurus beliau berdua dengan sangat baik.''timpal Kemal yang ikut mendekat kearah Sifa dan Kania.''Bahkan kami yang anak-anaknya saja belum tentu bisa seperti yang kakak lakukan ke mama,papa.''sambungnya.
''Kalian ini ngomong apa,gak perlu berterimakasih karena itu sudah tugas dan kewajiban kita sebagai anak karena aku juga sudah menganggap mama dan papa sebagai orangtuaku sendiri bukan mertua sama halnya dengan ayah dan ibu.''papar Sifa.''Lagian seharusnya itu aku yang berterimakasih pada kalian karena sudah percaya sama aku dan mas Kevin untuk bersama mama dan papa,juga aku seharusnya yang sangat berterimakasih pada mama dan papa karena dengan ada nya beliau berdua maka ada sesosok mas Kevin yang melengkapi hidup aku.''sambung Sifa sambil menatap kearah sang suami tercinta.
Kevin pun mengulurkan tangannya untuk di raih Sifa dan menggenggamnya.
''Aku seharusnya yang berterimakasih karena kehadiranmu melengkapi hidupku.''sahut Kevin.''Dan aku juga seharusnya yang bilang terimakasih karena ayah dan ibu sudah melahirkan wanita cantik luar dalam seperti istri tercintaku ini.''sambungnya lalu membawa tangan Sifa yang iya genggam mendekat ke rah bibirnya untuk di kecup punggung tangan mulus itu.
''Oh so sweet banget sih kak.''heboh Kania melihat keromantisan kakak dan kakak iparnya.
Sedangkan mama Iren dan ibu Dewi sudah menitikan air matanya karena senang sekaligus terharu dengan apa yang di lakukan dia sejoli yang meskipun bisa di bilang sudah lama menikah tapi keromantisannya tetap saja terjaga dengan begitu baik.
''Aku juga mau ngucapin terimakasih Fa,karena kamu sudah mau menerima serta merawat Kendra dan memberinya berlimpahan kasih sayang.''ucap Nana menyela.
''Karena dia adalah putraku mbak.''sahut Sifa.''Justru aku yang sangat berterimakasih pada mbak Nana karena kalau saja mbak Nana gak ninggalin mereka berdua...mungkin aku gak bakal ada di posisi seperti ini,mungkin aku gak akan merasakan kebahagiaan seperti ini,karena aku tau bahwa suamiku ini adalah sosok laki-laki yang setia jadi dia takkan mudah berpaling ke wanita lain.''kata Sifa lagi dengan panjang lebar yang membuat Nana tersenyum simpul.
''Ehem...ehem...mau sampai kapan ini dramanya.''ujar Chiko agar suasana tak menjadi bertambah melow.''Jadi gak ni jalan-jalannya...apa mau gini aja?''tanyanya lagi.
''Jadi.''seru mereka.
''Kalau gitu ayo kita semua bersiap.''kata Chiko.''Dalam waktu 15 menit kita harus kumpul lagi di sini,oke.''tuturnya.
''Oke.''seru anak-anak.