
❤️ Happy Reading ❤️
Pagi sudah menjelang tapi dua insan yang baru mereguk manisnya surga dunia,memadu kasih dalam sebuah pergulatan panas yang mendatangkan kenikmatan serta kepuasan juga mendatangkan pahala dalam mencari ridho ilahi masih bergelung di bawah selimut tebal dengan saling berpelukan.
Sampai sinar mentari pagi menerobos masuk dari celah-celah gorden jendela kamar mereka memaksa sang salah satu sang empunya membuka mata.
''Eugh...''lenguh Sifa.
Dia meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa sangat kaku sambil sesekali masih menguap.
Tubuhnya kini terasa remuk redam karena pergulatan panas dan untuk pertama kalinya tadi malam.
Di pandanganya wajah tampan dan rupawan sang suami yang membuatnya merona karena teringat akan kejadian yang baru dia alami.
''Astagfirullah.''pekik Sifa begitu dia tersadar dengan adanya sinar matahari.
''Hah...ada apa sayang...ada apa.''kaget Kevin yang mendengar pekikan sang istri sehingga membuatnya spontan langsung terduduk.
''Kita telat sholat subuh dad.''seru Sifa.
''Oh.''jawab Kevin yang santai karena belum terkumpul semua nyawanya.''Hah apa.''pekiknya kemudian yang baru tersadar.
''Gimana ini dad...ini malah sudah mau masuk waktu sholat Dhuha.''tanya Sifa.
''Ya terus mau gimana lagi dong...''kata Kevin.''Waktu sholat subuh sudah lewat.''lanjutnya.
''Kalau gitu aku mau mandi dulu dad...mau siap-siap sholat Dhuha.''kata Sifa kemudian.
Menyesal...mereka berdua sungguh menyesal karena sudah melewatkan waktu sholat subuh mereka.
''Maaf ya sayang...gara-gara aku,kita jadi melewatkan sholat subuh kita.''sesal Kevin.
Begitu melihat sang istri ingin beranjak,Kevin dengan sigap langsung berdiri.
''Kamu mau ngapain dad?''tanya Sifa saat melihat posisi Kevin saat ini.
''Ya mau gendong kami ke kamar mandilah yank.''jawab Kevin dengan posisi ingin meraih tubuh Sifa.
''Aku bisa sendiri kok dad.''tolak Sifa.
''Yakin?''tanya Kevin dan Sifa pun mengangguk.
''Shttt...''desis Sifa saat dia berusaha menggerakkan kakinya...terasa sakit yang berpusat di daerah intinya.
Kevin tiba-tiba langsung mengangkat tubuh Sifa ala bridal style dan membawanya melangkah menuju ke kamar mandi.
Pasalnya semalam setelah selesai pergulatan panas mereka,Kevin juga menggendong Sifa menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya serta sekalian mandi wajib,Kevin juga yang membantu Sifa mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
''Aku tunggu di luar ya sayang.''kata Kevin.''Nanti kalau sudah selesai kamu panggil saja aku.''lanjutnya.
''Iya dad.''jawab Sifa.''Terimakasih.''ucapnya yang membuat Kevin gemas sendiri sehingga dia menghujani seluruh wajah Sifa dengan kecupan-kecupannya.
*****
Sambil menunggu sang istri...Kevin memilih untuk membuka ponselnya untuk mengecek segala email yang di kirim oleh Leo.
Walaupun perusahaan sudah diambil alih oleh papanya selama mereka honeymoon tapi Kevin tetap saja melaksanakan tugas dan kewajibannya,jadi dia tetap meminta Leo untu mengirimkan email tentang segala pekerjaannya.
Kevin tidak ingin terlalu membebani sang papa yang sebenarnya sudah pensiun itu.
Kalau seandainya kedua adiknya mau membantunya di perusahaan tentu tak sebesar ini beban yang ada di pundaknya tapi ya apa mau dikata mereka memilih pekerjaan sesuai dengan keinginan mereka masing-masing dan Kevin pun tak ingin memaksakan kehendaknya pada Kemal dan Kania.