
❤️ Happy Reading ❤️
Pagi ini Kevin turun dan menuju ke ruang makan bersama anak dan istrinya.
Sedangkan di sana sudah ada mama,papa juga Kania yang menunggu.
''Pagi semua...''sapa Kevin.
''Pagi.''jawab semuanya.
Mama Iren memulai untuk melayani suaminya dan setelahnya Sifa pun melakukan hal yang sama...mengambilkan makanan untuk suami dan putranya terlebih dahulu baru setelah itu dia baru mengisi piring miliknya.
Lagi dan lagi Kevin merasakan menjadi suami yang sesungguhnya karena dari pernikahannya yang terdahulu jangankan dia di layani malah dia yang melayani sang istri.
Akhirnya setelah sekian lama ingin dia mendambakan rumah tangga seperti kedua orangtuanya akhirnya saat ini tercapai sudah dengan segala kesabaran serta banyaknya masalah yang telah di lewatinya.
''Mas...''panggil Sifa dengan menyentuh punggung tangan Kevin yang berada di atas meja karena sedari tadi sang empunya di panggil tapi tidak merespon karena sedang asyik dengan pikirannya sendiri...mengenang serta membandingkan pernikahannya yang terdahulu dengan yang sekarang.
''Iya...''sahut Kevin sedikit kaget.
''Kamu kenapa mas?''tanya Sifa.''Kok bengong...''katanya lagi.
''Enggak apa-apa kok.''jawab Kevin.
''Sudah sekarang kalian sarapan dulu.''kata papa Adi buka suara.''Nanti kalian kesiangan berangkat kerjanya.''lanjut beliau.
Kevin dan Sifa pun patuh lalu memulai sarapan mereka.
Satu suapan pertama masuk kedalam mulut Kevin membuat pria matang itu sedikit mengernyitkan dahinya.Satu suapan lagi dia benar-benar merasakan makanan yang di makannya.
''Bukan.''jawab mama Iren singkat.
''Kenapa mas?gak enak?''tanya Sifa yang sebenarnya dalam hatinya khawatir...harap-harap cemas takut kalau lidah sang suami tidak cocok dengan masakannya.
''Enak...enak banget malah.''jawab Kevin yang membuat semua kecemasan yang ada di hati dan pikiran Sifa sirna sudah berganti dengan kelegaan.
''Menu sarapan kita kali ini istrimu yang memasaknya.''kata mama Iren memberi tahu dan spontan saja Kevin langsung menolehkan wajahnya ke arah sang istri.
''Beneran yank?''tanya Kevin memastikan dan di angguki oleh Sifa.''Ini enak banget yank...aku suka...kapan-kapan masakin lagi ya...''kata Kevin.
''Iya...syukurlah kalau kamu suka mas.''ucap Sifa.
''Wah gak nyangka ternyata kakak ipar jago masak juga.''seru Kania.''Kapan-kapan Kania mau dong kak di ajari masak...''kata Kania lagi.
''Gayamu dek...kemarin-kemarin aja sama mama diminta belajar masak kamu ogah-ogahan.''cibir mama Iren.
''Hehehe itu kan kemarin ma...sekarang beda lagi.''sahut Kania.''Setelah Kania pikir-pikir Kania malu juga sama kak Putri juga kak Sifa yang walaupun wanita karier tapi jago masak...''lanjutnya.
''Syukur deh kalau putri papa mau belajar masak.''sahut papa Adi yang turut senang karena putrinya itu selama ini sama sekali tak mau yang namanya belajar dengan urusan dapur...ada aja alasannya.
''Iya kapan-kapan kita masak bareng.''kata Sifa.''Lagian aku juga gak jago kok Kan,lebih jagoan mama sama Putri...''sambung Sifa dengan kata-kata merendah.
''Mami itu payah mom...sama sekali gak bisa masak.''celetuk Kendra yang sedari tadi sibuk menikmati sarapan paginya.''Masak telor aja gosong dan asin.''cibirnya lagi.
Kenapa Kendra bisa tau...itu karena pernah Kendra meminta Kania untuk membuatnya telur ceplok saat sang Oma gak ada di rumah dan alhasil ya seperti yang di katakan Kendra.
''Kendra...kok buka kartu sih.''gerutu Kania pada sang ponakan yang membuat semuanya tertawa.