
❤️ Happy Reading ❤️
Masih bersama dengan Kevin dan Sifa.
Di sepanjang jalan Sifa terus saja menggurutu kesal atas apa yang terjadi di restoran tadi.
''Sudah tau sudah punya istri dan anak masih saja di goda.'' gerutu Sifa.
''Sayang sudah dong marah-marahnya.'' bujuk Kevin.
''Kenapa kamu mau bela wanita itu, iya dad...'' kata Sifa dengan nada ngegasnya.
''Eh mana ada seperti itu, enggak kok sayang.'' sahut Kevin dengan cepat supaya mommy anak-anaknya itu gak salah paham.
''Seneng kamu dad di goda seperti itu? apalagi sampai di *****-*****.'' tuduh Sifa. ''Hayo ngaku kamu.'' cercanya lagi.
''Enggak mom, mana ada seperti itu...aku juga jijik.'' jawab Kevin sungguh-sungguh.
''Awas saja ya dad kalau kamu sampai ketahuan main belakang di belakang aku.'' peringat Sifa. ''Bakal aku cincang sampai habis tak tersisa pusaka kamu itu dan aku lemparkan untuk makanan buaya.'' ancam Sifa yang membuat Kevin bergidik ngeri dan spontan dengan refleks langsung menutupi pusaka miliknya dengan kedua tangannya. ''Ingat itu.'' tekan Sifa lagi.
Baru kali ini Sifa terlihat begitu sangat marah, mungkin tadi memang sudah sangat keterlaluan karena wanita itu berani dengan terang-terangan menggoda Kevin di hadapan Sifa.
''Kalau kamu potong sampai habis terus yang puasin kamu apa? gak ada lagi dong yang bisa bikin kamu mendesah.'' kata Kevin yang ingin mencairkan suasana.
''Aku?'' tanya Sifa sambil menunjuk dirinya sendiri dan di angguki oleh Kevin. ''Aku gampang...tinggal cari yang lain.'' jawab Sifa sekenanya.
''Eh mana boleh seperti itu!'' seru Kevin dengan memelototkan matanya begitu mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut istrinya.
''Biasa aja matanya...sampai mau keluar tu.'' kata Sifa dengan santai tanpa ada takut-takutnya.
''Kalau kamu sampai berani lakuin itu, bakal aku bunuh dengan tanganku sendiri laki-laki itu.'' ancam Kevin.
''Terserah.'' sahut Sifa lalu keluar dari dalam mobil karena kebetulan mereka juga sudah sampai di kediaman Nana.
Sifa yang masih jengkel membanting pintu mobil dengan keras sampai Kevin berjingkat kaget karenanya.
''Ya ampun serem amat.'' gumam Kevin lalu ikut keluar.
Begitu mau masuk Sifa sudah berpapasan sama sang pemilik rumah yang kebetulan sedang berada di taman samping teras depan rumah.
Nana dan Carlos juga kaget mendengar pintu mobil yang tertutup secara kasar.
''Assalamualaikum.'' salam Sifa.
''Wa'alaikumsalam.'' sahut Nana dan Carlos.
''Anak-anak mana mbak?'' tanya Sifa.
''Lagi pada main di halaman belakang.'' jawab Sifa.
''Oh kalau gitu aku masuk dulu mbak...pengen mandi.'' sahut Sifa. ''Tadi habis ketemu sama ulat keket jadi bikin kesel.'' sambungnya lalu melangkah pergi.
''Kenapa sih Vin?'' tanya Nana penasaran. ''Tadi kalian pergi baik-baik saja...kok pulang-pulang malah kayak gitu?'' tanya Nana lagi. ''Terus tadi apa katanya...ulat keket, maksudnya apa?'' tanyanya.
''Huft jadi gini...'' Kevin pun menceritakan semuanya apa yang terjadi tanpa ada yang di tutup-tutupi. ''Gitu ceritanya.'' katanya mengakhiri ceritanya.
''Pantesan saja dia marah.'' kata Nana. ''Kalau aku pasti juga marah.'' kata Nana lagi.
''Sudah sana susul istrimu...dari pada nanti malam kamu gak dapat jatah.'' kata Carlos.
''Sialan.'' ujar Kevin lalu pergi melangkah menyusul Sifa.
''Bujuk yang benar ya Vin..'' seru Nana. ''Jangan sampai jatahmu di potong.'' sambungnya.