
❤️ Happy Reading ❤️
Sebelum aku mau minta maaf untuk para readers karena aku baru bisa up...soalnya lagi sibuk banget...🙏 sekali lagi maaf🙏🙏
''Keadaan papa gimana bun?'' tanya kemal pada Putri begitu dirinya baru pulang dari cafe.
''Lagi cek sama kak Sifa yah.'' jawab Putri.
''Kak Kevin dan lainnya mana?'' tanya Kemal lagi.
''Di kamar papa.'' jawab Putri.
''Ayo kita juga kedalaman, aku ingin tau bagaimana kondisi papa saat ini.'' ajak kemal dan di angguki oleh putri.
Cklek
''Bagaimana kak?'' tanya Kemal begitu masuki kamar orangtuanya dan mendapati sang kakak ipar baru selesai memeriksa sang papa.
''Sudah lebih baik dan tubuhnya juga sudah turun...hampir stabil ke suhu normal.'' jawab Sifa.
''Sudah pulang mal?'' tanya Kevin.
''Iya kak.'' jawab Kemal. ''Gak tenang dan khawatir juga sama keadaan papa.'' sambungnya lagi.
''Terus itu infusnya belum bisa di lepas kak?'' tanya Kania.
''Kita lihat sampai nanti sore ya...bagaimana kondisi papa.'' jawab Sifa.
Sifa tadi pagi memang sampai memasang infus untuk papa mertuanya itu, karena tadi padi kondisi papa Adi selain panas juga lemas, karena takut terjadi dehidrasi jadi Sifa memutuskan untuk meminta pihak rumah sakit mengirimkan cairan infus ke rumah.
''Gak usah khawatir...papa gak apa-apa kok.'' kata papa Adi.
''Papa...lain kali kalau merasa gak enak badan...langsung beri tahu kami ya...'' pinta Kania.
''Kalian mendingan sekarang istirahat...karena biar papa istirahat juga.'' kata mama Iren memberi tahu para anak dan menantunya.
*****
''Anak-anak kalian gimana?'' tanya Kevin begitu mereka di luar kamar.
''Kami tadi sudah kasih tau ke supir yang biasa jemput mereka kalau nanti pulang sekolah suruh antar ke sini.'' jawab Kemal.
''Akupun sama kak.'' sahut Kania. ''Gak apa-apakan kak kalau malam ini kami semua nginap di sini?'' tanah Kania lagi.
Walau bagaimanapun mereka semua sudah berkeluarga dan tinggal di rumah masing-masing dan di rumah itu sekarang sudah ada Sifa sebagai nyonya rumah...jadi mereka tidak enak kalau langsung main menginap sebelum bertanya dulu pada yang punya rumah.
Kevin tak menjawab pertanyaan Kania itu melainkan dia menatap kearah Sifa...dia ingin tau jawaban apa yang akan di lontarkan oleh sang istri,lagi pula dia tidak ingin mengiyakan langsung... mentang-mentang para adik-adiknya yang ingin menginap disana dan Kevin juga ingin menghargai pendapat serta perasaan istrinya.
''Tentu saja.'' jawab Sifa. ''Lagian kalian bisa menginap di sini semau kalian...inikan rumah kalian juga,jadi kalian gak perlu minta ijin untuk menginap di sini.'' sambungnya lagi. ''Lagian aku juga malah seneng kok, karena tambah rame.'' ujarnya. ''Iyakan mas?'' tanya Sifa pada Kevin.
''Iya.'' jawab Kevin. ''Kalau gitu kita berdua ke atas dulu.'' pamit Kevin.
''Kalian juga istirahatlah...'' kata Sifa lalu menuju ke lantai atas bersama sang suami.
*****
Hari ini sangat ramai...karena semuanya berkumpul bersama akibat tuan besar Wijaya sakit.
''Bagaimana kak?sudah bisa di lepas belum selang infusnya?'' tanya Kania saat Sifa kembali memeriksa papa Adi selepas makan malam.
''Iya sudah dan suhu tubuh papa juga sudah mulai normal.'' jawab Sifa.
''Alhamdulillah.'' ucap sukur semuanya.
''Papa...habis ini papa jangan bikin kami khawatir lagi.'' rengek Kania di samping sang papa yang bersebrangan dengan Sifa yang sedang melepas selang infus. ''Papa harus harus sehat terus...'' kata Kania lagi dan di angguki oleh papa Adi sambil tersenyum. ''Papa harus jaga pola makan dan papa gak boleh kecapekan lagi.'' sambungnya lagi.