
❤️ Happy Reading ❤️
Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua siang,Sifa memutuskan untuk pulang kembali ke kediamannya.
Baru setengah hari gak ketemu,Sifa sudah sangat sekali merindukan ketiga buah hatinya,jadi dia memutuskan untuk segera pulang.
''Mau kemana Fa?''tanya Luna yang dengan tak sengaja bertemu dengan Sifa di lorong koridor rumah sakit.
''Mau pulang.''jawab Sifa singkat.
''Loh inikah masih siang?''tanya Luna lagi.''Apa anak-anak rewel?''tanyanya.
''Enggak kok,aku cuma kangen aja sama mereka bertiga.''jawab Sifa.
''Oh kirain.''beo Luna.''Tapi kalau sekarang sudah jadi bu' boss jadi mah beda ya bisa pulang kapan saja...''celoteh Luna.
''Nah itu tau...bisa aja.''sahut Sifa di sertai kekehan.
Sifa tidak marah dengan ucapan sang sahabat karena Luna mengatakan hal itu hanya untuk menggodanya saja.
''Salam ya buat mertua sama para bocil aku...''kata Luna.
''Sip.''sahut Sifa.''Pulang dulu ya...assalamualaikum.''pamitnya.
''Wa'alaikumsalam.''jawab Luna.
Bukannya Sifa gak percaya sama kedua mertuanya dalam menjaga ketiga buah hatinya,hanya saja ini adalah kali pertama dia meninggalkan duo bocilnya...dia hanya takut dan khawatir kalau mereka rewel sehingga membuat sang mertua keteteran yang mengakibatkan kedua mertuanya kecapekan.
Andai saja mereka memperolehkan Sifa untuk menambah baby sitter lagi...pasti sudah Sifa dan Kevin lakukan.
Saat berada di mobil Sifa sudah menghubungi sang suami bahwa dia sedang di jalan menuju pulang ke rumah mereka.
Kevin hanya takut kalau sang istri terlalu sibuk sehingga berdampak pada keluarganya,dia tak terurus dan anak-anak akan terlantar,meski Kevin percaya bahwa istri bukanlah tipe anak wanita yang seperti itu namun dia berusaha untuk selalu mengingatkan,karena sebuah kesalahan... kekhilafan...semua orang pun bisa melakukannya entah sadar ataupun tanpa sadar.
*****
''Sampai juga...''gumam Sifa ketiga mobil uang membawanya tiba di halaman mension keluarga Wijaya.
Begitu mobil berhenti,Sifa langsung bergegas turun untuk melangkah masuk kedalam rumah.
''Assalamualaikum.''ucap salam darinya ketika masuk kedalam rumah.
''Wa'alaikumsalam.''sahut mama Iren dari arah ruang makan.
Kaki Sifa terus melangkah menuju ke sumber suara.
''Ma...''panggil Sifa saat melihat keberadaan sang ibu mertua.
''Fa.''kata mama Iren sedikit kaget.''Loh kok sudah pulang?''tanya mama Iren sedikit heran.
''Iya ma...aku akan pulang jam segini mulai hari ini.''jawab Sifa.''Kok sepi ma?anak-anak mana?''tanya Sifa yang tak melihat keberadaan ataupun terdengar suara para anak-anaknya.
''Coba kamu lihat sekarang jam berapa.''kata mama Iren.''Inikan jam tidur siang mereka Fa jadi mereka di kamar mama sama papa.''kata mama Iren lagi.''O iya mumpung mereka masih tidur lebih baik kamu bersih-bersih dulu gih.''saran mama Iren.
''Iya ma lagian aku gerah banget dan juga mau sekalian mompa asi aku soalnya rasanya ini sudah penuh banget.''kata Sifa sambil melirik kearah kedua buah dadanya.
''Ya sudah sana sekalian kamu istirahat dulu,nanti kalau anak-anak sudah bangun...mama panggil kamu.''kata mama Iren.
''Iya ma.''sahut Sifa.''Terimakasih ya ma...Sifa kekamar dulu.''pamit Sifa.
''Iya sayang sama-sama.''jawab mama Iren.