Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
287.Bab 286


❤️ Happy Reading ❤️


Pertemuan pertama mereka berjalan sangat lancar kini tinggallah pr untuk Sifa dan Kevin untuk menjelaskan secara perlahan dengan Kendra.


Mereka harus memikirkan bagaimana kata-kata yang pas agar mudah di cerna dan di pahami oleh Kendra...menggunakan kata-kata yang ringan agar bisa di mengerti oleh anak seusianya.


Karena mau tak mau mereka harus jujur karena lebih baik Kendra mengetahui kenyataan itu dari mereka langsung dari pada anak mereka tau dari orang lain.


Terkadang omongan orang itu bisa di lebih-lebihkan atau bisa di kurangi...dan itu tidak baik untuk Kendra serta keluarga mereka karena tidak semua orang di lingkungan kita itu baik luar dalam...apabila boleh memilih dari pada di perlakukan cuma baik di luar lebih baik jahat sekalian.


Sebab apabila kita di sakiti oleh orang yang kita anggap baik itu rasanya lebih sakit di bandingkan di sakiti dengan orang yang jelas-jelas tidak suka atau jahat pada kita.


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Oma...opa...''seru ketiga anak Kevin saat mereka baru pulang dari ketemuan tadi bersama Nana.


''Loh cucu-cucu Oma sudah pada pulang...''kata mama Iren.


''Anak-anak..inget kalau baru dari luar harus apa?''tanya Sifa sambil mengingatkan.


''Harus bersih-bersih sama ganti pakaian mom.''sahut ketiganya.


''Karena?''tanya Sifa lagi.


''Karena kita baru dari luar jadi bisa saja banyak kuman dan virus serta bakteri yang menempel pada tubuh dan pakaian kita.''jawab ketiganya lagi.


''Pinter.''puji Sifa.


''Kami bersih-bersih dulu oma...opa...''kata Kendra mewakili kedua adiknya.


''Iya sayangnya oma.''sahut mama Iren.


''Kami berdua juga keatas dulu ya ma.''pamit Sifa.


''Kalian tadi jadi ketemu sama Nana?''tanya mama Iren ingin tahu.


''Jadi ma.''jawab Kevin dengan singkat.


''Terus...terus...''kata mama Iren lagi.


''Nanti ya ma...kita pasti cerita kok,tapi sekarang kami berdua bersih-bersih dulu.''kata Sifa.


''Sudahlah ma...biarkan mereka dulu.''sahut papa Adi.


''Keatas dulu ya ma...pa.''pamit Kevin.


''Gak usah buru-buru Vin...kalian istirahat saja dulu.''kata papa Adi.


''Iya pa.''sahut Kevin.


*****


Setelah makan malam mama Iren sungguh sudah tak sabar untuk mendengar cerita dari anak dan menantunya itu.


''Jadi bagaimana?''tanya mama Iren.


''Tunggu anak-anak tidur dulu ya ma.''kata Sifa.


Akhirnya mama Iren pun memilih untuk menurut dan menunggu sampai ketiga cucunya itu tidur.


''Anak-anak.''panggil Sifa namun karena mereka sedang asik bermain bersama sang daddy membuat mereka tak mendengar panggilan sang mommy.


''Halo anak-anak.''seru Sifa kembali dengan menaikan nada suaranya dan berhasil ketiga anaknya serta suaminya pun ikut menoleh merespon panggilannya.


''Iya mom.''sahut ketiganya.


''Sudah jam berapa ini?''tanyanya.''Sudah waktunya kalian tidur karena besok kalian harus berangkat sekolah.''kata Sifa mengintruksi ketiganya.


''Baik mom.''jawab ketiganya dengan patuh.


''Kami tidur dulu oma...opa...''kata ketiganya.


Sebelum keatas anak-anak Kevin pamit dan bersalaman dengan takzim kepada oma,opa juga daddy dan mommynya.


''Jadi gimana?mama sudah penasaran banget ni.''kata mama Iren setelah ketiga cucunya naik ke lantai atas.


''Semuanya berjalan dengan baik ma.''jawab Sifa kemudian Kevin menceritakan segalanya.


''Kalian percaya gitu kalau Nana sudah berubah?''tanya mama Iren.


''Kami cuma berusaha berpikir positif saja ma...lagian dia juga sudah menikah dan mempunyai anak.''sahut Sifa.


''Papa cukup lega dengarnya...semoga tidak menimbulkan sebuah masalah di kemudian hari.''kata papa Adi.


''Iya pa.''jawab Kevin.''Dan setelah aku berusaha ikhlas...serta menghilangkan dendam dan amarahku...terasa seperti bebanku terangkat dan di hati serta pikiran lebih tenang dan plong rasanya.''tutur Kevin.


''Ya lagian buat apa kita mendendam...lebih baik saling memaafkan karena semua umat Allah itu tak ada yang luput dari salah dan Allah saja yang Maha Kuasa saja mau memaafkan apalagi kita yang hanya umatnya.''kata Sifa.''Karena damai itu lebih indah dari pada bertikai.''lanjutnya.