
❤️ Happy Reading ❤️
Pagi ini di kediaman utama keluarga Wijaya sangat ramai, karena semua anak, cucu , mantu pada kumpul akibat sang tuan besar yang tiba-tiba sakit.
''Selamat pagi.'' sapa ayah Adi yang di gandeng oleh sang istri saat memasuki ruang makan.
''Pagi.'' jawab semuanya.
''Baru Sifa mau ke kamar papa buat nganterin sarapan.'' kata Sifa sambil menunjukkan nampan di hadapannya yang sudah berisi bubur ayam.
''Papa maksa keluar.'' sahut mama Iren.
''Papa bosen di kamar...ingin sarapan sama anak-anak serta cucu-cucu Opa.'' kata papa Adi.
''Yang penting jangan di paksain ya pa.'' kata Sifa lagi dan papa Adi menganggukkan kepalanya.
''Opa.'' panggil Kendra. ''Bagaimana keadaan opa?'' tanyanya. ''Opa jangan sakit lagi...opa harus sehat...supaya opa bisa main sama kakak lagi...main sama anak kakak nanti.'' ucapnya sendu sambil merangkul pinggang sang opa.
Semua yang mendengar perkataan Kendra menjadi terharu sampai berkaca-kaca.
Kendra memanglah cucu terdekat tuan Adi Wijaya tapi bukan berarti dengan cucu yang lain tidak dekat, hanya mungkin karena tuan Adi dan nyonya Iren'lah yang mengurus Kendra dari bayi...dengan situasi Kendra yang berbeda dari cucu-cucunya yang lain...ya semua orang sudah taulah.
''Tentu sayang.'' sahut papa Adi sambil mengelus pucuk kepala sang cucu.
''Khem...sayang ajak opa untuk duduk.'' kata Sifa. ''Kasihan opa...'' sambungnya lagi.
''Ayo opa.'' ajak Kendra.
''Bagaimana keadaan papa?'' tanya Kania.
''Sudah lebih baik sayang.'' jawab papa Adi sambil menatap ke arah sang putri.
''Papa harus makan yang banyak ya...biar papa cepat sehat.'' kata Kania begitu Sifa menyodorkan satu mangkuk bubur ayam di meja depan papa Adi.
''Iya sayang.'' jawab papa Adi.
*****
''Enggak pa.'' jawab Sifa dan Kevin bersamaan.
''Kami mau dirumah saja...menemani papa.'' sahut Kemal.
''Papa gak apa-apa...papa sudah sehat.'' sahut papa Adi. ''Kalian berangkat saja.'' katanya lagi.
''Enggak pa...biarkan kami di sini menemani papa.'' sahut Kania.
''Pa...bagaimana kalau kita ke taman belakang.'' usul Sifa. '' Kita bisa menghirup udara pagi sambil menikmati sinar matahari pagi yang sangat bagus untuk kesehatan.'' katanya lagi.
''Iya bener tuh.'' sahut Kevin.
''Baiklah...ayo kita ke taman belakang sambil ngobrol-ngobrol.'' kata papa Adi.
*****
''Bagaimana pekerjaan kalian?'' tanya papa Adi pada Kemal juga Kania dan suaminya.
Kalau Kevin dan Sifa kan bertemu setiap hari jadi papa Adi tentu saja sering bertanya seperti itu pada mereka berdua.
''Alhamdulillah semuanya baik pa.'' jawab Kemal.
''Kami juga begitu pa...alhamdulilah.'' sahut Chiko.
''Syukur alhamdulilah.'' ucap papa Adi. ''Jangan sombong karena kita tidak tau apa yang akan terjadi pada kehidupan kita selanjutnya.'' nasehat beliau. '' Dan jangan lupa untuk banyak bersedekah, karena bagaimanapun dalam harta kita...dalam apa yang kita dapatkan dan kita peroleh, di situ ada hak orang lain.'' sambungnya lagi.
''Iya pa, kami akan selalu ingat akan semua nasehat dari papa.'' sahut Kania.
''Hidup kita tidaklah kekal di dunia...jadi janganlah hanya memburu kenikmatan dan memikirkan duniawi, tapi pikirkanlah sudah seberapa banyak bekal kita di akhirat nanti...sudahkah cukup itu semua.'' kata papa Adi lagi.
''Iya pa.'' sahut Kemal.