
❤️ Happy Reading ❤️
Setelah sedikit drama yang berlangsung di kamar utama kediaman Wijaya,akhirnya Kevin dan Sifa beserta ketiga anaknya keluar untuk pergi mengantarkan Nana dan keluarga ke bandara.
''Sering-sering ke Indo ya mbak.''kata Sifa saat mereka mulai berpamitan.
''Kalian juga jangan lupa mampir kalau kesana.''sahut Nana.
''Iya mbak.''jawab Sifa.
''Kita pamit ya...''kata Nana saat sudah ada panggilan untuk para penumpang.
''Kalau sudah sampai kasih kabar ya...''kata Sifa lagi.
''He'em.''jawab Nana.
Tak ada raut wajah sedih dari Kendra...wajahnya sama seperti Kenan dan Kirana,mungkin karena selama ini dia tak mengetahui sosok Nana dan juga tak pernah dekat serta di asuh oleh wanita itu jadi membuatnya bersikap biasa saja.
Kevin beserta anak dan istrinya memutuskan untuk langsung pulang agar bisa melanjutkan istirahat mereka yang terjeda.
*****
''Selamat pagi.''ucap Sifa saat tiba diruang makan bersama sang suami dan tentu saja ketiga anaknya sudah duduk manis disana.
''Pagi mom,pagi dad.''sapa ketiganya.
''Oma sama opa belum keluar ya?''tanya Sifa.
''Belum mom.'' jawab Kirana.
''Kok tumben banget.''kata Sifa lagi setelah melihat jam mahal di pergelangan tangannya.'' Aku cek dulu mas.''pamitnya begitu saja dan tanpa mendengar jawaban sang suami dia sudah pergi begitu saja.
Tok...Tok...
''Ma...''panggil Sifa.
Tok...tok...
''Ma...mama...''panggil Sifa lagi.
Cklek
''Fa.''beo mama Iren.
''Semua sudah nunggu buat sarapan ma.''kata Sifa memberi tahu.
''Mama dan papa sarapan di kamar saja ya Fa...''kata mama Iren.
''Mama sakit?''tanya Sifa namun mama Iren menggelengkan kepalanya pertanda tidak.''Terus?''tanya Sifa lagi.
''Papa yang sakit.''jawab mama Iren.
''Ya ampun ma...kenapa mama gak bilang?''kata Sifa.
''Sejak kapan ma?''tanya Sifa.''Demam itu juga bisa bahaya ma...''sambungnya lagi.
''Semalam sedang agak demam sebenarnya terus minum obat jadi turun,tapi tadi selepas sholat subuh demam lagi.''terang mama Iren.
''Ya sudah kalau begitu Sifa ambil alat periksa Sifa dulu di kamar.''kata Sifa.'' Mama tolong cek kembali suhu papa.''pintanya.
''Iya baiklah.''jawab mama Iren.
Sifa langsung terburu-buru untuk berlari menuju ke kamarnya.Setelah dia mendapat apa yang dia butuhkan,dia kembali lagi turun secara terburu-buru lagi dan hal itu tak sengaja terlihat oleh Kevin.
''Sayang...hei...''panggil Kevin yang memaksa Sifa menghentikan langkahnya.''Ada apa?''tanyanya vegitubsudha berada di hadapan sang istri.
''Papa sakit mas...demam.''jawab Sifa.'' Ini aku mau periksa.''sambungnya lagi.
''Apa jadi pap sakit?''tanya Kevin.
''Iya mas.''jawab Sifa langsung bergegas menuju kamar mama Iren dan papa Adi yang kebetulan ada di lantai bawah,Kevin pun ikut mengekor di belakang sang istri sedangkan ketiga buah hati mereka masih menikmati sarapan.
Tok...Tok...
''Ma,Sifa masuk ya...''seru Sifa di luar kamar.
''Iya,masuk saja.''sahut mama Iren.
Cklek
''Papa sakit ma?''tanya Kevin.
''Cuma demam Vin.''jawab mama Iren.
''Gimana ma,sudah di ukur suhunya?''tanya Sifa.
''Sudah,ni.''jawab mama Iren sambil menyerahkan termometer.
''Cukup lumayan tinggi.''gumam Sifa.''Pa,papa...''panggil Sifa yang mana papa Adi sedang tidur.
''Eh iya.''sahut papa Adi.
''Sifa periksa dulu ya pa.''kata Sifa dan di angguki oleh papa Adi.
*****
''Gimana yank?''tanya Kevin setelah Sifa selesai memeriksa.
''Papa gak apa-apa.''jawab Sifa.''Papa cuma kecapekan dan perlu banyak istirahat.''sambungnya lagi.
''Suyukurlah kalau papa gak kenapa-napa.''sahut Kevin.
''Ini aku buatkan resep obat dan vitamin,nanti suruh orang buat beli di apotek ya mas.''kata Sifa sambil menyodorkan satu lembar kertas pada Kevin.
Sifa memang dokter anak tapi dia juga dulunya adalah dokter umum jadi taulah kalau cuma seperti ini.