Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
294.Bab 293


❤️ Happy Reading ❤️


Seperti biasa dan bukan rahasia umum lagi kalau nyonya Wijaya yang satu ini suka keluar masuk dapur setiap harinya.


Setelah berkutat dengan stetoskop beserta teman-temannya,maka kalau di rumah dia akan berkutat dengan peralatan perangnya berupa spatula dan wajan serta teman-teman lainnya.


Sejak pertemuan keluarga yang terakhir dan mendapatkan kata sepakat,Sifa langsung menelpon untuk mengajak Nana makan malam di rumah.


Dia ingin agar semuanya selesai...damai tanpa permusuhan serta dendam yang tersimpan.


''Nanti kalau sudah waktunya makan malam,tolong di tata ya.''pinta Sifa pada beberapa art yang sudah membantunya untuk hidangan makan malam.


''Baik nyonya.''jawab mereka.


''Terimakasih ya...kalau begitu saya ke atas dulu.''ucapnya.


*****


Tibalah waktunya untuk makan malam,semua anggota keluarga sudah berkumpul di sana,tinggal menunggu sang tamu saja.


''Mereka jadi datangkan?''tanya Kevin.


''Iya jadi kok.''jawab Sifa.


''Tapi sampai sekarang belum tiba kak?''tanya Kania.


''Tadi mereka bilang sudah ada di jalan,mungkin sebentar lagi sampai.''jawab Sifa.


Ting Tong


Ting Tong


Ting Tong


''Ah mungkin itu mereka.''kata Sifa begitu mendengar suara bel rumah berbunyi,kemudian dia mengayunkan kakinya untuk berjalan menuju ke pintu utama.


Cklek


Bertepatan Sifa berada tak jauh di depan bagian pintu,pintu sudah di buka oleh salah seorang art.


''Assalamualaikum.''ucapan salam yang terlontar dari Nana,Carlo serta Charli dan satu pengasuhnya.


''Wa'alaikumsalam.''jawab Sifa dengan senyum ramahnya.''Ayo silahkan masuk.''ajak Sifa.


''Maaf ya jadi nunggu lama.''kata Nana yang tak enak hati karena sudah datang terlambat.''Macet banget soalnya,gara-gara ada kecelakaan tadi di jalan.''sambungnya lagi memberi tahu alasan kenapa dirinya datang terlambat.


Saat kakinya menginjak ke ruang keluarga Nana terlihat sekali sedang cemas.


Deg


Betapa terkejutnya begitu melihat semuanya ad di sana.


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


Nana berusaha memberanikan diri untuk menyalami satu persatu anggota keluarga Wijaya.


Tak lupa pula dia mengucapkan permintaan maaf pada mereka terutama pada mama Iren dan juga papa Adi atas segala perbuatannya di masa lalu.


''Karena yang di tunggu sudah datang,jadi kita keruang makan saja bagaimana?.''kata Kevin agar suasana tidak begitu tegang.


''Iya kak,kami juga sudah sangatlah lapar.''sahut Kania.


''Kalau begitu biar aku panggil anak-anak.''kata Putri dan di setujui oleh semuanya.


''Ayo Nana.''ajak Sifa.


''Eh i...iya.''sahut Nana.''Aku...''kata Nana.


''Sudah ayo,nanti kita bisa lanjutkan kembali ngobrolnya setelah makan malam.''potong Sifa dengan cepat.


''Tapi...''kata Nana lagi.


''Gak apa-apa kok.''kata Sifa seolah tau apa yang ada di pikiran mantan istri dari suaminya itu.''Jangan terlalu di ambil hati dan kamu juga harus bisa memaklumi sikap mereka.''sambungnya.


''Iya aku tau kok Fa.''sahut Nana.''Aku sudah begitu banyak menggoreskan luka di hati mereka.''imbuhnya lagi.


''Nanti kita sambung lagi,karena sebaiknya kita cepat menyusul mereka.''ajak Sifa.


*****


Aku ingin meminta maaf karena beberapa hari ini gak up,karena lagi banyak kesibukan yang begitu menyita waktu.


Aku juga mau ngucapin begitu banyak terimakasih karena sudah mau mengikuti karya aku sampai saat ini🙏dan aku di sini juga mau promo novel baru yang akan up besok tanggal 1 Juni.


Semoga suka semuanya dan terimakasih 🙏.