Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
241.Bab 240


❤️ Happy Reading ❤️


Acara aqiqahan baby twins berjalan dengan sangat lancar...setelah segala acara ritual selesai yang dari acara pengajian,pemotongan rambut dan di beri tauziah dari salah seorang ustadz ternama serta pembacaan doa yang mendo'akan baby twins beserta orang tua,kakak serta keluarga besarnya,acara di lanjutkan dengan jamuan.


Para tamu undangan mulai mencicipi segala hidangan dan minuman yang tersedia,mulai dari berbagai kue juga makanan utama.


Ada juga yang di selingi dengan acara ngobrol antara yang satu dengan yang lainnya.


''Selamat ya Vin,Fa.''ucap salah satu tamu.


''Terimakasih pakde.''jawab Sifa.


''Mas,mbakyu mana?''tanya ibu Dewi pada orang tersebut.


''Dia gak bisa datang Wi tapi dia titip salam buat kalian semua.''sahutnya.''Mbakyumu lagi bantuin Siska jagain anaknya di rumah.''lanjutnya lagi.


''Loh memangnya Siska ada di rumah mas sekarang?''tanya ibu Dewi sedikit kaget.''Dan apa mas bilang tadi...anak Siska...berarti di


Siska sudah lahiran mas?''tanya ibu Dewi lagi.


''Iya Wi sudah satu bulan yang lalu Siska sudah melahirkan dan kebetulan sedang menginap di rumah.''kata papanya Siska yang berusaha menutupi masalah yang ada di keluarganya.


Karena ini merupakan sebuah aib untuk keluarganya...malu...sungguh malu dan kecewa itulah yang dirasakan oleh papanya Siska.


Dia merasa telah menjadi seorang ayah serta suami yang gagal dalam mendidik anak dan istrinya.


Mengalahnya untuk menghindari sebuah perdebatan dan pertikaian dalam rumah tangga justru malah mendatangkan sebuah hasil yang seperti ini...andai dia tegas...andai dia berani untuk angkat bicara...andai dia tidak selalu mendukung apa kemauan istrinya...dan andai-andai lain yang banyak berputar di kepalanya.Kalau terjadi di awal bukanlah penyesalan namanya karena penyesalan akan terjadi di akhir tapi sebuah penyesalan bukanlah akhir dari segalanya kalau kita mau berusaha untuk bangkit dan memperbaiki segalanya.


''Iya bener mas.''jawab ayah Harun singkat karena dia tak tau harus ngomong apa pada kakak kandungnya itu.


Iya sejak mereka sama-sama sudah menikah dan memiliki anak hubungan mereka sedikit merenggang,karena seringkali ucapan pedas sang kakak ipar membuat perasaan istri ayah Harun yaitu ibu Dewi terluka dan di tambah lagi dengan sang ponakan yang berselingkuh dengan laki-laki yang merupakan kekasih dari putrinya...itu menambah luka di hati ayah Harun dan istri,marah sudah tentu itu yang mereka rasakan saat melihat putri mereka terpuruk...dan apa yang di lakukan oleh kakak laki-lakinya itu...hanya diam karen terlalu mengalah lebih tepatnya menurut dengan istri serta putrinya tanpa memikirkan perasaan dari keluarga saudaranya sendiri.


''Ehm kalau begitu mas mau kesana dulu ya...''kata papanya Siska yang berusaha ingin pergi guna menghindari para keluarganya yang pasti bakal menanyakan tentang keberadaan istrinya.


*****


''Itu bukannya pakde ya bu'?''tanya Arman tiba-tiba dari arah belakang ayah dan ibu Dewi.


''Astaghfirullah Arman...kamu ini bikin kaget aja.''seru ibu Dewi.


''Lahkan aku nanya nadanya biasa aja bu',kalau teriak-teriak itu baru bikin ibu kaget.''selorohnya.


''Ya tadi kamukan gak ada di sini.''sahut ibu Dewi.


''Tumben pakde datang sendiri bu'?''tanya Arman.''Istrinya mana?''tanyanya lagi.


''Istrinya itu bude kamu lo.''peringat ibu.''Gak ikut katanya.''jawab ibu Dewi kemudian.


''Tumben tu Mak l****r berdua gak ikut...biasanya juga gak pernah absen dan nyinyirin keluarga kita.''timpal Nia.


''Hust gak boleh gitu.''tegur ibu.