
Malam yang begitu tenang hanya terdengar hembusan angin laut memberai rambut Nandini yang lurus. Angin malam yang berlawanan arah membuat ombak laut menerjang tinggi. Air laut menari-nari berusaha meraih kaki cantik wanita itu.
Yahhh Nandini seorang wanita cantik dan terkenal di wilayahnya dan juga kampusnya. Nandini banyak dikenal masyarakat karna kecantikannya, bahkan dia meraih juara satu miss tour se-provinsi. Bukan hanya itu dia juga pernah mengikuti ajang Miss Universe di jakarta. Hal itu membuatnya disukai banyak pria, bukan hanya di kampusnya bahkan dari kampus lain pun berusaha mendapatkan hatinya. Namun, walaupun sudah menginjak umur 22 tahun, wanita itu tidak tertarik untuk mengetahui apa itu cinta.
Sudah jam 00.00 wib Nandini masih d Bibir pantai menikamati angin malam.
Ia hanya memandang arah laut dengan tatapan kosong, bulan purnama dan bintang-bintang menemani malamnya. Begitu indah sehingga sampai tidak ingin meninggalkan tempat itu.
“Nandini.... Nandini......”
Suara David dari kejauhan memecahkan lamunan Nandini. Sosok David berlari perlahan menghampiri Nandini. Siapa yang tidak kenal David, pria dari keturunan Amerika. David salah satu pemilik perusahaan termana di Amerika. Ayahnya rogert sengaja mengirimkan David ke Indonesia untuk menyelesaikan study S2 nya. Bukan pilihan ayahnya mengapa David kuliah di Indonesia, tetapi karna David ingin dekat dengan neneknya, yahh itu alasan pertamanya dan alasan keduanya adalah ingin dekat dengan malaikat kecilnya.
David adalah pria keturunan campuran dari ibu dan ayahnya. Ibu David orang Indonesia dan ayahnya orang Amerika. Mereka bertemu di Indonesia dan memutuskan untuk menikah. David memiliki saudara bernama angel yg sekarang berada di Amerika bekerja diperusahaan ayahnya. Sangat berbanding terbalik dengan Nandini. Nandini adalah seorang putri tunggal dari kedua orang tuanya. Ayahnya dan ibunya bekerja sebagai pegawai sipil di medan.
“Kamu ngapain disini sendirian? “ Tanya David dengan wajah khawatir, “aku hanya memandang laut, ada apa? “ Tanya Nandini.
“Ayo kembali ke tenda. sekarang udah tengah malam, ga bagus buat kesehatan kamu. kamu ini buat khwatir aja“ Paksa David.
Aku memandang sosok pria yg didepan ku. Sudah satu tahun dia bersahabat denganku. Dan semua orang tahu bahwa David mencintai ku. Hanya saja dia tau bahwa aku tidak pernah memikirkan apa itu cinta. Banyak wanita yg mengejarnya tapi dia tetap setia menunggu ku. Kenapa dia mencintaiku? Itu pertanyaan yg belom dapat aku tembus dari pikirannya. Tapi satu hal yg aku tau dia mencintaiku bukan karna aku cantik.
Sesampai ketempat kemah aku langsung ke tenda. Aku merasa lelah, sebenarnya dari tempat tadi ke tempat kemah hanya sejauh 50 meter tapi rasanya aku begitu lelah setelah berjalan. Kepala ku terasa pusing. David hanya memandangi ku karna aku meninggalkannya tanpa satu ucapan pun.
Matahari kembali muncul, semua mahasiswa kembali untuk berbaris. Kami telah melewati perkemahan disalah satu pantai di kota Mela. Setelah meeting kami masuk ke bis Masing-masing. Aku lebih memilih duduk paling belakang. Tiba-tiba bahu ku terasa berat, tanpa ijin David menyandarkan kepalanya ke bahu ku lalu memejamkan mata. Aku hanya diam tidak meronta. Kami melalui perjalanan beberapa jam dengan alunan musik dalam bis.
Sudah sampai di kampus, David menarik ransel ku dan membawa ku ketempat parkir mobil. Aku tersenyum, seperti biasa kemanapun aku pergi selalu David yang menemani ku. Kami meninggalkan kampus naik mobil David. Sesampai dirumah tidak ada siapa pun, ibu dan ayah belum pulang kerja.
“Makasih ya” Sambil melemparkan senyum manis ku kepada David.
Tanpa berkata apapun David meninggalkan pekarangan rumah.
Setelah perjalanan jauh aku lebih Memilih mandi terlebih dahulu. Aku bercermin dan mendapati kulit tangan ku bintik-bintik merah. Setelah mandi ibu dan ayah sudah pulang. Ibu langsung ke dapur menyiapkan makan malam. Badan ku terasa panas. Dan bintik dibadan ku semakin banyak. Selesai makan aku langsung kekamar. Malam ini aku melewati mimpi buruk.
***