Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
278.Bab 277


❤️ Happy Reading ❤️


Pagi ini sarapan di mension keluarga Wijaya dengan formasi yang lengkap karena pembicaraan tadi malam yang sampai larut jadi mengharuskan mereka untuk menginap di sana.


''Pagi...''seru Kevin dia turun bersama sang istri.


Dan tentu saja tadi Sifa sudah turun terlebih dahulu untuk menyiapkan sarapan dan membantu para anak-anaknya bersiap,barulah dia kembali ke kamarnya sendiri untuk bersiap juga menyiapkan keperluan sang suami tercinta...si mantan duren.


''Selamat pagi.''sahut semuanya.


''Roman-romannya sudah gak kusut lagi tuh muka...''ledek Kania.


''Emang ada ya muka aku kusut?''tanya Kevin.''Muka ganteng gini kok...''ucapnya penuh percaya diri.


''Wah amnesia ni kakak...''cibir Kania lagi.''Terus yang tadi malam apa ya...''katanya lagi.


''Emang bener ya yank muka aku semalam kusut?''tanya Kevin pada sang istri.


''Enggak kok sayang...suami ku ini apa pun yang terjadi tetap ganteng.''puji Sifa.


''Terimakasih sayang.''ucap Kevin lalu mengecup punggung kanan Sifa.


''Ehem...ehem...masih ada kita loh disini...''seru Kania lagi.


''Sirik aja.''sahut Kevin.


''Sudah-sudah...kalian ini kalau ketemu.''kata papa Adi melerai karena kalau tidak ketiga anak-anaknya itu akan terus saling meledek sampai tak ingat waktu.


''Lebih baik kalian cepat sarapan agar tidak kesiangan nantinya.''saran mama Iren.


''Ini pasti kakak ipar yang masak.''kata Sifa.''Enak banget.''pujinya.


''Iya enak banget.''timpal Putri.''Padahal aku sudah minta resep sama kakak ipar tapi kok tetap gak bisa sama rasa masakan aku sama masakan kakak ipar.''keluhnya.


''Padahal kak Putri juga pinter masak tapi masih ngerasa gitu...apa kabar dengan aku yang gak pernah masak.''sahut Kania.


''Makanya kamu juga belajar masak dong honey...jadi kamu bisa masakin aku sama anak-anak.''kata Chiko suami Kania.


''Kamukan memang tau aku gak bisa masak honey dan kamu juga bilang kalau gak menuntut aku untuk bisa masak.''kata Kania pada sang suami.


''Chiko memang mungkin tak menuntut sayang tapi apa salahnya kalau kamu itu juga belajar memasak.''sahut mama Iren.


''Iya masak suami yang masakin art terus,memangnya Chiko itu suami kamu apa suami art.''sahut Kevin.


Alhasil membuat Kania menjadi terpojokkan.


''Seenak apa pun masakan art dengan seburuk apapun rasa masakan istri...seorang suami pasti akan lebih memilih untuk memakan makan istrinya.''kata yang Kemal lagi dan di angguki oleh semuanya yang membenarkan atas semua omongan Kemal.


''Sesekali seorang suami juga perlu di manjakan perut dan lidahnya Kan.''kata putri ikut bicara.''Anakmu juga mungkin kalau sudah bisa menyampaikan aspirasinya pasti bilang ingin makan masakan maminya.''imbuhnya lagi.


''Ingat Kan...seorang wanita gak hanya harus jago di ranjang saja tapi juga harus jago di dapur....itu baru namanya paket komplit.''sahut Sifa.


''Tapikan aku kerja kak...sibuk.''kata Kania tetap beralasan.


''Itu bukan sebuah alasan Kan.''sanggah Sifa.''Aku juga kerja...jadi bagaimana kita harus pintar-pintar membagi waktu saja.''sambungnya.


''Ingat Kan jangan sampai suamimu yang tampan plus mapan itu sampai pindah ke lain hati...ke wanita yang bisa memanjakannya dalam segala hal.''peringat Kemal.


''Tenang honey...aku gak akan berpaling dari kamu.''kata Chiko sambil memegang sebelah tangan sang istri yang ada di sampingnya.


''Ni aku mau tanya sama kamu ya Ko...tapi kamu jawab dengan jujur.''kata Kevin.


''Iya kak.''jawab Chiko.


''Jujur gimana perasaan kamu saat teman-teman kamu menceritakan tentang masakan istrinya atau gini yang simpel gimana perasaan kamu ngelihat aku dan Kemal di masakin sama istri-istri kita?''tanya Kevin.


''Jujur ni jawabnya...gak boleh bohong.''timpal Kemal.


''Maaf ya honey.''ucap Chiko menatap sang pujaan hati.''Jujur sebenarnya ada perasaan iri juga sih kak...ingin di gituin juga sama istri sendiri.''jawab Chiko.''Tapi balik lagi...aku tak ingin membebani atau menuntut Kania untuk melakukan itu semua tanpa keinginan atau inisiatifnya sendiri.''sambungnya lagi.


''Maafkan aku ya honey.''ucap Kania yang jadi merasa bersalah.


''Tidak apa-apa.''jawab Chiko.


''Dengerin itu Kan.''seru Kevin.


''Kamu itu harusnya lebih peka jadi istri.''sambung Kemal.


Kedua kakak beradik itu memang sudah lama ingin membuat adik bungsunya itu berubah dan mau memasak seperti istri-istri mereka,terlebih dia juga sudah berumah tangga...memiliki anak dan suami,karena Kemal serta Kevin kasihan pada adik ipar mereka.


''Sudah-sudah sarapan dulu...malah jadi bahas kemana-mana.''tegur mama Iren yang sebenarnya dalam hatinya juga bersyukur karena putra-putranya serta para menantu wanitanya mau menasehati Kania...karena kalau dia yang menasehati sudah tidak mempan.