
❤️ Happy Reading ❤️
Seharian ini Kevin dan rombongan benar-benar bahagia...mereka menikmati satu hari ini dengan bersenang-senang di luar.
Memanfaatkan waktu yang tinggal satu hari ini dengan sebaik mungkin,karena esok hari mereka harus kembali ke kota yang berarti mereka akan di sibukkan lagi dengan segala aktivitas serta rutinitas seperti sebelum-sebelumnya.
Keesokan harinya mereka harus siap berkemas untuk pulang...,bisa saja mereka santai sedikit dan pulang agak siangan tapi yang jadi masalah di sini bahwa Nana dan keluarga kecilnya harua kembali kenegaranya menggunakan penerbangan selepas sholat magrib dan mereka tak mau menanggung resiko telat atau harus berkendara dengan terburu-buru yang bisa saja berakibat sangat fatal nantinya,belum lagi harus menghadapi kemacetan yang pasti jalan akan padat merayap karena semua yang berlibur pasti juga akan kembali ke kota sama seperti mereka.
''Mbok,mang...kami ucapkan terimakasih banyak ya...karena sudah mau mengurus vila ini dan terutama sudah menjamu kami dengan baik selama di sini.''ucap Sifa.
''Itu memang sudah kewajiban kami nyonya.''jawab mbok Darmi.''Harusnya kami yang berterimakasih karena kami di percaya untuk mengurus vila ini.''sambungnya lagi.''Iya kan pak?''tanyanya pada sang suami.
''Iya bener nyonya.''sahut mang Jajang.
''O iya ini ada sedikit untuk tambah-tambah belanja ya mbok.''kata Sifa sambil menyerahkan amplop yang berisi uang pada mbok Darmi.
''Gak usah nyonya,gaji kami sudah lumayan lebih dari cukup di tambah lagi hasil kandang dma dan kolam.''tolak mbok Darmi.
''Gak apa-apa mbok...terima ya...''kata Sifa.
''Sudah terima saja mbok.''timpal Kevin.
''Ba...baiklah saya terima nyonya, terimakasih.''ucapnya.
''Sama-sama mbok,kalau begitu kami pamit ya...assalamualaikum.''pamit Sifa dan yang lainnya.
''Wa'alaikumsalam.''sahut mbok Darmi dan mang Jajang.
''Kapan-kapan kalian juga harus main ke kota.''kata Kevin.
''Iya den.''sahut mang Jajang.
''Kalau mau ke sana telpon saja mang,nanti kita jemput.''sahut Kemal.
''Baik den.''jawab mang Jajang lagi.
''Kalau gitu pamit ya mang...assalamualaikum.''kata Kemal.
Sifa dan Kevin bukan orang yang gak punya hati,mereka berdua tau ikan dan ayam yang mereka bakar kemarin di rawat dengan mengeluarkan biaya oleh mbok Darmi dan mang Jajang,makanya mereka sengaja memberikan amplop...ya anggap saja untuk membayar ikan dan ayam yang mereka makan agar bisa di gunakan untuk memenuhi kebutuhan pasangan paruh baya itu.
''Sepi lagi ya pak.''kata mbok Darmi dengan sedih sambil melihat mobil Kevin. yang yang lainnya keluar dari halaman vila.
''Iya mbok.''sahut mang Jajang.
*****
Sampai di kota,mereka langsung berpisah menuju ke kediaman masing-masing.
Yang pastinya mereka ingin mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah selama di perjalan yang padat merayap.
''Ma,pa,kami langsung ke kamar ya.''kata Kevin saat baru saja sampai dan masuk ke rumah.
''Iya,papa sama Mama juga mau langsung ke kamar...mau istirahat.''sahut mama Iren.
Alhasil mereka langsung menuju ke kamar masing-masing untuk istirahat sejenak.
''Mas.''panggil Sifa namun Kevin tak kunjung bangun.
''Mas.''panggilnya lagi s dikit lebih keras sambil menggoyangkan lengan Kevin.
''Emmm apa sih sayang,masih capek ni...masih ngantuk...sini mas peluk,kita bobok lagi.''kata Kevin yang belum juga membuka matanya tapi tangannya sudah merangkul Sifa.
''Mas apaan sih.''kata Sifa sambil melepaskan pelukan Kevin.''Bangun dulu.''katanya lagi.''Ini sudah sore tau...Kitakan harus nganter Nana dan keluarganya ke bandara.''katanya lagi dengan sedikit dongkol.
''Lima menit lagi ya.''tawar Kevin.
''Gak ada...cepetan bangun.''kata Sifa.''Yang ada nanti kita telat lagi.''sambungnya.
''Iya...iya bawel.''kata Kevin langsung membuka matanya dan berlari kearah kamar mandi.
''Ih mas...kamu ngatain aku bawel!''seru Sifa.