Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
233.Bab 232


❤️ Happy Reading ❤️


Lain Sifa lain pula Siska...keadaan Siska berbanding terbalik dengan apa yang di rasakan oleh Sifa saat ini.


Sudah sebulan lebih Siska melahirkan namun belum sekalipun Erik datang untuk menemuinya.


Sampai tiba hati ini...Erik pulang ke tanah air untuk menyelesaikan segala masalahnya.


''Erik...''panggil Siska saat melihat Erik masuk kedalam kediaman Hendarto.


Memang Siska masih tinggal di sana sampai setelah melahirkan seperti saat ini.


''Bagaimana kabarmu?''tanya Erik berbasa-basi.


Namun Siska langsung ingin berhambur memeluk Erik saat pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu berdiri tepat di depannya dan hal itu refleks membuat Erik mundur beberapa langkah.


''A...aku baik.''jawab Siska dengan perasaan kecewanya...ternyata suaminya itu masih saja marah padanya setelah sekian lama pergi tanpa ada kabar berita.


''Lihatlah Rik...aku sudah melahirkan dan lihat itu...itu anak kita.''kata Siska dengan tangan yang menunjuk pada arah kereta bayi di mana anaknya berada.


''Bukan anak kita Siska...tapi anak kamu.''ucap Erik dengan datar lalu melenggang pergi dari sana untuk menemui seluruh anggota keluarganya.


*****


Setelah makan malam usai...Erik dan seluruh anggota keluarga sudah berkumpul di ruang keluarga.


Erik pun meminta salah satu art di rumahnya untuk memanggil Siska.


''Mau aku tuntaskan malam ini juga.''kata Erik.


''Kamu yakin Rik?''tanya sang kakak.


''Aku yakin kak.''sahut Erik.


''Papa harap kamu sudah memikirkan semua ini secara masak-masak karena kami tidak ingin kamu kecewa nantinya karena salah langkah.''tuturnya dan di angguki oleh Erik.


''Ada apa?''tanya Siska.


''Duduk dulu...''kata Erik.


''Sudah.''kata Siska yang sudah duduk manis di salah satu sofa.


''Apa ini Rik?''tanya Siska.


''Kamu bisa baca sendiri.''jawab Erik.


Siska pun mengambil surat itu dan membacanya.


''Apa-apaan ini Rik?''seru Siska.''Kamu ingin menceraikan aku?''tanyanya.


''Kamu benar.''sahut Erik santai.


''Gak bisa kayak gini dong Rik.''kata Siska.''Kita saja baru punya bayi.''lanjutnya.


''Kamu bukan kita karena bayi itu bukanlah anak aku.''bantah Erik lalu melemparkan photo copy'an surat hasil tes DNA yang sudah dia lakukan secara diam-diam bersama anak yang baru saja di lahirkan Siska.


Siapa yang mengambil sampel rambut yang di gunakan untuk tes DNA adalah sang kakak dan kakak ipar Erik.


''Masih mau mengelak lagi!''bentak Erik.''Apa perlu beberkan semuanya disini.''sambungnya lagi.


''Sekarang juga aku jatuhkan talak untukmu Siska.''kata Erik dengan lantang.''Mulai saat ini...detik ini kita sudah bukan lagi suami istri...kamu bukan siapa-siapa ku.''lanjutnya


''Sekarang juga tanda tangani surat ini.''perintah Sifa.


''Dan sekarang juga aku antarkan kamu kepada keluargamu.''kata Erik.


Erik membawa Siska keluar dari kediamannya dengan baby yang di gendong oleh salah satu art dan art yang lainnya sudah membawa pakaian


*****


''Assalamualaikum.''


''Wa'alaikumsalam.''


''Kalian...''kaget papa Siska.''Eh ayo masuk-masuk.''kata sang papa mempersilahkan.


''Pa...malam ini Erik kesini karena Erik ingin memulangkan kembali Siska pada anda orangtuanya.''kata Erik.


''Apa maksud kamu Rik!''bentak mamanya Siska yang syok karena mendengar kata-kata Erik yang memulangkan anak perempuannya.