Malaikat Kecilku

Malaikat Kecilku
238.Bab 237


❤️ Happy Reading ❤️


Tidak sampai disitu saja...pesanan mama Iren yang lain pun juga sudah datang jadi kini saatnya para anggota keluarga yang di bantu oleh para art untuk mengemasnya,karena pesanan kali ini belum di kemas.


Sesuai dengan permintaan Kevin dan Sifa,mereka juga akan memberikan tas dan perlengkapannya seperti buku,kotak pensil beserta dengan isinya.Ini akan mereka berikan untuk para anak yatim piatu yang ada di panti asuhan miliknya yang juga akan di undang besok tak lupa pula selimut yang juga mereka kemas untuk para lansia di panti jompo milik mereka.


Satu lagi ada yang di kemas oleh mereka.


''Cari amplop Mal?''titah Kevin.


Setelah mengatakan itu dan di angguki oleh Kemal,Kevin kemudian pergi ke kamarnya dengan Sifa.


''Buat apa Fa?''tanya Nia namun hanya di jawab dengan Sifa mengangkat bahunya tanda tak tahu juga.


Setelah beberapa saat Kemal sudah kembali membawa satu pak amplop yang berbarengan dengan Kevin yang sudah membawa amplop coklat di tangannya.


''Tolong masukkan ke dalam amplop masing-masing tiga lembar.''kata Kevin.


''Gak satu saja ni?''tanya Nia.''Apa gak habis banyak ini?''tanyanya lagi,maklumlah dia sama seperti author dari kalangan orang yang gak punya hehehe...


''Gak apa-apa kak...kan sudah kita niatkan dalam hati.''sahut Kevin.


''Kenapa harus tiga kak?''tanya Kania.


''Karena anak kakak ada tiga...hehehe...''hawab Kevin asal dan kemudian di sertai dengan kekehannya yang membuat Sifa ikut tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


''Ini buat siapa saja amplopnya?''tanya papa Adi.


''Buat anak-anak yatim piatu,lansia dan juga para orang-orang serta anak-anak jalanan pa.''jawab Kevin.


''Waduh banyak bener...''celetuk Arman.


''Baik dan pinter banget sih suami aku ini.''ujar Sifa sambil tersenyum manis.


''Suami siapa dulu dong.''sahut Kevin menimpali.


''Suaminya aku dong.''kata Sifa.


''Bucin-bucin.''ejek Kania.


''Huh dasar jones...jomblo ngenes.''ejek balik Kevin.


''Jomblo-jomblo gini aku itu jomblo terhormat loh kak...jomblo high class...jomblo bahagia.''ujar Kania.


''Cih jomblo aja bangga.''ledek Kevin lagi.


''Yang mananya jomblo mau bagaimanapun tetap aja jomblo dek.''sahut Kemal ikut menggoda sang adik.''Belum laku...''ujarnya lagi.


''Enak aja aku itu bukannya belum laku ya tapi aku itu lagi memilih yang terbaik untukku kelak tau.''sahut Kania.''Kalau yang mau sama aku mah ngantri banyak kayak emak-emak yang ngantri beli minyak goreng tau.''sambungnya lagi.


''Jangan terlalu pilih-pilih dengan kriteriamu yang wow banget itu dek.''peringat Kemal.''Nanti malah gak laku jadinya...gak ada yang mau.''lajutnya lagi.


''Ih kakak kok gitu sih ngomongnya.''kata Kania dengan sedikit cemberut mendengar omongan dari Kemal.


''Jangan mencari yang sempurna karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah SWT.''sahut Sifa ikut bicara.''Cari saja yang sudah bener-bener srek di hati kamu saja Kan...jadi kalian bisa saling menyempurnakan dan saling melengkapi maka dari itulah kita di ciptakan untuk saling berpasangan.''sambung Sifa lagi.


''Dengerin tu apa kata kakak kamu.''timpal mama Iren yang sebenarnya juga sudah sangat ingin putri bungsunya itu mempunyai pasangan.


''Iya.''sahut Kania.