Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 95 - Anggota Pertama Guild


Di pagi hari, Anna memesan taksi untuk dia, Bimo, dan Yola pergi ke Akademi Hunter.


Gina sebenarnya menawarkan dirinya untuk menjemput Anna, namun karena dia akan pergi dengan dua temannya, Anna dengan terpaksa harus menolak tawaran tersebut.


Saat mereka sudah berada di lingkungan Akademi, semua siswa yang kebetulan berpapasan atau melihat mereka dari jauh, memerhatikan Bimo yang sedang menggendong sebuah manekin di punggungnya.


Berbeda dengan kemarin malam saat Miyuki meminta Bimo untuk sengaja melepaskan aura keberadaannya, saat ini mereka merasa Bimo hanyalah seorang Hunter berperingkat E, karena dia telah menyembunyikan energi Mana nya sampai batas terendah yang ia bisa.


Walaupun di kalangan Hunter profesional peringkat E masih terbilang sangat rendah, namun untuk kalangan siswa Akademi, peringkat E sudah cukup bagus.


Sebab itulah, selain karena Bimo yang menarik perhatian karena sedang menggendong sebuah manekin, para siswa juga memerhatikannya karena dia Hunter berperingkat E yang cukup bagus di mata mereka.


Juga, karena Bimo adalah orang yang baru pertama kali mereka lihat di Akademi. Terlebih lagi, dia datang bersama selebritis Akademi, Anna.


Ya. Anna sudah menjadi selebritis dengan banyak penggemar hanya dalam 1 malam.


Berita mengenai dirinya yang telah menjatuhkan Luke Stewart dan Milena Williams yang berperingkat di atasnya hanya dalam 1 serangan, menyebar bagaikan wabah ke seluruh siswa Akademi.


Selain karena hal-hal di atas, Anna juga memiliki nilai tambah lain. Kecantikannya.


Kecantikan yang bukan hanya digilai oleh para siswa, baik itu siswa baru hingga siswa senior, namun juga dikagumi oleh para siswi.


Anna akhirnya menjadi bahan pembicaraan hangat di media sosial milik Akademi Kota C karena kekuatan dan kecantikannya.


Ketenaran Anna yang menanjak tajam hanya dalam semalam itu akhirnya membuat siswa-siswi yang mencibir Anna, saat dia dan Ren berada di taman kemarin, saat ini sedang menyesali apa yang telah mereka lakukan.


°°°


“Anna, Yola. Kalian sudah datang?” Sapa Lucy dengan bersemangat saat kebetulan bertemu mereka di simpangan koridor.


“Hallo Lucy.”


“Pagi Lucy.”


Sahut Anna dan Yola hampir bersamaan.


Lucy kemudian menatap Bimo dan manekin yang sedang di gendongnya.


Melihat Bimo berjalan agak di belakang Anna, yang berjalan bersebelahan dengan Yola, Lucy menebak bahwa dia mungkin orang suruhan Anna atau asisten di keluarganya. Atau bahkan mungkin asisten pribadinya.


Mengingat anak-anak dari Hunter kaya sudah biasa mempekerjakan Hunter-hunter non Asosiasi sebagai penjaga putra dan putri mereka, Lucy menganggap hal itu sangat mungkin.


Jadi, Lucy kembali berbicara pada Anna dengan maksud bercanda.


“Apa kau membawa manekin itu untuk kau pukuli? Yah, mengingat tak ada lagi yang mungkin berani berkelahi dengan mu.”


Anna tertawa lalu menoleh pada Lucy.


“Apa yang kau katakan separuh benar dan separuh salah.” Sahut Anna yang kemudian kembali tertawa.


“Apa? Bagian mana yang benar?”


Anna menoleh ke belakang dan menatap kepala manekin di pundak Bimo.


“Manekin ini mungkin akan mewakiliku untuk berkelahi jika ada yang mengganggu di kemudian hari.” Sahut Anna.


“Hah? Apa manekin ini bisa bergerak?”


“Kau mau melihatnya?”


Lucy mengerutkan keningnya.


“Ini adalah produk pertama keluaran perusahaan ku.” Ucap Anna seraya mengelus-elus kepala manekin.


“Oke…” sahut Lucy datar. Dia pernah mendengar bahwa orang-orang hebat dan orang jenius kadang bertingkah aneh. Jadi dia berusaha memaklumi kata-kata aneh Anna.


Sebenarnya, tak ada satu pun kata aneh yang terlontar dari mulut Anna. Namun, karena usia Lucy masih sangat muda, kata-kata usaha dan produk perusahaan, terdengar lucu baginya saat kata-kata itu keluar dari mulut seorang gadis yang bahkan ia tahu memiliki usia 1 tahun lebih muda darinya.


Mereka kembali berjalan menyusuri koridor, sampai keluar dari bangunan pertama.


Melihat arah tujuan mereka tampak tidak benar, Lucy bertanya lagi, “Kalian mau ke mana? Kelas kita tidak ke arah sini.”


“Oh, kami mau ke ruangan kepala Akademi.” Sahut Anna.


“Apa? Apakah kau memiliki janji dengan kepala Akademi?”


“Ya. Kau ikutlah dengan kami.”


“Hah? Tapi, aku harus mengikuti jam pelajaran pagi.” Sahut Lucy, dia kemudian menoleh pada Yola. “Kau mau ikut dia?”


Yola mengangguk, lalu tersenyum canggung.


“Ku rasa aku akan pergi ke kelas. Aku tidak seperti mu yang bisa mengalahkan peringkat C hanya dengan satu pukulan.” Ucap Yola seraya mengedipkan sebelah matanya pada Anna. Dia kemudian tertawa.


“Oh ya, ngomong-ngomong, apa kau mendapatkan undangan untuk nanti malam?” Anna tidak memerdulikan candaan itu saat dia mengingat hal lain.


“Dari guild Gold Dragon?”


“Ya.”


“Tidak. Hanya kau dan Luke yang mendapatkannya. Aku hanya mendapatkan dari guild Phantom.” Sahut Lucy yang kemudian tersenyum tawar.


Walaupun guild Phantom adalah yang terbesar ke 3 di Kota C, namun akan berbeda tingkat kebanggaannya jika dia mendapatkan undangan dari guuld Black Diamond atau Gold Dragon.


Anna menghentikan langkahnya dan menatap Lucy.


“Tentu, aku akan datang ke acara penerimaan anggota baru mereka.” Sahut Lucy dengan wajah bingung. Dia juga akhirnya menghentikan langkahnya dan berdiri menatap Anna.


“Lucy, aku ingin kau bergabung dengan guild ku.” Ucap Anna kemudian.


Lucy terdiam. Dia menatap Anna dan berusaha mengulang kata-kata Anna kembali di dalam pikirannya, lalu terkejut setelah meyakini pendengarannya.


“Apa?!”


“Aku akan mendirikan guild.”


Lucy menatap Anna lekat-lekat.


"Maksud mu, kau ingin mengajak ku masuk ke guild milik keluarga mu?" Tanya Lucy. Dia ingin meyakinkan apakah kalimat Anna tidak salah.


"Tidak. Aku akan mendirikan guild ku sendiri."


Lucy kembali diam sesaat sebelum akhirnya berbicara, “Ku kira kau berasal dari salah seorang keluarga kaya yang sudah memiliki guild.” Ucap Lucy yang kemudian tertawa. Namun, hanya sebentar, Lucy akhirnya kembali bertanya, “Apa kau serius? Apa kau tahu persyaratan untuk membangun sebuah guild?” tanya Lucy dengan tatapan curiga. Setahunya, Anna adalah orang yang malas mencari informasi sebelum melakukan suatu hal.


“Aku tidak sedang bercanda.” Sahut Anna.


Lucy menoleh pada Yola yang hanya diam menyimak pembicaraan mereka.


Pada saat itu, seseorang menghampiri mereka secara perlahan.


“H-halo…” sapa pria itu dengan ragu-ragu.


Bukan pada Anna, namun pada Bimo Gandri yang sangat dia segani.


Bimo menatap pada pria itu dan tersenyum padanya.


“Oh, kau adik pemilik toko bunga? Ren, kan?”


“Ya…, Anda mengingat saya, tuan?”


“Tentu saja.” Sahut Bimo. Ia menatap Ren dengan senang.


‘Dia salah satu orang yang akan direkrut nona Anna.’


Ren mengangguk dengan membungkukkan tubuhnya sedikit pada Bimo, lalu menoleh pada Anna.


“Apa aku boleh bergabung dalam guild mu?” tanya Ren pada Anna.


Anna tersenyum mendengar pertanyaan itu. Dia memang ingin memasukkan Ren dalam rencananya. Namun, dia tak menduga Ren akan menawarkan diri terlebih dulu.


“Tapi, bukankah kakak mu akan mengkhawatirkan mu?” tanya Anna balik. Dia sendiri sebenarnya akan membujuk Rin jika itu diperlukan.


“Aku akan berbicara padanya.” Sahut Ren dengan wajah serius.


Entah apa yang Ren pikirkan sejak tadi malam hingga ia tiba-tiba mengubah rencana masa depannya.


Anna juga agak terkejut dengan sikap Ren akan rencana masa depannya yang tiba-tiba berubah.


“Sebenarnya, ini sedikit mengejutkan. Bukankah kau sebelumnya ingin menjadi Hunter Asosiasi dan bekerja sebagai penambang?” tanya Anna dengan matanya yang menyipit, menatap Ren dengan tanda tanya di pikirannya.


Ren diam. Dia kemudian melirik pada Bimo. Ren yakin jika Bimo yang sangat kuat itu pasti akan berada di guild yang sama bersama Anna.


Belum lagi, dia tahu kekuatan Anna, yang walaupun tampak terasa seperti seorang berperingkat F, namun dia menduga Anna sebenarnya Hunter berperingkat S yang sedang menyamarkan energi Mana nya.


Saat Ren tampak sedang melamun, seseorang berbicara.


“Aku akan bergabung.”


Lucy akhirnya memutuskan untuk bergabung bersama Anna.


“Kalau guildnya tak kunjung di dirikan karena terkendala izin dan persyaratan, toh aku tinggal meminta ayah ku untuk memasukkan ku ke guild keluarga.” Pikir Lucy, sebelum ia tadi memutuskan untuk menyatakan akan bergabung.


Keluarga Logan, keluarga besar Lucy, memang memiliki sebuah guild. Namun, karena mereka berasal dari Kota D yang terbilang kecil, maka ketenaran guild itu berada jauh di bawah guild-guild peringkat 5 sampai dengan 10 milik Kota C.


Karena itulah Lucy akhirnya dikirimkan keluarga besarnya untuk belajar di Akademi Kota C agar bisa diterima juga di guild Kota C.


Keluarga Logan telah kehilangan 2 Hunter muda terbaik mereka yang kebetulan adalah kakak-kakak kandung Lucy.


Jadi, dengan mengirimkan anak bungsu mereka ke Kota C, keluarga Logan berharap Lucy akan memiliki nasib yang lebih baik dengan banyak Hunter hebat di sekelilingnya yang akan membantu melindungi putri kesayangan mereka saat sedang berada di Dungeon.


“Senang mendengarnya. Selamat bergabung.” Ucap Anna dengan ceria, lalu dia mengulurkan tangannya pada Lucy dan mereka kemudian berjabat tangan.


Setelah itu Anna menatap Ren dan juga menjabat tangannya. “Kau juga. Selamat bergabung.”


Ren agak terkejut, karena dia masih memikirkan jawaban yang tepat pada pertanyaan Anna. Dia merasa pertanyaan itu mungkin adalah sebuah ujian baginya.


Namun, dia langsung menyambut tangan Anna dan mereka pun berjabat tangan.


“Terima kasih.”


Anna kemudian menatap Ren dan Lucy sebentar dan berbicara, “Baiklah, tugas pertama kita…, ayo kita mengunjungi kepala Akademi bersama-sama.”


“Ya? Tapi, bukannya kita harus mengikuti pelajaran pagi terlebih dulu?” tanya Ren, setengah protes.


Lucy mendengus.


“Apa kau sedang menguji kami? Ayo kita pergi menghadap kepala Akademi. Yah, walaupun aku tidak tahu apa tujuan mu.” Ucap Lucy. Dia memberikan tatapan malas pada Anna.


•••