Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 285 - Markas Makhluk Kloning


Kali ini Anna berpindah ke sebuah laboratorium yang berada di kota Tokyo, Jepang.


Seorang pria yang berusia sedikit lebih tua darinya, sedang sibuk menyembuhkan pria paruh baya yang terluka sangat parah dengan berusaha menstabilkan mesin pemulihan yang baru saja selesai dibuatnya.


"Bisa kau keluarkan saja dia dari tabung itu?" ucap Anna pelan, berusaha untuk tidak mengagetkan Jirou Sato, putra bungsu dari Takayoshi Sato. Penemu pertama sistem pengekstrak energi Mana monster yang akhirnya membuat sistem kenaikan peringkat seorang Hunter.


Walaupun Anna sudah berbicara dengan pelan dan sangat hati-hati, Jirou yang saat itu sedang berkonsentrasi penuh pada tombol-tombol layar sentuh di hadapannya, tetap saja kaget setengah mati.


Jirou yang merupakan seorang Hunter peringkat S dan sudah terlatih bertarung itu, dengan refleks langsung menyerang Anna. Tapi, Anna dengan mudah menangkap tangan pria itu. Memelintirnya, lalu mengunci gerakan Jirou.


"Lihat wajahku baik-baik dan kenali aku," ucap Anna, sambil melepaskan Jirou dan memutar tubuhnya.


Yang Anna maksud dengan kata-katanya adalah 'kau bisa membuat dirimu mati karena menyerang orang yang salah'.


Jirou gemetaran saat mengenali siapa gadis itu. Ia tahu Anna sudah membuang energi Mana Kenichiro Tanaka. Ia sebenarnya tidak ingin hal itu terjadi juga pada ayahnya. Tapi, Jirou tidak memiliki daya apa pun untuk bisa mencegah Anna yang sudah datang dan pasti berniat untuk menghapus energi Mana ayahnya juga.


Dengan sangat putus asa, ia menatap Anna sambil sesekali menatap ayahnya yang berada di dalam tabung kaca.


°°°


Karena Jirou tidak terlihat ingin menghentikan pengobatan pada ayahnya, Anna akhirnya menghampiri tabung kaca itu dan memecahkannya.


Air yang tadinya memenuhi tabung bersama tubuh Takayoshi, tiba-tiba lenyap menguap begitu saja. Dari situ, Jirou sudah tahu bahwa gadis itu benar-benar bukanlah tandingannya.


Dia tidak memiliki kekuatan untuk mencegah Anna, selain berlutut dan memohon.


"Anna-San!" seru Jirou, sambil membanting kedua lututnya ke lantai. "Tolong jangan..."


Jirou tidak sempat menyelesaikan kalimatnya karena kedua lututnya tiba-tiba menegang dan ia berdiri kembali tanpa diinginkannya.


"Aku tidak bisa membiarkan ini," ucap Anna, sembari memegang ubun-ubun Takayoshi dan menarik semua energi Mana nya.


"Energi Mana nya sudah bercampur dengan energi Mana iblis." Ucap Anna lagi, sembari 'menaruh' tubuh Takayoshi di atas tempat tidur hanya dengan menerbangkannya.


"Jangan terlalu bersedih. Kalian sudah tidak membutuhkan energi Mana karena gerbang Dungeon tidak akan pernah bermunculan lagi," ucap Anna, sambil menoleh ke arah pintu, "Jadi jangan terlalu disesali atau pun bersedih karenanya," tambah Anna, sambil menatap Eiko, yang baru saja datang setelah mendengar keributan didalam laboratorium itu.


Beberapa hari yang lalu, Eiko datang untuk meminta bantuan pada Jirou agar ia mengembalikan energi Mana ayahnya. Ia rela menghabiskan seluruh harta keluarganya untuk hal itu. Tapi, secara kebetulan, Takayoshi tiba-tiba saja muncul dengan luka-luka yang sangat parah. Jadi, Jirou memfokuskan diri untuk menyembuhkan ayahnya terlebih dahulu.


"Anna-San."


"Percayalah padaku, aku akan membuat gerbang-gerbang Dungeon tidak bermunculan lagi dalam beberapa hari ini."


"Apakah Anda akan menghabisi malaikat tersesat itu, Anna-San?"


"Ya. Merekalah yang membuat semua gerbang itu ada."


"Tapi..., apakah kemampuan semua Hunter juga akan menghilang saat semua gerbang menghilang?"


"Aku akan membuang semua energi Mana para Hunter pada saatnya nanti, setelah peperangan besar."


"Peperangan besar?"


"Ya. Itu akan datang tak lama lagi."


"A-apakah kami bisa membantu?"


Anna menggeleng pelan. "Tidak. Aku dan teman-temanku yang akan mengurusnya. Kalian bisa membantu kami dengan mengevakuasi seluruh warga di negara kalian masing-masing."


"Apakah... kau... akan berperang... melawan Lucifer?"


Tanya seseorang dengan suara terbata-bata.


Eiko yang sejak tadi berbicara dengan Anna, juga Jirou, langsung menoleh ke arah datangnya suara.


Takayoshi yang sedang dalam proses pembuangan energi Mana dan terlihat sekarat itu, berusaha untuk duduk di atas tempat tidur.


"Kau mengenalnya?" Anna bertanya balik pada pria paruh baya itu.


Takayoshi yang tidak suka seseorang memotong kalimatnya, ingin membentak Anna. Tapi, ia langsung kehilangan suaranya saat lehernya tiba-tiba tercekik kekuatan yang tak terlihat.


"Aku yang bertanya. Kau jawab saja." Ucap Anna, sambil tersenyum tipis.


Anna kemudian membanting Takayoshi, hingga pria paruh baya itu pingsan.


"Ayah!!!"


"Tsk... Aku juga tidak membutuhkan jawabanmu," ucap Anna dengan mendongkol.


"Apa yang kau lakukan pada ayahku?!"


"Kau ingin aku membunuhnya?"


"A-apa?!"


"Dia sudah bersekutu dengan iblis dan membuat sebuah kesalahan besar." ucap Anna, sembari berjalan perlahan menghampiri Jirou.


Saat Jirou mundur menjauh karena merasa ngeri dengan gadis itu, Anna tiba-tiba menghilang.


Bukan hanya Anna. Jirou dan Eiko juga tiba-tiba menghilang dari dalam laboratorium dan mereka muncul kembali di sebuah laboratorium lain, dimana di sana terdapat ribuan tabung yang berisi manusia.


•••


Jirou dan Eiko terdiam memerhatikan semua tabung itu.


Anna kemudian meraih tangan Jirou dan Eiko lagi, namun ia langsung melepaskannya hanya dalam beberapa detik.


"Ayo ikuti aku," ucap Anna sambil terbang di antara tabung-tabung itu.


Jirou dan Eiko sebenarnya tidak terlalu menyimak apa yang baru saja Anna katakan. Karena itulah Anna membuat mereka terbang melayang mengikutinya.


"Lihat. Kalian menengenal mereka, kan?"


Sambil memekik kaget karena mengenali wajah orang yang berada didalam tabung, Eiko dan Jirou akhirnya saling bertatapan.


Sosok yang berada didalam tabung itu tak lain adalah kakak Jirou yang sudah tewas terkena racunnya sendiri saat hendak menyerang Miyuki.


Anna yang tadi membaca ingatan kedua orang itu melalui sentuhan tangan mereka untuk mencari ingatan dari wajah orang-orang yang mereka kenal, membawa mereka lagi ke beberapa tabung dan memperlihatkan beberapa Hunter yang harusnya sudah mati, namun berada di tempat itu.


"Ambil smartphonemu dan rekam semua ini," ucap Anna, sambil menunjuk ke arah kantong celana Jirou. "Tayangkan rekaman ini nanti di situs Asosiasi Hunter Jepang. Buat semua warga Jepang dan dunia melihat apa yang sudah ayahmu lakukan."


"A-apa sebenarnya semua ini, Anna-San? Kenapa orang-orang yang sudah mati berada di dalam tabung-tabung ini?" tanya Eiko.


"Bukan hanya orang yang sudah mati. Tapi Hunter-hunter yang masih hidup juga ada."


Anna kemudian menatap Jirou dengan kesal, karena pria itu masih belum melakukan apa yang ia minta.


"Mau sampai kapan kau diam?"


Anna akhirnya menarik smartphone Jirou dari kantong celananya secara paksa dengan kekuatan telekinesis. Ia kemudian meletakkan smartphone itu di tangan Eiko.


"Kau saja yang merekamnya." Ucap Anna.


Setelah Eiko memulai rekaman, Anna mengulangi apa yang tadi sudah dikatakannya. Ia ingin agar dunia tahu apa yang sudah para malaikat tersesat lakukan, dengan bantuan Takayoshi Sato.


Para malaikat tersesat itu memiliki rencana untuk membuat kekacauan dengan menculik dan membunuh Hunter yang masih hidup dan mengganti mereka dengan makhluk kloning yang sudah disiapkan.


Mereka akan memulai kekacauan di seluruh dunia dari hal itu.


Sementara kloningan dari Hunter-hunter yang sudah mati, akan digunakan sebagai prajurit garis depan para iblis yang nantinya akan datang, setelah mereka memperkuat pasukan itu dengan energi Mana iblis yang saat ini sedang dalam proses peningkatan energi Mana melalui tabung-tabung itu.


•••