Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 93 - Avatar Hunter


“Anna, jangan-jangan kau juga yang melakukan raid ilegal itu? Di belasan Dungeon milik guild-guild itu?!” Tanya Miyuki dengan heboh. Ia menatap Anna dengan curiga.


“Kau sepertinya banyak membaca dan menonton berita, kan? Ku kira kau hanya sibuk dengan pekerjaan mu.” Sahut Anna.


“Bagaimana mungkin aku bisa mengabaikan berita? Aku juga memerlukan informasi terkini dan juga pengetahuan dari dunia luar.” Sahut Miyuki.


"Oh, ku kira tubuh dan pikiran mu sama-sama terkurung di ruang bawah tanah."


Miyuki diam. Dia menatap Anna dengan tatapan malasnya seperti biasa.


Melihat tatapan itu, Anna berdehem sekali sebelum berbicara, “Apa kau keberatan dengan dari mana investor mu mendapatkan uangnya?”


Miyuki akhirnya mendengus lagi. “Aku hanya penasaran. Selama bukan aku sendiri yang melakukannya, aku tidak masalah.”


Mendengar itu, Anna pun tertawa.


'Ku kira dia tidak akan peduli dengan hal-hal seperti ini.'


“Baiklah. Kalau begitu, ayo kita…,” Anna menghentikan ucapannya. Ia menatap kembali tumpukan kristal sihir yang masih terbungkus rapi di dalam karung. Dia ingin membawa semua kristal sihir sekaligus ke laboratorium untuk diolah, namun tidak akan ada cukup ruang untuk menampung semua karung tersebut. "Tempatnya tidak muat." Pikir Anna.


Setelah memikirkan hal itu, Anna akhirnya memanggil Tzullu.


“Tzullu, kita akan membawa karung-karung ini secara bertahap. Dan aku akan membiarkan gerbangnya tetap terbuka. Jangan ada siapapun yang keluar dari gerbang. Kau mengerti?”


“Ya, Dewi Agung.” Sahut Tzullu.


Anna kemudian memikirkan bagaimana jika Miyuki kehabisan kristal sihir untuk diolah ketika dia kebetulan tidak sedang berada di laboratorium.


Anna kembali berbicara pada Tzullu, “Nanti, kalau dia datang dan mengangkat satu tangannya, itu berarti kalian harus membawakan lagi batu-batu sihir untuknya.” Ucap Anna, seraya menunjuk pada Miyuki yang menatapnya dengan heran.


“Ya, Dewi Agung.”


Anna akhirnya meminta beberapa Orc untuk membawa beberapa karung kristal yang sebelumnya adalah milik guild Black Diamond terlebih dahulu ke laboratorium. Dia membutuhkan kristal yang sudah diolah itu untuk di lebur terlebih dulu sebelum menjualnya.


Setelah laboratorium penuh sesak dengan kristal sihir, para Orc kembali ke dalam gerbang dan Anna membiarkan gerbang itu tetap dibiarkan berada di sana.


“Aku akan membiarkan gerbangnya. Kau bisa meminta mereka mengangkutnya lagi jika kau sudah kehabisan kristal ini.” Ucap Anna pada Miyuki.


“Dan… bagaimana cara ku berbicara pada mereka?” tanya Miyuki.


“Aku sudah mengatakan pada mereka kau akan datang ke sana nanti. Kau hanya harus mengangkat satu tangan mu dan mereka akan mengerti.”


“Baiklah.”


“Nah, aku masih ada urusan lain. Aku pergi dulu sekarang.” Ucap Anna, seraya menoleh pada Bimo dan Yola yang mematung di pojok ruangan.


Saat kedua bersaudara itu tahu isi karung-karung itu, mereka mau tak mau terkagum-kagum dengannya.


Bisa memiliki 1 karung kristal sihir itu saja akan membuat mereka jadi kaya raya. Dan Anna memiliki ratusan karung atau mungkin ribuan karung yang masih berada di dalam gerbang.


“Tunggu. Apa kau tidak ingin melihat avatar nya dulu?” tanya Miyuki pada Anna, yang masih menatap Bimo dan Yola.


“Ya?” Anna menoleh pada Miyuki sebelum akhirnya memandang ke sekeliling ruangan. “Di mana?”


"Aku tidak menaruhnya di sini." Miyuki menatap Anna dengan malas, "Ayo kita ke ruang kerja ku." Ajak Miyuki.


Anna yang sebenarnya juga sangat ingin melihat avatar itu, langsung pergi mengikuti Miyuki.


Dalam pesannya tadi, Miyuki mengatakan bahwa dia akan menunjukan avatar hunter yang sudah selesai pada Anna. Namun, saat Anna tidak melihatnya dimana pun, dia jadi lupa.


Keempat orang itu akhirnya tiba di dalam ruang kerja Miyuki.


Walau pun Miyuki tampak sangat dingin pada siapa saja, namun dia tahu jika Bimo dan Yola mungkin kelaparan. Miyuki mengambil 2 mangkuk mie instan dari dalam lemari kecil di pojok ruangan, lalu menyerahkannya pada mereka. Miyuki juga menunjukkan tempat di sudut lain ruangan untuk memasak mie instan tersebut.


Setelah selesai 'menjamu' tamunya, Miyuki kembali menghampiri Anna yang sudah berdiri di depan sebuah benda, yang menyerupai manekin.


Anna menatap manekin itu dengan kagum. Walaupun avatar hunter itu terlihat sangat biasa saja dari tampilannya, namun Anna sudah melihat prototype digital yang dulu pernah Miyuki tunjukan padanya dan dia tahu seberapa hebat avatar hunter itu akan bekerja nantinya.


“Jadi ini avatar nya?” tanya Anna saat Miyuki sudah berdiri di sebelahnya.


“Ya.” Sahut Miyuki dengan senyuman bangga di wajahnya.


“Kau benar-benar sudah bekerja keras.” puji Anna. Dia kemudian meminta izin untuk memegang manekin itu dan di jawab Miyuki dengan anggukan kepala.


“Sebenarnya, kenalan ku yang membuatnya. Aku hanya membuat sirkuit di dalamnya.”


“Apakah dia akan bergabung bersama kita?”


“Ya, aku menjanjikannya untuk memiliki tempat di bawah ku langsung jika perusahaan kita sudah reami didirikan. Itu tidak masalah kan?”


“Kau bisa mengaturnya sesuka mu. Aku hanya berinvestasi.”


“Terima kasih. Tapi… kita harus mencari seseorang yang dapat menggerakkan perusahaan. Aku tidak mengerti bagaimana menjalankan sebuah perusahaan.”


Anna akhirnya menggingat kembali hal itu. Bagaimanapun, mereka berdua masih seorang remaja yang tidak pernah punya pengalaman dalam membangun dan menjalankan sebuah perusahaan.


“Mari kita pikirkan nanti. Sekarang kita harus menyiapkan presentasi produk kita ini." Ucap Anna sambil terus menatap avatar hunter. Dia benar-benar sangat mengagumi benda itu.


Avatar hunter tersebut tak jauh berbeda dengan sebuah manekin yang bisa dilihat siapapun di sebuah butik atau pun toko-toko pakaian di mall. Namun dia, terutama Miyuki, telah menginvestasikan waktu cukup lama untuk melihat benda itu selesai.


Jadi, Anna sangat mengaguminya dan juga bersyukur.


"Apakah kulitnya ini terbuat dari karet?" Tanya Anna seraya mencubit lengan avatar dengan lembut.


"Ya. Semua bagian luarnya mereka buat dari campuran karet dan kristal sihir." Sahut Miyuki.


"Mereka? Apakah teman mu ada banyak?" tanya Anna penasaran. Dia kini menatap Miyuki.


Melihat Anna tiba-tiba menoleh padanya saat menanyakan hal itu, Miyuki menjadi merasa khawatir jika Anna mungkin tidak menyukainya.


Sambil menundukan kepalanya, Miyuki menjelaskan, "Mereka ada 8 orang ilmuwan. Mereka dulunya pengikut ayah ku. Mereka juga orang-orang kepercayaan ayah ku." ucap Miyuki. Dia diam sesaat sebelum melanjutkan, "Sejak ayah ku meninggal dalam kebakaran itu, mereka jadi tidak memiliki tempat untuk bersandar lagi. Jadi..."


Miyuki tampak tidak sanggup melanjutkan ceritanya. Dia sedang berusaha untuk menahan agar tidak tampak bersedih di hadapan Anna.


"Tidak apa-apa." Anna berkata pelan seraya menepuk lembut pundak Miyuki. "Jadi, apa mereka masih berada di negara mu?"


Miyuki hanya menganggukkan kepalanya.


“Ok. Kita hanya membutuhkan lisensi dan juga membeli hak raid sebuah Dungeon untuk membuat video presentasi.” Ucap Anna dengan nada suaranya yang bersemangat. Dia ingin agar Miyuki tidak bersedih lagi mengingat ayahnya yang sudah tiada.


Miyuki menggosok-gosok hidungnya dengan cepat sebelum berbicara, "Ya."


Namun, Anna juga mengingat bahwa mereka tidak mungkin bisa mengambil sebuah video rekaman di dalan Dungeon.


“Tapi bagaimana cara kita merekam pertarungan avatar hunter ini? Bukankah kamera tidak akan bekerja di dalam Dungeon?”


“Tentu saja bisa. Teman ku sudah membuat kamera khusus di mata avatar ini." Ucap Miyuki seraya maju mendekati avatar itu dan menunjuk di bagian matanya. "Kamera itu juga yang akan menunjukkan visual Dungeon saat seseorang menjadi pilot sebuah avatar.”


“Wow... Teman mu benar-benar hebat!" Anna kembali terkagum-kagum. Setahunya, teknologi seperti itu masih dalam tahap uji coba dan masih selalu gagal.


Satu-satunya teknologi yang berhasil di ciptakan manusia melalui penelitian Sato Corp selain perlengkapan raid dan ransum khusus raid adalah jam tangan penunjuk waktu. Ide-ide selain itu masih dalam tahap uji coba.


"Apakah dia orang yang sama dengan yang membuat avatar?”


“Dia orang yang berbeda. Tapi dia juga termasuk di dalam 8 ilmuwan itu.” sahut Miyuki penuh semangat, saat melihat Anna yang berbicara dengan semangat juga padanya.


“Kau memiliki banyak teman yang hebat.” Puji Anna lagi.


Anna melihat wajah Miyuki merona untuk pertama kalinya. Miyuki juga tampak ceria. Itu adalah pemandangan yang sangat langka.


Setelah selesai memeriksa avatar hunter, Anna dan Miyuki akhirnya bergabung di sofa bersama Bimo dan Yola yang sedang asik menyantap makanan instan mereka.


•••