Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 77 - Ren


Ren melambaikan tangannya untuk membalas lambaian tangan Rin, kakaknya, sebelum gadis itu masuk ke dalam toko bunga tempat usahanya.


Sudah selama 1 minggu lebih Ren mengantar dan menjemput saudari kembarnya itu saat berangkat kerja di pagi buta dan sepulang kerja di malam hari.


Ren mengatakan pada kakaknya kalau dia khawatir jika ada remaja-remaja nakal yang akan mengganggunya seperti tempo hari.


Kebetulan juga, jalanan ke toko bunga Rin, searah dengan tempat tujuan Ren setiap hari. Akademi Hunter.


Rin tentu saja tidak keberatan, dia malah sangat senang bisa berangkat bersama dan pulang bersama dengan adiknya setiap hari.


Namun, selain alasan itu, Ren juga memiliki alasan lain. Dia juga melakukannya untuk dapat bertemu dengan Anna yang dia tahu, dari Rin, terkadang mampir ke toko bunga.


Sayangnya, dia masih belum dapat bertemu dengan gadis itu sampai saat ini.


Ren ingin bertemu dengan Anna karena dia belum mengucapkan terima kasih dengan benar pada gadis itu. Dia juga ingin mengucapkan rasa terima kasihnya karena Anna telah menyelamatkan hidupnya, juga membantunya untuk mendapatkan biaya tahunan sekolah di Akademi, yang sangat dia butuhkan.


Selain itu, yang paling penting, Ren ingin menyerahkan uang hasil penjualan raid Dungeon langsung pada Anna. Uang bagian gadis itu yang telah dipercayakan padanya.


Menurutnya, uang hasil penjualan raid milik Anna nilainya sangat besar. Jadi, jika dia menitipkannya pada Rin, seperti permintaan Anna, Rin mungkin akan mencurigai dan bertanya asal uang tersebut.


Dia tidak mau Rin tahu dari mana uang itu didapatkannya, lalu menjadi khawatir karena tahu adiknya pergi ke sebuah Dungeon secara ilegal demi mengumpulkan biaya masuk Akademi dan biaya tahunannya yang sangat besar untuk ukuran masyarakat kalangan bawah seperti mereka.


Setahu Rin, adiknya mendapatkan pinjaman dari Akademi dan akan mencicilnya nanti, saat dia sudah lulus dan bekerja di Asosiasi. Padahal, Akademi tidak pernah menyediakan fasilitas seperti itu.


Ren hanya membohonginya agar kakaknya tidak khawatir dan untungnya, Rin terlalu polos dan mudah untuk dibohongi.


Hal lain lagi, Ren juga ingin menyampaikan ajakan tim raid ilegal yang sebenarnya sudah beberapa hari lalu memintanya untuk menyampaikan pada Anna, bahwa mereka akan melakukan raid ilegal lagi dalam waktu dekat.


Karena cara Anna menyampaikan 'kuliah' nya dengan serius, mereka jadi tidak berani melakukan raid lagi tanpa adanya gadis itu.


'Kecuali kalian membawa ku.'


Itu adalah kata-kata yang selalu mereka ingat dan akhirnya mereka takuti ketika mereka mengingat seandainya saja Anna tidak bersama mereka pada saat itu.


°°°


Karena orang yang ingin ditemuinya tak kunjung terlihat, Ren akhirnya pergi meninggalkan tempat itu dan berangkat menuju Akademi.


Walaupun lingkungan Akademi sangat tidak cocok baginya, namun Ren selalu sangat bersemangat saat bersiap untuk pergi kesana. Dia selalu ingat tujuannya belajar disana, jadi hal-hal lainnya tak terlalu ia ambil pusing.


Ren juga mempelajari pelajaran dan pelatihan disana dengan sangat bersungguh-sungguh.


Selain karena ingin berhasil lulus dengan baik dan cepat, dia juga melakukannya setelah melihat ketangguhan Anna yang membuatnya menjadi lebih termotivasi lagi untuk menjadi Hunter yang kuat.


Dari cita-cita awalnya yang hanya ingin menjadi seorang penambang resmi dari Asosiasi, dia kini memiliki cita-cita setidaknya menjadi tim raid resmi di Asosiasi Hunter.


Dia tahu, Asosiasi juga biasanya tidak melakukan raid di Dungeon berperingkat tinggi. Jadi setidaknya kemungkinan untuk mati di dalam Dungeon sangat kecil.


Hari ini pun, Ren mengikuti pembelajaran pengetahuan seputar Hunter dan Dungeon dengan sungguh-sungguh. Dia menghafalkan semua informasi yang di sampaikan instruktur dengan sangat serius.


Informasi dasar seperti yang siswa Akademi pelajari saat ini, tidak pernah disampakian secara detail untuk masyarakat umum di situs Akademi maupun Asosiasi.


Dengan pertimbangan matang, Asosiasi Hunter melarang untuk membagikan informasi terkait Dungeon pada masyarakat luas. Mereka takut, masyarakat akan mempelajarinya secara otodidak tanpa mengerti manfaat dan kegunaan pelajaran itu dengan benar.


°°°


Pembelajaran yang para siswa ikuti di Akademi akan selalu terbagi menjadi dua kelas setiap harinya.


Kelas pagi adalah pelajaran teori. Setiap siswa akan mempelajari dari teori umum, dasar, menengah dan tingkat lanjut, sesuai dengan waktu yang akan mereka tempuh di Akademi.


Di kelas siang, para siswa akan belajar praktek dalam mengaplikasikan teori yang sudah mereka pelajari.


Siswa biasanya akan melakukan persiapan kerjasama tim dari hal yang paling dasar, latihan pertempuran kecil antar kelas, latihan pertempuran lanjutan melawan monster virtual, sampai pada akhirnya akan melakukan praktek di dalam Dungeon nyata.


Malam harinya, para siswa akan melakukan larihan fisik untuk membentuk tubuh mereka di fasilitas gym yang telah disediakan Asosiasi.


Sebab itulah, memiliki lingkaran pertemanan di Akademi sebenarnya sangat penting karena siswa akan berada di sana hampir sehari penuh.


Makan siang dan makan malam di kantin Akademi juga termasuk fasilitas gratis yang Akademi sediakan. Itu juga salah satu penyebab biaya tahunan sekolah di Akademi sangat mahal.


Akademi menyediakan makanan terbaik dengan gizi yang sangat bagus, untuk kebugaran dan pertumbuhan fisik Hunter-hunter muda, agar selain memiliki tubuh yang kuat dari latihan fisik, mereka juga dapat memiliki tubuh yang atletis dari pola makan yang terarah dengan benar.


Setelah mengambil makan siangnya, seperti biasa Ren membawanya ke taman kecil yang berada di dekat kafe.


Dia sengaja memilih tempat itu karena ingin menghindari bergaul dengan siswa-siswi lain dan ingin menyendiri.


Bukan karena dia minder atau tidak suka bergaul. Ren tahu jika siswa-siswi baru itu tidak suka bergaul dengan masyarakat dari pinggiran kota sepertinya.


Sayangnya dia hari ini sedikit terlambat. Meja-meja tunggal di taman itu tampak sudah penuh oleh siswa-siswa yang juga penyendiri seperti dirinya.


Ren akhirnya memilih sebuah meja yang memiliki beberapa kursi di sekelilingnya.


°°°


“Kau menyendiri lagi?”


Sapa seorang siswa pada Ren.


Tanpa menoleh pun, Ren sudah tahu siapa pemilik suara itu.


Dia adalah Gordon Clarke, putra tertua keluarga Clarke dari guild Phantom. Guild terbaik ketiga di Kota C.


Gordon dulunya suka mengikuti raid ilegal bersama tim yang juga biasanya mengajak Ren untuk melakukan hal yang sama.


Namun, setelah ayahnya mendapatkan posisi yang bagus di kepengurusan guild, dia tidak pernah muncul lagi.


Ren baru bertemu lagi dengannya setelah dia masuk di Akademi. Awalnya, Ren sangat senang karena ada siswa yang dikenalinya di Akademi. Namun, sikap Gordon padanya sedikit berubah.


Gordon tampak tidak senang saat melihat Ren menyapanya. Dia juga memperkenalkan Ren dengan jelas pada teman-temannya, sebagai seorang yang berasal dari daerah pinggiran kota.


Dalam pertemuan mereka selama 10 hari belakangan, Gordon sering menyindirnya secara halus tentang bagaimana cara dia mendapatkan uang untuk membayar biaya tahunan Akademi yang mereka tahu sangat mahal untuk masyarakat daerah pinggiran.


Karena itulah, Ren akhirnya selalu berusaha menghindarinya.


°°°