
Semua lembing yang tertuju pada pasukan kecil Anna, tidak pernah sampai pada mereka.
Dengan sangat mudah, Eleanor sudah menghadang laju semua lembing, lalu mengembalikannya pada panglima perang lawan dengan kekuatan berkali lipat.
Mendapat serangan balik yang jauh lebih mematikan, panglima perang beserta para pengawal yang berada di kanan kirinya kelabakan menangkisi serangan balik yang Eleanor lakukan itu.
Tidak sedikit di antara mereka yang langsung meregang nyawa saat lembing-lembing yang datang dengan sangat cepat dan mengandung energi sihir kuat itu berhasil memecahkan kepala mereka.
"Apa yang akan kita lakukan pada mereka, dewi agung?" tanya Nobara.
"Ayo kita musnahkan mereka agar tidak kembali lagi ke planet Elf." Sahut Anna, tegas.
Setelah Anna memberikan perintah, pasukannya langsung menyerang semua musuh tanpa ampun.
Anna juga memanggil Tzullu, Tzaca dan Drucalla untuk mempercepat proses pembantaian itu.
Walaupun bangsa penjajah ini jauh lebih kuat dari para raksasa, namun kekuatan mereka jauh lebih lemah dibandingkan Glynka, prajurit terlemah di pihak Anna.
Tzaca yang sudah sangat lama tidak ikut berperang karena kesibukannya dalam melakukan penelitian, akhirnya menunjukkan kekuatannya.
Saat Tzaca menggunakan sihir perasuk raganya, ribuan pasukan lawan tiba-tiba menyerang balik pasukannya sendiri.
Tidak hanya itu. Tzaca juga menggunakan sihir meteor api yang jauh lebih mengerikan dari yang pernah Kevin Jung tunjukkan.
Ribuan bola api berjatuhan dari langit dan membakar seluruh pasukan lawan yang berada jauh di belakang.
"Kau menyerang bagian belakang mereka?" tanya Anna sambil memayungi kedua matanya dengan satu tangan. Bola-bola api yang berjatuhan dari langit itu sangat menyilaukan matanya yang tidak terlindungi sihir.
"Ada pepepatah, serang musuh dari ekornya. Mereka akan kelabakan. Begitu, dewi agung." Sahut Tzaca yang kemudian menyengir lucu.
'Pepatah macam apa itu?'
•••
Hal berbeda di lakukan oleh Tzullu dan Drucalla. Mereka menghabisi pasukan lawan dengan senjata pentung dan pedang tulang sambil bernyanyi dan menari.
Itu adalah ritual yang mereka lakukan untuk memperkuat serangan yang mereka berikan. Semakin bersemangat nyanyian mereka, api dan angin yang mengandung energi sihir, akan berkobar semakin besar dan kencang hingga dapat menghabisi ribuan musuh sekaligus dalam satu ayunan pentung dan pedang.
Cara bertarung bangsa Elf dan bangsa Orc sangat berbeda. Orc sangat tidak terorganisir. Mereka akan menyerang ke arah mana saja yang mereka suka. Sementara Elf, mereka akan menyerang di satu titik yang sama sampai seluruh musuh di area itu habis sepenuhnya.
Setelah sekian lama pasukan kecil itu membombardir lawan, Anna menyadari bahwa pasukan lawan tidak habis-habis. Padahal, sudah lebih dari 100.000 pasukan lawan yang mereka bunuh.
Sampai setelah puluhan bukit mayat terbentuk hingga mereka hampir tidak bisa melihat daratan di bawah kaki lagi, Anna yakin bahwa ada hal yang salah.
Anna akhirnya membuka kembali energi Mana nya. Ia memerhatikan ke kejauhan, namun tidak tampak olehnya ada bala bantuan yang datang.
'Jadi, dari mana datangnya musuh yang tak habis-habis ini?'
Namun, setelah agak lama memerhatikan, Anna akhirnya menemukan sumber datangnya bala bantuan, sekaligus terkejut dengan sumber bantuan tersebut.
Anna memerhatikan seluruh daratan di sekeliling mereka, langsung berubah menjadi sosok makhluk yang kini masih bertempur dengan para Elf dan Orc.
Tanah-tanah itu langsung membentuk sebuah tubuh yang sudah lengkap dengan pakaian tempur dan lembing sebagai senjata mereka.
"Gila! Kalau begitu, selama planet ini masih ada, mereka akan terus berkembang biak secara instan? Tapi, bagaimana caranya?"
Saat Anna masih kebingungan, Tzaca tiba-tiba mendekat.
"Dewi agung."
"Ya?"
"Musuh sepertinya meletakan sesuatu di dalam tanah yang bisa memproduksi pasukan secara instan."
"Di dalam tanah?"
"Ya dewi agung."
"Apa kau tahu di mana letak pastinya?"
Tzaca menunjuk ke sebuah arah. "Di sana"
Itu tepat di bawah gunungan mayat yang tidak mungkin Anna bisa melihatnya.
"Bagus. Tapi, dari mana kau tahu lokasinya?"
"B-begitu..., baiklah. Aku akan ke sana." Ucap Anna sebelum akhirnya menghilang dari hadapan Tzaca.
°°°
Sesampainya Anna di lokasi itu, ia membuka gerbang ke dunia buatannya. Lalu dengan dua kali kebasan tangan, Anna memindahkan semua mayat musuh ke dalam dunia buatannya, bersama Tzaca dan Eleanor yang sengaja ia ikut sertakan.
Tzaca dan Eleanor yang kebetulan terbang terbawa arus angin yang terjadi akibat sihir Anna, menatap Anna dengan wajah linglung.
"Banyak pekerjaan yang harus kalian lakukan. Kembalilah terlebih dahulu." Ucap Anna, sambil menunjuk ke arah mayat-mayat.
Setelah separuh lebih mayat itu masuk ke dalam gerbang, Anna akhirnya menutup gerbangnya.
"Apakah pulau itu bisa menampung mereka semua?" Pikirnya, dengan sangat terlambat.
Anna kemudian mendeteksi adanya aliran energi Mana yang berasal dari bawah tanah, tepat dimana ia berdiri.
Kemudian, dengan sekali hentakan kaki, Anna menghancurkan tanah di sekitarnya dan ikut terjerumus masuk ke dalam dunia lain yang berada di bawah tanah.
•••
Anna sangat terkejut saat melihat banyak bangunan bagus dan unik yang melayang-layang di udara, jauh di bawah kakinya. Ia juga melihat banyak kendaraan berlalu lalang di bawah sana, di sebuah jalur yang sepertinya di khususkan untuk kendaraan tanpa roda itu.
"I-ini..."
Anna sampai tidak bisa mengucapkan kata-kata yang berada di dalam benaknya.
Di situ, dia dapat melihat peradaban yang sangat maju, dengan kota-kota yang sangat bagus bersama bangunannya yang sangat modern.
Saat Anna masih menatap kagum peradaban maju yang jauh lebih canggih dari peradaban manusia di Bumi, puluhan kapsul berbentuk oval tiba-tiba muncul dan mengepungnya.
Anna juga langsung mendengarkan beberapa suara yang ia duga berasal dari dalam kapsul tersebut. Suara itu terdengar seperti sebuah peringatan.
Atau, ancaman.
Karena beberapa saat kemudian, kapsul-kapsul itu menembakkan sinar laser pada Anna.
Melihat datangnya serangan, Anna langsung melindungi seluruh tubuhnya dengan cahaya keemasan pelindung.
Namun, begitu sinar laser tersebut bersentuhan dengan pelindungnya, cahaya keemasan seketika menghilang.
Sesaat kemudian, kapsul-kapsul kembali melakukan serangan. Namun serangan kali ini berupa gelombang kejut yang membuat Anna merasa kehilangan keseimbangan seketika itu juga, hingga ia melayang jatuh menuju permukaan planet.
"Apa itu? Mereka ingin menetralkan sihir ku?!"
Anna masih melayang-layang tanpa bisa menggunakan sihirnya sama sekali. Selain itu, karena ia telah membuka energi Mana, Anna juga mulai merasakan rasa sakit yang berdenyut di dalam kepalanya dan terasa menusuk-nusuk isi kepalanya.
Sembari melayang jatuh, Anna membalikkan tubuhnya. Ia kemudian menatap ke langit kemerahan yang memiliki lubang kecil di permukaan. Itu adalah tempat ia datang tadi.
"Apakah daratan di atas tadi atmosfer mereka? Jadi mereka melindungi planet dari serangan luar dengan menempatkan pasukan itu?"
Saat Anna masih melayang, puluhan makhluk yang diselimuti kostum robot menghampirinya.
Dua makhluk yang memegang tongkat metal pendek di masing-masing tangan mereka, mulai menyerang Anna.
Melihat datangnya serangan, Anna akhirnya mengunci kembali energi Mana nya lalu menggunakan kekuatan alam untuk menyeimbangkan tubuhnya lagi sembari menangkis serangan-serangan yang berdatangan ke arahnya.
Takkk... Takkkk... Takkk...!
Anna menangkis serangan dengan kedua tangannya. Dalam setiap tangkisan, ia dapat merasakan efek kejut yang terasa seperti sambaran listrik mengalir di kedua tangannya.
Tidak sampai di situ, 4 makhluk lain yang bersenjata cambuk berbahan logam juga mulai menyerangnya dengan berusaha melilitkan cambuk di pergelangan tangan dan kaki Anna.
Tarr... Tarr... Tarr... Tarr...!
Setelah serangan itu berhasil menjerat seluruh pergelangan tangan dan kaki Anna. Mereka juga mengirimkan sihir kejut melalui cambuk-cambuk tersebut.
Zrrraaaaatttttttt...!
Seketika sihir yang mengalir mencapai tubuhnya, Anna merasa tubuhnya seakan terkena sambaran listrik berkekuatan besar, hingga berhasil membuatnya berteriak nyaring, lalu tergantung lemah di bawah kendali cambuk.
•••