
Dengan wajah pucat dan tingkah laku yang sangat gelisah, Gina mencoba melakukan panggilan berulang kali pada Miyuki.
Keanehan Miyuki yang seperti sengaja mengabaikan panggilan-panggilannya itu, membuat Gina sedikit naik pitam.
"Ada apa dengan dia?! Kenapa dia tidak mengangkat semua panggilan ku?!" Umpat Gina, yang hampir saja meninju pintu SUV di sampingnya.
Sejak WABC menayangkan secara langsung rencana penangkapan pada Miyuki, Gina dan rekan-rekannya menjadi sangat khawatir. Mereka bahkan sudah menampilkan foto profil Miyuki pada seluruh dunia, hingga orang-orang kini ramai membicarakannya.
Saat berulang kali gagal menghubungi Miyuki, Gina dan Kevin akhirnya menghubungi anggota guild Nine Bears yang masih bersembunyi di Kota C untuk menghindari kejaran Asosiasi Dunia.
Namun, tidak semua member mau membantu untuk menyelamatkan Miyuki. Bahkan 95% dari mereka menolaknya. Sebagian besar dari member malah pura-pura tidak tahu jika Gina dan Kevin menghubungi mereka setelah mereka menyaksikan tayangan langsung WABC.
Siapa yang tidak takut pada Fred Watson dan tim nya? Apalagi Asosiasi Amerika berada di belakang mereka. Untuk itulah sebagian besar member berpura-pura untuk tidak mengetahui masalah tersebut, bahkan sebagian dari mereka menolak secara terang-terangan.
Dari situ juga, Gina akhirnya tahu siapa saja Hunter yang benar-benar saling peduli antar sesama mereka dan merasa mereka adalah sebuah keluarga walaupun tanpa ikatan darah.
Dari semua Hunter yang mereka hubungi, hanya Lucy Logan, Yola Silvia, pria brewok dan pria bertubuh besar yang bersedia untuk pergi menyelamatkan Miyuki.
Lucy dan Yola bahkan sudah dalam perjalanan menuju toko bunga saat Gina menghubunginya.
"Ternyata, anggota guild kita sangat sedikit." Ucap Gina dengan miris kala itu.
"Jika aku berperingkat sama seperti mereka, aku mungkin akan menolaknya juga." Sahut Kevin Jung. Ia mengatakan hal itu dengan sangat jujur.
"Bagaimana kalau kita meminta bantuan dari para pilot avatar?" Bimo menyarankan.
"Mereka tidak terikat apa pun pada kita. Mereka hanya pelanggan dari 9 AM. Dan lagi, tidak ada dari mereka yang berdomisili di Asia Tenggara." Sahut Gina yang pada akhirnya hanya bisa pasrah.
•••
"Siaran langsung nya sudah di mulai lagi," ucap Davina, yang duduk di kursi deretan kedua SUV, di sebelah Gina.
Kevin menyalakan kembali televisi mini yang berada di dashboard SUV setelah tadi mematikannya pada saat ia dan Gina mencoba untuk menghubungi member-member Nine Bears di Kota C dan sekitarnya.
Di layar televisi, mereka langsung melihat seorang reporter wanita berbicara pada Fred Watson, juga melihat bagaimana wajah marah 4 Hunter yang menjadi latar Fred saat berbicara.
"Brengsek ini cuma berani saat kita tidak ada!" Umpat Kevin dengan sangat marah. "Seandainya avatar Miyu ada di sana..."
Kevin terlihat jelas sangat marah. Sementara Gina terlihat sangat cemas. Tubuhnya tampak gemetar akibat menahan marah yang bercampur dengan kecemasannya.
Davina juga sangat tegang dan menatap layar televisi dengan berkeringat dingin.
Sementara Gus Stevin yang duduk di deretan ketiga, di paling belakang SUV bersama avatar Miyu dan avatar Rin, hanya duduk sembari mengelap pedangnya, tanpa niat menoleh ke arah televisi. Dia tidak tega melihat bagaimana Miyuki yang sangat berjasa dalam kenaikan peringkatnya akan di tangkap atau bahkan mungkin di bunuh.
Di antara mereka hanya Bimo, yang sedang menyetir SUV, yang tampak tenang.
Ketenangan Bimo itu, dapat terlihat oleh Kevin yang duduk di sebelahnya.
"Kau sepertinya tidak khawatir?" tanya Kevin pada Bimo.
"Aku khawatir."
"Ekspresi mu berkata sebaliknya. Apa kau sebenarnya suka jika Miyuki dalam bahaya?"
"Kevin!" Gina tiba-tiba membentak, tidak suka dengan dua kata terakhir yang Kevin ucapkan.
Kevin dan semua orang yang tidak pernah melihat dan mendengar Gina membentak sekeras itu, langsung menoleh padanya.
"M-maafkan aku...," ucap Gina terbata, menyesali sikapnya.
"Tidak masalah...," sahut Kevin pelan, sembari menghela nafas panjang.
"Bukannya kau yang senang?" tanya Bimo tiba-tiba, seolah ia benar-benar penasaran.
"Hei, sudahlah. Jangan bercanda lagi." Ucap Kevin pelan.
Namun, anehnya, semua orang menatap Kevin dengan pandangan curiga. Termasuk Gina juga.
"Hei, aku hanya bercanda dengan kata-kata ku ingin menghajar atau membunuhnya. Kalian tahu itu, kan?" Kevin membela diri, merasa tidak nyaman dengan tatapan penuh curiga mereka. "Itu hanya cara bercanda seorang kakak pada adik."
"..."
"Ah, sudahlah!"
"Apa maksud mu?"
"Sebenarnya, secara tidak sengaja aku pernah melihat nona Miyu memindahkan tabung peng-upgrade energi Mana seorang diri."
"Apa?!"
Semua orang terkejut. Mereka tahu tabung itu sangat berat. Kevin bahkan harus di bantu Bimo dan Gina hanya untuk menggesernya saja. Satu-satunya orang yang mereka tahu pernah memindahkan tabung itu seorang diri ke ruangan lain hanya Anna saja.
"Ya. Waktu itu semua orang sedang tidak ada. Nona Miyu ingin mengembalikan tabung itu lagi ke laborarotorium dari ruang kerja nya setelah kita selesai melakukan upgrade. Dia menyentuh tabung itu dengan satu tangan seperti ini," ucap Bimo, sembari menempelkankan satu telapak tangannya di kaca mobil, "Dia kemudian mengangkat tabung itu sendiri dan menaruhnya kembali ke laboratorium."
"..."
"Kau serius?!"
"Ya."
Mereka terdiam. Mereka juga ingat tabung itu sudah berada di laboratorium lagi saat mereka kembali ke ruang bawah tanah. Namun mereka hanya mengabaikannya saja, mengira bahwa Anna yang memindahkan.
•••
"Apa yang Miyuki bawa itu? Apa itu tempat penyimpanan formula avatar?" tanya Davina, saat melihat Miyuki mengelus-elus kotak kayu kecil di atas meja.
"Tidak mungkin. Aku juga sudah pernah menanyakannya. Dia tidak pernah membuat catatannya secara khusus. Satu-satunya orang yang tahu dan dia beri tahu cara membuat avatar cuma Anna." Sahut Kevin.
"Bimo, bisakah kau mengendarai mobil lebih cepat lagi?" pinta Gina, saat melihat Jordan sudah maju menghampiri Miyuki.
Bimo : "..."
Namun, kejutan terjadi setelah itu.
Mereka melihat, wajah Miyuki yang sedang diperbesar oleh juru kamera sedikit goyang.
Lalu, di sebelah kotak tanto nya, tiba-tiba muncul kepala tanpa tubuh dari seseorang yang sudah sangat mereka kenal.
Melihat itu, Bimo mengurangi kecepatan SUV secara perlahan sebelum akhirnya berhenti di tepi jalan sempit yang sedang mereka lalui.
Mereka semua dapat melihat ekspresi wajah Miyuki yang sudah di perbesar itu tampak sangat dingin.
Bahkan, Gina yang sebelumnya mengkhawatirkan Miyuki langsung merinding ketika melihat tatapan mata nya.
Kejutan tidak sampai di situ. Mereka melihat Jordan tiba-tiba muncul di dinding dengan tanto menancap di dadanya.
"A-apa yang terjadi? Siapa yang membunuh mereka?!"
"Apa Anna ada di sana?"
Pertanyaan itu akhirnya terjawab sesaat kemudian, saat Miyuki mengalahkan Kenichiro Tanaka hanya dengan satu serangan.
Mereka tidak bisa melihat bagaimana Miyuki bergerak, namun mereka yakin Miyuki pelakunya.
Tidak mungkin kan Kenichiro memotong tangannya sendiri dan melemparkan dirinya yang pingsan ke rak bunga itu? Pikir mereka berlima.
Namun, pemandangan berikutnya membuat Gina langsung tersandar lemas di kursinya, saat ia melihat bagaimana Keisuke mati oleh sihirnya sendiri.
Itu adalah sihir yang sangat berbahaya. Seandainya Miyuki tidak ada di sana, semua orang pasti akan mati. Bukan hanya Hunter dari Nine Bears, namun seluruh kru televisi dan para Hunter Asosiasi juga.
"Jadi dia yang membunuh ayah ku..." Gina bergumam. Air mata mulai mengalir di pipinya.
"Jadi dia pelakunya..."
Keheningan terjadi di dalam SUV setelah mereka menyadari siapa yang telah membunuh Ronald Stewart dan Hunter lain yang saat itu sedang bersamanya.
Karena rasa empati, mereka bahkan hanya diam saja saat tayangan beralih pada Brandon Lloyd, yang di hajar Miyuki dengan tangan kosong. Tapi, mereka akhirnya memercayai apa yang Bimo katakan setelah melihat Miyuki menarik tubuh Brandon dengan kekuatan yang tak terlihat, demikian juga dengan caranya memindahkan Kenichiro ke teras.
"Siapa dia sebenarnya?" gumam Kevin Jung, merasa ngeri dengan kekuatan dan kekejaman Miyuki.
'Kalau dia bisa menjatuhkan tuan Tanaka yang berperingkat sama dengan ku dengan mudah seperti itu, dia juga pasti bisa melakukan hal yang sama pada ku dengan mudah.'
Ia tiba-tiba merinding saat ingat pernah mengajak gadis itu bertarung.
•••