
Karena Hunter-hunter kuat sudah hilang, Wang Xu Chan, satu-satunya Hunter peringkat S yang kini menjabat sebagai ketua Asosiasi, akhirnya memanggil kembali Hunter-hunter Asosiasi lama yang sebelumnya ia minta untuk mengundurkan diri, lalu ia blokir dan tidak diberikan izin melakukan raid.
Di antara mereka, ia juga memanggil putra keduanya, Wang Liu Gong, untuk kembali ke Asosiasi agar membantunya menghadapi krisis kekurangan Hunter yang terjadi.
Sedari awal mengambil alih jabatan ketua Asosiasi, Xu Chan sebenarnya ingin membawa Liu Gong bersamanya. Namun, Liu Gong yang tahu seberapa keji ayah dan saudaranya, menolak dan langsung mengundurkan diri dari Asosiasi Hunter dan lebih memilih untuk fokus bekerja di Akademi Hunter saja.
Dalam usaha terakhirnya, Xu Chan mengirim Riko Sebastian, mantan rekan kerja Liu Gong di Akademi Hunter yang kini bekerja di Asosiasi, untuk membujuknya.
°°°
Wang Liu Gong langsung tertawa ketika Riko berusaha untuk membujuknya. Ia bahkan langsung mengembalikan dokumen kontrak bernilai tinggi yang Riko bawa, tanpa repot-repot membaca isinya sama sekali.
Liu Gong bahkan tertawa lebih nyaring saat Riko mencoba menasehati dirinya, untuk tidak terlalu keras kepala pada keluarganya sendiri.
"Dia sudah mengusir ku, aku tidak memerlukannya sama sekali dalam hidup ku." Ucap Liu Gong pada Riko, tanpa emosi apa pun di wajahnya.
Namun, Riko tidak mau menyerah. Ia mencoba cara lain untuk membujuk Liu Gong, yang ia tahu sangat berdedikasi tinggi pada pekerjaannya untuk melindungi umat manusia, yang sama teguhnya dengan Gina Stewart.
"Liu Gong. Kau tahu Kota C membutuhkan bantuan mu. Ada banyak gerbang terbengkalai yang akan mengalami break sebentar lagi. Bukankah kau dulu sangat memerhatikan keamanan kota? Kenapa kau sekarang sangat acuh tak acuh saat Kota C membutuhkan mu?"
Mendengar apa yang Riko katakan, sontak saja Liu Gong kembali tertawa.
Riko adalah salah satu Hunter Akademi yang sangat ingin bergabung dengan guild Nine Bears, namun CV nya di tolak Gina mentah-mentah walaupun mereka merupakan teman lama.
Gina dan Liu Gong tahu, Riko sebenarnya memiliki ambisi yang sangat tinggi untuk dapat menjadi seorang Hunter yang aktif dalam memberantas gerbang Dungeon. Namun, mereka berdua yang sudah sangat mengenalnya tahu bahwa ambisi Riko berbeda dengan mereka berdua dan beberapa rekan yang Gina dan Anna akhirnya pilih.
Riko memiliki ambisi atas kekayaan yang bisa ia peroleh di balik Dungeon dan rela melakukan apa saja untuk mengejarnya.
Riko juga terlibat dalam banyak kasus hilangnya Hunter non-Asosiasi dalam raid ilegal bersama Chris Meyers, Wang Xu Chan dan Wang Chu Gong.
Dalam penyelidikan panjang Wang Zhu Ming dan Jester Bailey, banyak Hunter non-Asosiasi yang menghilang setelah melakukan raid ilegal, yang ternyata terhubung pada Wang Xu Chan, Chu Gong, Chris Meyers dan Riko.
Tentu saja, keempat Hunter tersebut membunuh semua Hunter itu di dalam Dungeon untuk memonopoli hasil raid bagi mereka saja.
Keempatnya membunuh semua Hunter di dalam Dungeon, lalu menutup gerbangnya untuk menghilangkan bukti.
Mereka juga adalah orang-orang yang terlibat atas fitnah kejam yang terjadi pada ketua guild Gold Dragon Kota C terdahulu, hingga dia akhirnya dia di penjara oleh Asosiasi sebelum akhirnya mati bunuh diri dengan meledakkan kepalanya sendiri di dalam penjara.
Sayangnya Wang Zhu Ming sangat kesusahan untuk meminta kesaksian dari Hunter-hunter yang selamat dalam raid ilegal tersebut, karena pada dasarnya, mereka sebenarnya adalah kaki tangan dari keempat Hunter tersebut.
Kasus yang menimpa mantan ketua guild Gold Dragon Kota C juga susah di ungkap karena beberapa saksi yang tahu persis kejadian sebenarnya telah mati di bunuh oleh orang yang mereka tidak tahu.
Sebenarnya, Hunter yang sangat ingin Gina dan Anna rekrut adalah Wang Liu Gong. Namun, saat itu Liu Gong menolak karena banyak pekerjaan di Asosiasi dan Akademi yang harus ia kerjakan sepeninggal 3 Hunter terbaik mereka ; Gina, Gus Stevin dan Davina.
•••
Walaupun tawaran dan segala bujukan Riko sangat menjijikan baginya, namun Liu Gong tetap berusaha untuk menjaga dirinya agar tidak berbicara kasar pada kenalannya itu.
"Begini. Untuk tawaran mu yang pertama, Aku sudah mengatakan, aku tidak membutuhkan ini," ucap Liu Gong, seraya mendorong lagi dokumen pada Riko, "Aku tidak membutuhkan bayaran gila seperti yang kau katakan." Liu Gong memaksakan sebuah senyuman, hanya untuk menjaga emosinya sendiri.
Ia kemudian melanjutkan, "Aku juga akan tetap membantu Kota C jika membutuhkan bantuan ku. Tuan Wang, ketua Asosiasi itu, tinggal mencabut pemblokiran pada izin raid ku, maka aku akan membantu sebuah guild untuk melakukan raid. Sangat sederhana kan?"
"Liu Gong. Aku tahu kau menganggapku dan mendiang kakak mu sebagai orang yang terlalu fokus pada harta. Tapi, tolong kau pikirkan bagaimana seandainya gerbang Dungeon semakin banyak bermunculan di negara kita. Kau tahu kan, kita membutuhkan uang dan kekuasaan untuk bisa bebas pergi kemanapun yang kita mau agar bisa selamat dari ancaman monster yang semakin lama semakin kuat." Ucap Riko, berusaha meyakinkan Liu Gong.
Mendengar itu, Liu Gong menghela nafas panjang, berusaha untuk tidak menyerang Riko saat itu juga.
'Dia bodoh atau mabuk? Bukankah baru ku katakan mereka tinggal mencabut pemblokiran ku?'
Setelah ucapan Riko, kedua nya diam agak lama, sebelum Liu Gong berbicara kembali.
"Kau sudah selesai?"
"Ya?"
"Kalau kau sudah selesai, aku akan pergi sekarang." Ucap Liu Gong yang kemudian berdiri dan ingin pergi meninggalkan bar itu.
"Liu Gong..."
"Tolong jangan cari aku lagi untuk urusan seperti ini. Dan tolong sampaikan pada tuan Wang itu, aku akan kembali ke Asosiasi dengan suka rela saat seseorang seperti tuan Stewart yang menjadi ketua nya," Liu Gong kemudian tersenyum sembari menepuk pundak Riko, "Ku harap kau tidak tersesat terlalu jauh seperti ayah dan kakak ku, kawan."
Riko menilai keputusan Liu Gong yang ia anggap terlalu ingin menjadi orang benar itu adalah keputusan yang salah.
"Aku sedang mencoba untuk menyelamatkan mu. Setelah ini, semua bukan salah ku," gumam Riko.
•••
Begitu Liu Gong keluar dari bar, seseorang dengan pakaian serba hitam, sebuah jubah panjang dan tudung kepala yang terlihat ingin menyembunyikan identitasnya, tiba-tiba berlari menghampiri lalu menyapanya.
"Liu Gong, tunggu."
"Jester?"
"Bisa kau ikut dengan ku?" tanya Jester dengan wajah penuh harap.
"Tentu. Apa ada hal penting?"
Mendengar jawaban itu, Jester merasa lega. Ia mengira Liu Gong mungkin akan menolak, seperti saat ia mengabaikan banyak panggilan telepon dan pesan singkatnya.
"Ayo, ikuti aku dulu," ajak Jester, yang kemudian berjalan dengan setengah berlari menyeberangi jalan.
Liu Gong mengikuti Jester sampai mereka tiba dan masuk ke dalam sebuah SUV hitam yang sejak 30 menit lalu sudah terparkir di seberang jalan, tak jauh dari bar.
"Apa kalian ada kepurluan dengan ku?" Tanya Liu Gong saat SUV sudah mulai melaju meninggalkan lokasi bar tempat ia dan Riko bertemu.
"Kami butuh bantuan mu." Sahut Zhu Ming, yang duduk di kursi pengemudi dan mengendarai SUV itu melaju meninggalkan pusat Kota C.
Liu Gong agak sedikit terkejut melihat Zhu Ming yang ia tahu sangat irit dalam hal berbicara itu telah menanggapi pertanyaannya. Apalagi saat kalimat yang ia rasa tak mungkin keluar dari mulut Zhu Ming, di dengar nya.
"Kau butuh bantuan ku? Apa aku tidak salah dengar?" tanya Liu Gong ingin memastikan.
"Kau tidak salah dengar," sahut Jester. "Kau ingat pembicaraan kita dulu saat kita dalam perjalanan menuju kantor Asosiasi?"
Liu Gong mengingat kembali hari di mana Zhu Ming menyelamatkan dirinya dan murid Akademi yang saat itu sedang mengikuti ujian dari keadaan abnormal sebuah Dungeon.
"Ya. Apa kalian sudah menemukan bukti atas fitnah yang mereka lakukan pada paman Liu Xu?"
Jester mengangguk cepat. "Bukan hanya bukti. Kami bahkan menemukan komplotan mereka!"
"Apa kita akan pergi menangkap mereka?" tanya Liu Gong penasaran.
"Kau benar." Sahut Zhu Ming, "Kami menemukan lokasi tempat mereka berkumpul dari penyidikan yang tuan Stewart lakukan setelah mendapat tempat titik pertemuan mereka dari nona Anna."
"Apa?!"
Jester yang duduk di sebelah kursi pengemudi, tersenyum saat ia, yang duduk dengan posisi menyamping untuk bertatapan dengan Zhu Ming dan Liu Gong sekaligus, melihat ekspresi terkejut Liu Gong.
"Kalian bekerja bersama tuan Stewart?" tanya Liu Gong lagi.
"Ya. Beliau menyesal dengan kecerobohannya dalam memenjarakan paman Liu Xu dan bermaksud untuk membersihkan namanya." Sahut Zhu Ming, seraya melirik pada kaca spion di dekat kepalanya untuk melihat tanggapan dan ekspresi Liu Gong.
Liu Gong tidak menanggapinya. Ia bersender di kursi seraya menarik nafas panjang, mengingat bagaimana paman nya yang sangat 'lurus' dalam bekerja itu telah di jerumuskan ayah dan kakaknya sendiri ke dalam kasus keji yang sebenarnya ayah dan kakaknya lakukan.
°°°
"Tapi, kemana sebenarnya nona Anna pergi? Aku sering menanyakan keberadaannya pada nona Gina tapi mereka juga sepertinya kehilangan jejak." Ucap Jester, memecah keheningan.
Zhu Ming melirik padanya dengan wajah curiga.
"Kau sering menghubungi nona Stewart? Kau bahkan memanggil namanya dengan nama depan." tanya Zhu Ming, curiga.
Jester tersipu, sadar bahwa ia keceplosan. "Ya. Aku penasaran kemana nona Anna pergi selama delapan bulan ini."
"Kau penasaran pada nona Anna atau hanya karena ingin menghubungi nona Stewart?"
Jester yang niat aslinya dapat di tebak Wang Zhu Ming : "..."
•••