Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 133 - Terancam Bahaya


Semua Hunter langsung berlari untuk segera sampai ke gerbang dan keluar dari dalam Dungeon.


Menyadari keadaan darurat, Gus Stevin dan Davina yang sebenarnya masih merasakan ngilu di sekujur tubuh, terutama pada tulang dan otot mereka, segera melompat dari atas tandu agar tidak membebani Hunter-hunter yang mengangkat tandu.


Tim raid terus berlari dengan kekuatan mereka yang tersisa walaupun mereka tampak lebih kesusahan untuk bergerak lebih cepat akibat medan yang mereka lalui berbeda dari sebelumnya yang sebagian besar terdiri dari tanah berlumpur dan rerumputan liar.


Setelah keadaan Dungeon berubah, medan yang mereka hadapi saat ini dipenuhi oleh bukit-bukit kecil yang terbentuk dari batu-batu karang, hingga mereka harus melompati banyak bebatuan dan hal itu benar-benar membuat energi mereka terkuras dengan cepat.


Setelah beberapa menit dalam pelarian, Gina yang memiliki status sense jauh lebih baik dari siapapun di dalam tim, akhirnya merasakan sejumlah besar energi Mana yang mengikuti tim dari belakang.


Saat Gina menoleh, Gus Stevin yang berlari di dekatnya ikut menoleh juga dan ia langsung merinding saat melihat ratusan monster sudah berada tak jauh di belakang.


“M-monster apa itu?” tanya Gus Stevin sambil terus berlari. Medan yang tidak rata membuatnya tidak bisa mengenali monster dengan baik. Atau mungkin, dia memang tidak pernah melihat jenis monster tersebut sebelumnya.


Davina akhirnya ikut menoleh dan berusaha untuk mengenali monster yang terlihat tidak kesusahan untuk berlompatan dari batu karang satu ke batu karang lainnya.


Saat ia sudah dapat memperkirakan jenis monsternya, Davina berbicara dengan suara tergagap. “M-mereka... Bukankah mirip hewan purba? Dinosaurus?”


“Ya. Mereka sangat mirip Raptor,” sahut Gina yang juga dapat mengenali jenis monster yang sedang mengejar mereka.


“Kenapa bisa ada hewan purba di sebuah Dungeon?” tanya Gus Stevin.


Gina dan Davina tidak menjawabnya. Mereka memilih untuk kembali fokus untuk melarikan diri, karena mereka juga tidak memiliki jawaban yang pasti.


Wajah semua Hunter yang dapat mendengarkan pembicaraan ketiga Hunter di barisan belakang, mendadak pucat.


Dari yang mereka ketahui, hewan-hewan purba itu sangat brutal hanya saat mereka menjadi hewan purba biasa. Bagaimana jika sekarang hewan-hewan purba tersebut memiliki energi Mana?


Bahkan, Gorila saja menjadi sangat mengerikan saat mereka memiliki energi Mana. Kesimpulan itu entah bagaimana terbentuk secara bersamaan di benak mereka.


Pasukan Raptor yang sedikitnya berjumlah 100 ekor itu semakin mendekat di belakang mereka. Walaupun semua Hunter sudah berlari dengan menggunakan energi sihir, kecepatan mereka tetap tidak bisa menandingi kecepatan Raptor yang setengah berlari dan setengah berlompatan di atas bukit-bukit karang.


“Bagaimana ini? Apa yang harus kami lakukan?” Gina berusaha untuk memikirkan jalan keluar saat ia menyadari bahwa masing-masing Raptor setidaknya memiliki tingkatan energi Mana yang sama dengan Hunter peringkat A.


Walaupun seluruh anggota tim juga berperingkat A, 20 lawan ratusan adalah pilihan yang sangat buruk untuk bertarung secara langsung. Apalagi dalam tim nya saat ini, kebanyakan Hunter yang hanya berperingkat C dan D. Bahkan mereka hanya memiliki satu Hunter berperingkat B, Gus Stevin, dan tidak ada yang berperingkat A.


"Kalau aku seorang Warrior, Assassin atau Mage, apakah aku bisa mengalahkan mereka semua?" pikir Gina yang menyayangkan peringkat SS nya berada pada tipe Healer.


Dalam keadaan terdesak, Gina akhirnya melihat sebuah jalan yang ia pikir layak untuk di coba. Ia melihat jurang di arah kanan mereka dan ia dapat mendengar suara air terjun dibaliknya.


“Ke arah kanan!” Teriak Gina tiba-tiba.


Beberapa Hunter melirik pada Gina.


“Kanan?”


Sambil berlompatan di antara batu karang, Hunter-hunter menoleh ke arah yang Gina sebutkan dan terkejut saat melihat apa yang berada disana.


“Bukankah hanya ada jurang di sana?” tanya salah seorang Hunter, mempertanyakan tujuan kapten mereka memilih pergi ke jurang.


'Apa dia mengajak kami untuk bunuh diri?'


“Ada sungai di bawahnya. Mungkin mereka tidak bisa berenang.” Sahut Gina yang sudah berbelok ke arah yang ia maksud dan langsung menambah kecepatan larinya.


Walaupun mereka tidak mengerti bagaimana cara Gina mengetahui ada sungai di bawah jurang tersebut, karena tidak terlihat apapun dari tempat mereka berada, namun mereka semua akhirnya mengikutinya.


Mereka tidak tahu, sejak Gina menjadi peringkat SS, seluruhi indra nya menjadi lebih tajam. Gina dapat mendengar suara air terjun dari balik jurang tersebut dan ia menduga pasti ada sungai di dasar jurang.


Namun, saat mereka masih dalam perjalanan, tiga sosok monster lain muncul dari arah berlawanan.


Seluruh Hunter langsung dapat mengenali sosok monster raksasa tersebut dan mereka menjadi lebih ketakutan lagi.


“B-bukankah itu Tyranosaurus?”


Ketika Gina melihat ketiga Ty-Rex tersebut, barulah dia merasakan perasaan takut yang tidak ia rasakan saat mereka di kejar-kejar oleh Raptor.


Bukan karena ukuran tubuhnya yang hanya sedikit lebih besar dari Gorila, namun karena aura sihir yang terpancar dari masing-masih makhluk itu setara dengan Hunter berperingkat SS.


Tidak mau larut dalam ketakutan yang bisa mengakibatkan bahaya fatal pada anggota tim nya, Gina berlari lebih cepat lagi menuju pinggiran jurang untuk melihat situasi di dalamnya.


Setelah tiba jauh lebih cepat dari rekan-rekannya, Gina menatap ke dasar jurang dan melihat sungai yang cukup luas terbentang dari bawah air terjun sampai ke tempat jauh yang ia tidak bisa melihat ujungnya berada.


"Ku harap monster-monster itu benar-benar tidak bisa berenang." Pikir Gina. Itulah idenya, ia tidak pernah mendengar ada Dinosaurus yang bisa berenang selain memang yang hidup di air.


Gina berniat untuk menenggelamkan ratusan Dinosaurus itu jika mereka ikut terjun ke dalam jurang. Jika tidak, maka akan lebih baik lagi. Mereka hanya tinggal mencari jalan untuk pergi menuju gerbang.


°°°


Tak lama kemudian, Davina yang bisa berlari lebih cepat dibandingkan anggota tim lain juga tiba di tempat Gina berdiri diam.


“Vina, apa kamera mu masih menyala?” tanya Gina saat Davina tiba di sebelahnya.


Davina membuka helm nya lalu mengecek kamera yang berada di sana.


“Masih ada tiga puluh persen daya. Berarti masih cukup untuk satu hari lagi.”


“Jangan sampai kameranya mati. Kita harus merekam semua kejadian, supaya orang-orang yang menemukannya tanti tahu bahwa ada makhluk purba di dalam Dungeon.”


“A-apa...? Kenapa kau berkata seperti itu?”


Gina menunjuk pada tiga Ty-Rex yang sedang berlari menuju ke arah mereka.


“Kau merasakan energi sihir mereka, kan?”


“Y-ya... Aku bahkan tidak bisa memperhitungkannya karena sangat besar.”


“Masing-masing dari mereka setara dengan Hunter peringkat SS.”


Glup...


Davina tidak menanggapinya. Ia langsung mengalihkan tatapannya dari ketiga makhluk itu ke dasar jurang.


Davina juga akhirnya menyadari jika mencoba untuk menyelamatkan diri dengan melompat ke dalam sungai di bawah sana adalah pilihan terbaik dibandingkan harus bertarung melawan para Ty-Rex hanya untuk mencoba bertahan. Ia tahu, mereka mungkin tidak akan bisa bertahan lebih dari 10 menit atau bahkan kurang.


"Jika kita melompat ke sungai dan lolos, kita mungkin akan bertemu Ty-Rex di tempat lain." Ucap Gina.


"A-ayo jangan berpikir seperti itu," sahut Davina dengan wajah pucat.


“Sayang sekali kita belum bisa menayangkan videonya secara online di dalam Dungeon peringkat B. Jika tidak, bantuan pasti akan datang.” Gumam Gina yang kemudian menghela nafas panjang, menyesali keadaan.


Sinyal penangkap siaran yang 9 AM miliki belum terlalu kuat dan tidak bisa menembus sihir penghalang Dungeon peringkat B. Namun, jika saja mereka sudah memiliki satelit sendiri, Miyuki memastikan bahwa sinyal akan dapat menembus Dungeon peringkat apapun.


Miyuki menyadari hal itu saat siaran langsung yang ditampilkan avatarnya terhalang saat avatar masuk ke Dungeon peringkat B, hingga ia harus menggunakan banyak kristal sihir agar kamera di dalam mata avatar bisa terhubung ke helm pengendali yang ia pakai.


°°°


Tak lama kemudian, seluruh anggota tim tiba di dekat Gina dan Davina.


Melihat Raptor sudah berada di dekat mereka, Gina langsung melompat terlebih dahulu ke dalam jurang, seraya meneriakan perintah pada tim raid.


“Ikuti aku masuk ke dalam sungai!”


Saat ia sudah berada si udara, Gina langsung membalikkan tubuhnya dan menghadapkan punggung nya ke jurang.


Gina juga langsung menggunakan buff ketahanan tubuh yang ia kirimkan pada seluruh anggota tim yang juga sudah melompat mengikutinya, untuk memperkuat pertahanan semua Hunter yang akan berbenturan keras dengan air sungai dan bebatuan di kedalaman jurang atau bahkan saling bertabrakan di antara mereka.


Sihir tersebut dia berikan agar dapat langsung menyembuhkan dampak cidera yang mungkin akan terjadi pada para Hunter.


Gina yang terlebih dulu mendarat di sungai, langsung berenang menepi sesaat setelah ia sudah kembali ke permukaan air.


Sesampainya di tepi sungai Gina segera berdiri dan memantau dengan fokus ke arah sungai untuk memerhatikan seluruh anggota timnya.


Tak berselang lama, Hunter-hunter bermunculan dari dalam air, hampir bersamaan dengan puluhan Raptor yang juga ikut terjun bersama mereka.


Untung saja perkiraan Gina sangat tepat. Raptor-raptor yang tidak bisa berenang, langsung hanyut terbawa arus sungai, yang sebenarnya tidak deras.


Berbeda dengan para Hunter yang di pastikan bisa berenang, karena mereka sudah berlatih berenang di sungai yang bahkan berarus deras saat mengikuti pelatihan di Akademi.


'Syukurlah dugaan ku tepat.'


Gina menghela nafas lega, sambil terus menghitung jumlah Hunter yang sudah berhasil menepi.