Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 263 - Sosok Berjubah Ungu


Tahu lawan akan segera menyerang, dewa Zeus mengambil langkah lebih dahulu untuk menyerang.


Tapi, Anna jauh lebih cepat darinya.


"Conqueror of Darkness, part 3. Thousand Hands of the Goddess!"


Setelah mantra sihir terucap dari mulut gadis itu, ribuan telapak tangan dengan cahaya keemasan berjatuhan dari langit menimpa dewa Zeus dan anak-anaknya.


Arah datangnya serangan itu, membuat dewa Zeus yang biasanya juga memanggil sihirnya dari arah langit, tidak bisa melakukannya sama sekali.


Anna memfokuskan sihirnya pada area dimana dewa Zeus dan seluruh anaknya berada saja.


Sihir itu terus menghujam tubuh mereka hingga para dewa itu tak berdaya dan tidak sempat menggunakan kekuatan mereka sama sekali.


Anna terus mengerahkan energi Mana nya untuk menghancurkan tubuh lawan-lawannya itu. Tapi, cahaya keemasan lain yang sejenis dengan energi Mana nya, namun bukan berasal darinya, tiba-tiba melindungi dewa Zeus dan semua anaknya.


Terkejut dengan adanya sihir pelindung yang juga merupakan sihir kehidupan itu, Anna pun menoleh ke langit, ke arah seorang wanita berparas manis yang memiliki rambut panjang pirang-platinum yang baru saja muncul disana.


Begitu juga dengan dewa Zeus dan dewa lainnya. Mereka menatap ke arah dewi penguasa terkuat di dunia para dewa itu dengan mata melebar.


Dewi Lyn yang baru saja muncul di langit, akhirnya turun perlahan menghampiri mereka.


Sesaat setelah ia mendaratkan kedua kakinya di tanah, dewi Lyn mengarahkan salah satu tangannya pada Anna, yang masih menggunakan energi Mana nya untuk menyerang dewa Zeus yang kini sudah berada di dalam cahaya keemasan pelindung yang dewi Lyn buat.


Sedetik kemudian, cahaya keemasan tiba-tiba muncul mengelilingi seluruh tubuh Anna.


"Ini..."


Anna sangat terkejut ketika seluruh energi Mana nya dinetralkan dan ia tahu cahaya keemasan disekelilingnya itulah penyebabnya.


'Ini seperti yang sering ku lakukan pada para monster saat berada di dalam Dungeon. Tapi aku tidak bisa lagi menggunakannya karena sihir ini tidak berfungsi pada para iblis dan dewa.'


"Ini sihir milikku. Kakakku hanya menirunya saja dan dia tidak bisa menggunakannya sebaik aku menggunakannya." Ucap dewi Lyn, seakan ia bisa tahu apa yang sedang Anna pikirkan.


Melihat wajah terkejut Anna, dewi Lyn tersenyum lembut padanya.


"Aku bisa membaca pikiranmu. Aku dewa penguasa atas makhluk ciptaan yang berasal dari seluruh pusaran putih. Jadi aku bisa tahu apa yang kau pikirkan."


Mengetahui hal itu, tentu saja membuat Anna jadi bergidik ngeri.


"Tapi aku harus mengucapkan terima kasih padamu. Karena kau mengaktifkan energi Mana mu, aku mengira kakakku sedang berada disini dan aku juga menjadi berani untuk mengaktifkan energi Mana ku untuk kabur dari mereka," ucap dewi Lyn lagi.


"Menjadi berani? Jadi kau tidak takut walaupun aku berada disini, Lyn?!" seru bola kristal hijau yang marah karena kata-kata itu seakan meremehkannya.


Dewi Lyn akhirnya menoleh pada bola kristal itu untuk pertama kalinya.


"Jika Ann ada disini, kau pikir bisa mengalahkannya?"


"..." bola kristal hijau terdiam.


"Kau bahkan tidak bisa membuatku berlutut dihadapanmu."


Tapi itu hanya terjadi selama beberapa saat kemudian saja. Dewi Lyn yang merasakan kekangan kuat dikepalanya akhirnya mengunci kembali energi Mana nya dan ia pun jatuh berlutut.


"Tsk... Kau membuatku gugup saja. Kau bahkan tidak bisa melawan kekuatan pengekang dan kau berani padaku?"


"Aku cuma ingin kau tahu bahwa aku bisa saja mencarimu saat kita sudah kembali ke dunia para dewa nanti." Ancam dewi Lyn.


"Kau pikir kau bisa kembali ke dunia kita? Kau sudah berani memasuki wilayah dewa lain padahal aku tidak memanggilmu."


Mendengar itu, dewi Lyn yang sebenarnya sudah sangat marah sejak kedatangannya tadi, mendongak dan menatap bola kristal hijau dengan tatapan yang sangat tajam dan dalam, seakan ia hendak menghancurkan bola kristal itu hanya dengan tatapannya saja.


"Apa?!"


Setelah ia terkesiap karena terkejut dengan apa yang dewi Lyn katakan, bola kristal hijau terdiam. Ia tahu dewi Lyn tidak akan berbohong. Ia pasti sudah mengetahui kebenaran itu sebelum mengatakannya.


"Mereka ada disini dan menyandera Poseidon dan Hestia di dalam inti planet di tengah kota." Dewi Lyn kemudian menoleh pada dewa Eru. "Setidaknya bebaskan kekang dikepalaku dan panggil dewi Yolin kesini. Aku dan dia akan membantumu menyingkirkan pengkhianat itu sebelum terlambat!"


Tapi, sebelum bola kristal hijau memanggil dewi Yolin, di hadapan mereka muncul sosok berjubah ungu.


Begitu ia muncul, sosok berjubah ungu itu langsung mengarahkan tombak berkepala ularnya pada bola kristal hijau dan memecahkannya.


Prannng...!!!


Bola kristal hijau yang baru saja pecah, mengeluarkan asap kehijauan. Dari dalamnya muncul sosok pria berjubah hijau yang kini jatuh tersungkur ditanah dengan luka menganga di dadanya.


Sosok berjubah ungu itu kemudian bergerak dan menyerang kembali. Kali ini targetnya adalah dewi Lyn, yang masih berlutut di dekat Anna dan dewa Eru.


Wussshhhh...


Crannkkkk...!!!


Beruntung serangannya itu dapat ditangkis dengan baik oleh Anna yang sudah terbebas dari sihir penetral energi Mana dewi Lyn sejak dewi Lyn mengunci kembali energi Mana nya tadi.


Tapi, Anna langsung terpental begitu saja, karena energi Mana lawan jauh lebih kuat dari miliknya.


"Dia sangat kuat...," gumam Anna, sembari melompat bangkit dari tanah.


Anna hendak menggunakan sihir untuk menyerang lawannya lagi, tapi makhluk berjubah ungu itu sudah terlebih dahulu muncul dihadapannya.


Makhluk itu meletakkan salah satu telapak tangannya di dekat tubuh Anna lalu melontarkan sihir kuat yang berhasil mementalkan tubuh Anna lagi hingga ia terbang sampai sejauh puluhan kilometer.


Bannnnngggg!!!


Sihir itu sangat kuat. Jika Anna tidak memiliki energi pelindung di sekitar tubuhnya, sudah pasti tubuhnya akan meledak saat terkena serangan itu.


Anna terus terbang jauh hingga menghancurkan pohon dan bangunan apapun yang dilewatinya sebelum tubuhnya tiba-tiba ditarik oleh kekuatan telekinesis yang membuatnya kini kembali pada penyerangnya.


Baru saja ia tiba di hadapan lawannya, makhluk itu kembali menggunakan sihirnya dan meledakkan energi Mana lagi di hadapan Anna.


Bannnnngggg!!!


Anna terpental lagi dan hal itu berulang sampai 3 kali lagi hingga Anna akhirnya pingsan dan tubuhnya dilemparkan makhluk itu ke dekat dewi Lyn.


Melihat lawan bandel itu sudah terkulai lemah, makhluk berjubah ungu tertawa.


Suara tawanya sangat nyaring hingga menggetarkan daratan.


"Makhluk ciptaan ingin melawanku? Benar-benar bodoh!"


"Kau salah menyakiti makhluk ciptaan," sahut sosok berjubah hijau yang masih tergeletak di tanah.


Makhluk berjubah ungu menghentikan tawa dan menoleh ke arahnya.


"Salah?"


"Lihat di atas mu..."


Makhluk berjubah ungu tidak perlu menoleh untuk melihat siapa yang datang. Hanya dari energi Mana nya saja, ia tahu siapa lawan yang baru saja datang ke tempat itu.