Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 128 - Berita Buruk


Saat Anna sedang melamun, Bimo yang masih sibuk bertarung dengan para Raptor di bawah sana, menyadarkannya.


“Nona Anna! Bisakah Anda membantu saya?” Teriak Bimo di sela-sela pertarungannya.


Anna terkejut ketika menyadari bahwa masih ada pertarungan di bawah sana.


'Aku benar-benar sedang melamun.'


Melihat makhluk-makhluk purba di bawah sana, Anna juga ingat lagi bahwa ia tidak melihat adanya makhluk purba itu di dalam goa dan hanya ada makhluk yang mirip dengan makhluk berkulit merah di sana.


'Bagaimana mereka bisa keluar dari lubang hitam kalau mereka tidak ada di goa?'


Semakin ia memikirkannya, semakin tidak ada jawaban yang ia dapatkan. Akhirnya Anna menghela nafas panjang dan ia pun turun untuk membantu Bimo.


Anna tidak turun sampai ke tanah. Dia masih berada agak jauh di udara dan berpikir untuk menyelesaikan pertarungan itu dengan cepat walau sedikit menguras energi Mana nya.


Anna merentangkan kedua tangannya dan menengadahkan telapak tangannya le langit.


Saat ia menengadahkan kedua tangannya, seluruh Raptor yang berada di bawah tiba-tiba terangkat dan terbang menuju dirinya.


Setelah ratusan Raptor terbang agak jauh dari Bimo, Anna mengepalkan kedua telapak tangannya dan bersamaan dengan itu ledakan besar terjadi.


Tubuh semua Raptor meledak dan lenyap dalam sekejap mata.


Setelah melakukan hal itu, Anna kembali ke daratan dan berdiri di samping Bimo yang menatapnya dengan tatapan malas ala Miyuki.


“Harusnya Anda melakukannya sejak tadi, nona Anna.”


“Yah, anggap saja itu sebagai latihan mu.”


"..."


Bimo mendongak dan memandang ke tempat seharusnya awan hitam berada.


“Apakah Anda sudah mengalahkan mereka?”


Anna mendesah dengan berat lalu menggelengkan kepalanya. “Mereka menutup gerbangnya.”


Bimo mengerutkan keningnya, tidak mengerti apa yang Anna maksud.


Karena dia sibuk bertarung dengan ratusan Raptor yang mengeroyoknya, ia tadi tidak sempat melihat Anna masuk ke dalam lubang hitam.


“Apakah Anda sempat bertemu dengan boss Dungeon?”


Mendengar kata boss Dungeon, Anna akhirnya teringat dengan boss Dungeon ini. Walaupun samar, karena baginya energi Mana penghuni asli Dungeon ini sangat kecil, Anna dapat merasakan bahwa masih ada makhluk lain di dalam Dungeon.


“Ngomong-ngomong, monster asli Dungeon ini masih ada. Apakah mereka belum sempat bertarung dengan monster-monsternya sebelum Raptor-raptor tadi bermunculan?” Anna balik bertanya.


“Mereka hanya sempat mengalahkan Goblin di satu wilayah.”


“Ah, Goblin ya. Pantas saja terasa sangat lemah.”


Mendengar itu, Bimo tertawa.


“Saya pikir, Anda sebaiknya jangan mengatakan seperti itu di depan mereka, atau mereka akan menyerah menjadi Hunter.”


Anna tersenyum pahit.


“Aku tidak akan melakukannya.”


“Baiklah. Apakah kita sebaiknya memanggil mereka kembali untuk melakukan raid? Atau kita saja yang menutup Dungeon ini, nona Anna?”


Sebenarnya sangat mudah bagi Anna atau bahkan Bimo sendiri, untuk pergi dan menghabisi semua Goblin.


Namun saat ia mengingat kembali pengalaman yang baru saja dilaluinya, Anna menjadi kurang bersemangat.


“Ayo kita minta mereka kembali kesini dan menyelesaikannya. Aku sedang tidak mood.”


“A-apa? Tidak mood?”


“Sudahlah. Ayo kita keluar dan berbicara pada mereka.”


Anna pergi meninggalkan Bimo yang masih menatapnya dengan heran. Sudah lama dia tidak mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Anna.


•••


Bimo hampir saja terperosok jatuh ke dalam kawah besar yang berada tepat di depan gerbang karena ia sempat kehilangan fokus saat sedang memerhatikan gerbang yang tidak lagi memiliki penghalang sihir seperti biasanya.


‘Apa yang terjadi di sini?’


Bimo melihat kawah besar yang sangat dalam itu dengan tatapan takjub lalu teringat kembali kata-kata Anna, saat gadis itu baru kembali dari luar gerbang tadi.


‘Jadi ini tadi yang dia maksud dengan menghancurkan gerbang?'


Bimo melihat Anna masuk ke dalam kawah dengan berjalan gontai.


Sementara dari arah dalam kawah, Liu Gong berlari dengan tergesa menghampiri Anna.


“Siswi Anna!” Seru Liu Gong yang masih dalam perjalanan menghampiri Anna.


Anna menatap Liu Gong dengan tanpa semangat dan ia malah makin memperlambat langkah kakinya untuk menunggu Liu Gong sampai padanya.


“Siswi Anna!” Seru Liu Gong lagi setelah ia tiba di depan Anna.


“Ada apa, tuan Wang? Kenapa Anda tampak gelisah?”


“Dungeon break. Ada dungeon break di dekat pusat kota!”


“Hah? Apa ada guild yang membiarkan sebuah Dungeon?”


Liu Gong menyerahkan smartphonenya pada Anna, alih-alih langsung mengatakan informasi yang sudah ia terima dari Asosiasi.


Anna mengambil smartphone tersebut dan melihat siaran langsung yang di ambil dari satelit.


Kedua mata Anna melebar seketika. Disitu ia melihat ada puluhan makhluk purba yang terbang dan sedang memukul mundur Hunter-hunter berseragam Asosiasi. Juga ada Kevin Jung dan avatar Miyuki disana.


“Monster-monster itu keluar dari dalam gerbang yang sedang dalam tahap raid.” Liu Gong kembali berbicara.


“Apa? Berarti tim yang melakukan raid…, apakah mereka semua telah mati?”


Liu Gong tidak menyahut.


Anna akhirnya menyadari bahwa wajah Liu Gong tampak sangat pucat.


“Ada apa?”


Liu Gong berusaha menenangkan dirinya sebelum akhirnya memberikan informasi yang membuatnya merasa berduka.


“Sebenarnya, gerbang itu adalah gerbang yang Gina dan calon anggota guild mu masuki.”


“Apa?!”


Tanpa disadarinya, Anna menjatuhkan smartphone Liu Gong dari tangannya.


Saat ia masih dalam rasa terkejutnya, Anna juga baru menyadari ada suara seseorang yang sesang menangis terisak dari bagian terdalam kawah. Ia menoleh ke arah tersebut dan melihat Luke yang sedang menangis tersedu-sedu disana.


'Sialan. Kenapa bukan dia saja yang mati?'


Dengan langkah lebar dan cepat, Anna pergi menghampiri Luke.


Ketika ia sudah berada di hadapan Luke yang duduk menunduk di tanah, Anna menarik rambutnya hingga pemuda itu berdiri.


“Aku sangat senang jika pembuat onar seperti mu yang harus mati, bukannya orang baik seperti kakak mu!” setelah berteriak tepat di depan wajah Luke, Anna menghempaskan tubuh Luke dengan keras, hingga pria itu jatuh terguling berkali-kali sebelum berhenti di kejauhan.


Pria bertubuh kekar yang duduk di dekat situ menatap Anna dengan ketakutan. Tubuhnya gemetar hebat lalu ia membungkuk untuk menghindari bertatapan dengan Anna.


Anna menoleh ke belakang dan menatap pada Liu Gong yang sedang berlari ke arahnya.


“Tuan Wang, tolong bantu mereka menyelesaikan Dungeon di sini. Monster dan boss Goblin nya masih hidup.” Pinta Anna, setelah Liu Gong berada di dekatnya.


Setelah mengatakan itu, Anna memanggil Bimo, yang langsung berlari mendekat.


“Kita ke sana.” Ucap Anna pada Bimo. Ia kemudian meraih pergelangan tangan Bimo lalu mereka berdua lenyap dari hadapan Liu Gong.


•••••••