
Keisuke Sato, sebagai penanggung jawab keluarga Sato semenjak Takayoshi Sato, ayahnya, menghilang, langsung menjemput Kenichiro dan Eiko di lokasi helipad keluarga Sato yang terletak di bagian belakang wilayah keluarga Sato.
Atas permintaan Kenichiro, Keisuke membawa mereka langsung ke laboratorium pribadi keluarga Sato yang terletak tidak begitu jauh dari lokasi helipad tadi, alih-alih harus menjamu mereka terlebih dahulu di kediaman keluarga Sato.
Di laboratorium, Jirou Sato yang sudah mendapatkan informasi akan kedatangan Kenichiro Tanaka dan putrinya, sudah menunggu kedatangan mereka di pintu utama gedung laboratorium.
Jirou langsung membungkukkan tubuhnya begitu Kenichiro dan Eiko berada di depannya. "Tanaka-San, Eiko Tanaka-San. Senang bertemu Anda berdua."
Kenichiro menepuk lembut pundak Jirou.
"Jirou, senang bertemu dengan mu." Ucap Kenichiro.
Tidak ada kalimat lain yang Kenichiro ucapkan setelah itu. Ia sebenarnya sangat terburu-buru untuk melihat surat yang tertinggal di lokasi hilangnya Takayoshi Sato yang merupakan satu-satunya petunjuk yang ada, tanpa adanya rekaman CCTV, jejak pertarungan, atau hal lainnya.
Melihat gelagat Kenichiro yang tampak tidak sabar, Keisuke akhirnya mempersilahkan Hunter nomor satu di Jepang tersebut untuk masuk ke dalam gedung.
"Tanaka-San, tolong ikuti saya." Ajak Keisuke yang kemudian berjalan terlebih dahulu, diikuti oleh Kenichiro, Eiko dan Jirou di belakang mereka.
Laboratorium tersebut dibangun khusus hanya untuk tempat penelitian pribadi keluarga Sato. Bangunannya juga tidak terlalu besar, hanya seluas 625 meter persegi.
Biasanya, hanya Takayoshi Sato dan Jirou Sato saja yang bekerja di dalam laboratorium tersebut untuk melakukan penelitian khusus terhadap mayat-mayat monster.
Jika mereka nantinya menemukan sebuah hal baru dari penelitian itu, barulah tim ilmuwan akan melanjutkannya di laboratorium besar milik Sato Corp yang berada di luar Tokyo.
Karena Takayoshi menghilang, otomatis hanya Jirou seorang diri yang kini menggunakan laboratorium. Jadi, tempat itu terlihat sangat sepi, dan sedikit seram jika seorang warga biasa masuk ke dalamnya.
Ada banyak tubuh monster yang di bekukan di tabung-tabung transparan berukuran besar yang diletakkan di sepanjang jalan, menuju ruang kerja mereka. Siapapun yang tidak terbiasa melihat pemandangan tersebut, tentu akan langsung melarikan diri dari sana.
Ketika keempat orang itu akhirnya tiba di dalam sebuah ruangan, Keisuke mempersilahkan dua tamu nya untuk duduk di bangku rotan sementara ia mengambil sebuah surat yang berada di dekat komputer milik Takayoshi.
Keisuke langsung menyerahkan surat tersebut lalu ia juga duduk di kursi rotan tepat di seberang Kenichiro, di samping Jirou.
Kenichiro membuka lipatan surat dan langsung membaca isinya.
......................
'Sepertinya aku telah menemukan makhluk yang membuka gerbang Dungeon di dunia,'
'Tapi, aku saat ini sedang di kejar-kejar sebuah organisasi rahasia saat masih dalam penelitian dan membuntuti makhluk yang ku lihat sedang membuka gerbang di dekat sebuah pelabuhan di Kota C,'
'Kenichiro, jika surat ini sampai pada mu, cari lah aku di Kota C, di Asia Tenggara. Kamu bisa mulai mencari ku dari titik koordinat ini 6°06′05″S 106°53′10″E / 6.101511°S 106.886031°E.'
'Kami sedang dalam pengepungan dan terluka sangat parah. Kami bertarung di sebuah pulau tidak berpenghuni di lokasi yang agak jauh dari titik koordinat yang ku berikan. Kamu akan mendapatkan petunjuk disana.'
'Aku akan mengirimkan surat ini dengan segel darah yang akan di antarkan Takezo pada ketua Asosiasi Asia Tenggara.'
'Jangan beritahukan hal ini pada siapa pun sebelum kamu menemukan ku.'
'Taka.'
......................
Setelah membaca ulang satu kali lagi, Kenichiro membolak balik lembaran surat sebelum akhirnya memberikannya pada Eiko.
"Keisuke, apakah surat itu benar-benar di tulis oleh ayah mu?"
"Ya, Tanaka-San. Jirou telah meneliti darah yang digunakan untuk menulisnya dan itu benar darah ayah."
"Itu juga tulisan tangan ayah," Jirou menambahkan.
"Lalu, dimana Takezo?"
Keisuke menghela nafas dengan berat.
"Takezo-San kembali untuk menemui ayah setelah menyerahkan surat itu pada Li Wen Xia-San."
Kenichiro memajukan tubuhnya.
"Lalu, apakah Li Wen Xia-San tidak mengirimkan orang untuk membantu?"
Kenichiro mengangguk pelan sebelum bsrbicara kembali, "Jadi, karena itu kamu mengatakan bahwa ayah mu mungkin di culik."
"Ya, Tanaka-San. Sangat aneh untuk orang seperti ayah melakukan pergerakan diam-diam tanpa ingin batuan dari pihak kawan. Beliau bukan orang yang ingin bekerja sendiri walaupun tampak mampu melakukannya."
"Aku mengerti. Kamu benar. Taka tidak mungkin bergerak sendirian walau dia mampu." Sahut Kenichiro, menyetujui pemikiran Keisuke.
"Dan lagi, ada hal aneh dari cara ayah menuliskan nama nya. Beliau tidak mungkin menuliskan hanya nama panggilannya saja. Hal itu sepertinya memang di buat supaya Anda benar-benar merasa bahwa ayah menginginkan Anda untuk datang, Tanaka-San."
"Maksud mu seseorang ingin menjebak ku?"
Keisuke mengangguk.
Kenichiro juga memikirkan hal yang sama. Bagaimana pun, Takayoshi tidak mungkin hanya menuliskan nama panggilan yang hanya Kenichiro dan istrinya saja yang biasa menggunakannya.
"Apakah surat ini langsung di antarkan Li Wen Xia-San pada mu?"
"Surat ini dikirimkan melalui Asosiasi. Takezo-San mengantarkan langsung surat ini pada Ketua Asosiasi Asia Tenggara dan diminta untuk menyampaikannya pada Ketua Asosiasi Tokyo, sebelum akhirnya di antarkan pada kami."
"Begitu...," Kenichiro menundukkan kepalanya. Ia mengusap-usap lengan kursi agak lama sebelum berbicara kembali, "Siapa yang bisa menculik Taka? Ku rasa tidak ada seorangpun di Asia Tenggara yang sanggup melakukannya."
Keisuke tidak mengomentari pernyataan itu. Sebagai gantinya ia menoleh pada Jirou, adiknya, dan mereka saling bertatapan sebentar.
Tak lama kemudian, Keisuke dan Jirou sama-sama menoleh pada Eiko yang kemudian mengangkat kedua alisnya saat tidak mengerti dengan arti tatapan kedua putra Takoyoshi Sato tersebut.
Tahu bahwa Eiko tidak mengerti arti tatapan mereka, Keisuke kembali berbicara, "Eiko-San, apakah Anda tidak mengikuti perkembangan Hunter di dunia dalam empat bulan belakangan?"
Eiko menggelengkan kepalanya, "Saya tidak melakukannya, Keisuke Sato-San."
"Begitu rupanya...," Keisuke mengangguk pelan.
Ayahnya pernah bercerita bahwa keluarga Tanaka tidak suka mengikuti perkembangan dunia luar. Mereka hanya mengurus bisnis restoran klasik milik keluarga dan bisnis perkebunan.
Kenichiro dan Eiko juga jarang berinteraksi dengan orang luar, bahkan mereka biasanya hanya melakukan raid di Dungeon berdua saja.
Untuk pembawa barang dan tim penambang, keduanya juga tidak meminta tim dari Asosiasi untuk melakukannya. Mereka lebih memercayakan pada para pelayan dari keluarga Tanaka yang memiliki lisensi Hunter.
Sebagai Hunter nomor satu di Jepang, Asosiasi tentu memberikan izin spesial seperti itu pada keluarga Tanaka.
"Tanaka-San, terakhir kali, ayah berada pada peringkat SSS," Keisuke kembali berbicara.
Kenichiro mengangguk dan tersenyum setelahnya. Ia tahu itu. Takayoshi, Kenichiro dan Eiko memang tidak pernah melakukan update peringkat lagi di situs milik Asosiasi Hunter Jepang ataupun situs resmi Dunia.
Terakhir kali, peringkat Takayoshi dan Kenichiro terdaftar sebagai peringkat SS, sementara Eiko terdaftar sebagai peringkat S.
Namun demikian, Takayoshi dan Kenichiro tetap saling memberi tahu di antara mereka jika mereka mengalami kenaikan peringkat. Hal penting seperti itu tidak akan mereka tutupi antara satu dan yang lain. Karena itulah, apa yang Keisuke katakan padanya barusan, terdengar seperti sebuah persetujuan jika tidak ada Hunter yang sanggup melakukan penculikan pada Takyoshi.
Ingin membiusnya? Tidak mungkin. Bahkan Hunter peringkat SS saja tidak akan terpengaruh lagi dengan obat penenang, alkohol atau racun apapun yang di buat manusia.
Ingin membuat obat tidur menggunakan tumbuhan yang berasal dari Dungeon? Takayoshi pasti akan mengetahuinya, karena obat bius tersebut sudah pasti mengandung energi sihir. Takayoshi pasti akan mendeteksinya dengan sangat cepat.
"Karena itulah, aku mengatakan bahwa tidak akan ada yang mungkin bisa menculik Taka." Ucap Kenichiro.
Jirou berdiri dari tempat duduknya, "Tanaka-San, bisaka Anda mengikuti saya?"
Kenichiro menatap Jirou seraya mengerutkan keningnya.
"Ada yang ingin kami tunjukkan, Tanaka-San." Keisuke menimpali permintaan adiknya. "Ada sebuah kelompok baru yang mungkin bisa melakukannya."
"Apa?!" Kenichiro tersentak dan menatap Keisuke dan Jirou secara bergantian, dengan kedua mata melebar.
"Tolong ikuti kami," pinta Jirou sekalli lagi.
"Baiklah..."
Kenichiro akhirnya berdiri, diikuti oleh Eiko. Mereka akhirnya pindah ke ruangan lain yang hanya di batasi oleh sebuah pintu geser dari ruangan Takayoshi.