
Pertempuran di lokasi Elf Klan Tanah sangat kacau balau. Pasukan Elf yang kalah kekuatan sudah sangat terdesak sampai hampir tersingkir keluar dari perbatasan wilayah perbukitan mereka.
Lumiar, sang pemimpin klan jelas-jelas terlihat seperti berperang seorang diri melawan bangsa penjajah akibat dua panglima perangnya yang sebelumnya memimpin pasukan Elf sudah tewas di tangan panglima perang musuh.
Menjadi satu-satunya Elf yang memiliki kekuatan jauh di atas pasukannya, secara otomatis Lumiar yang menjadi satu-satunya pelindung pasukan Elf tersebut.
Namun, dengan di keroyok ribuan tentara lawan, Lumiar akhirnya hanya bisa berusaha untuk mempertahankan dirinya sendiri tanpa bisa melindungi anggota klan nya lagi.
•••
Nobara yang baru tiba bersama seluruh rombongan yang Anna bawa, langsung pergi untuk menolong Lumiar.
Sementara Fael, Nyrna dan Cirdan, pergi ke depan gerbang untuk mencegah bangsa penjajah yang masih saja berdatangan ke dalam planet Elf.
Elf utusan yang sebelumnya mewartakan peperangan di wilayah mereka ke Klan Api, memberikan peringatan keras pada para Elf yang datang bersamanya itu.
“Tolong berhati-hati! Mereka sangat kuat!” seru utusan itu, yang kemudian jatuh terduduk di samping Anna. Ia sudah hampir pingsan akibat kehabisan energi Mana yang digunakannya untuk mempercepat lari hewan tungganggannya.
“Kau tenanglah, mereka akan baik-baik saja,” ucap Anna, menenangkan Elf pria tersebut.
Sang utusan mendongak untuk menatap Anna. Ia terkejut saat baru menyadari bahwa makhluk dari bangsa asing itu sama sekali tidak memiliki energi Mana di dalam dirinya. Ia tidak dapat merasakan adanya energi Mana dari Anna.
Sebenarnya, bukan karena Anna telah mengunci energi Mana nya kembali, ia tidak bisa merasakannya karena memang tidak ada makhluk, selain yang berasal dari dunia para dewa dan iblis, yang bisa merasakan energi Mana dewa milik Anna.
“Tolong menjauh. Akan berbahaya jika kau berada di sini!” Perintah utusan itu pada Anna. Ia benar-benar mengkhawatirkannya.
Elf pria itu hendak berdiri untuk mengantarkan Anna ke tempat yang agak jauh, khawatir akan ada sihir yang menyasar pada Anna. Namun, ia tidak sanggup berdiri saat Anna menekan pundaknya, hingga ia pun terduduk kembali.
Anehnya, saat Elf itu ingin berdiri kembali, kekuatan menekan yang ia rasakan pada pundaknya benar-benar kuat hingga ia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
Elf utusan akhirnya mendongak lagi dan menatap Anna dengan kedua mata melebar.
‘Dia sekuat ini tanpa memiliki energi Mana?’
“Jangan khawatir. Semuanya sudah diselesaikan dengan baik.” Ucap Anna pada Elf pria seraya tersenyum.
“A-apa?”
“Kau terlalu memerhatikan ku. Perhatikanlah sekeliling mu.”
Elf itu akhirnya melihat ke sekitarnya seperti yang Anna minta.
Sedetik kemudian ia memekik kaget saat melihat puluhan ribu bangsa penjajah sudah tewas dan mayat mereka bergelimpangan di seluruh area itu.
“A-apa?! Bagaimana mungkin…”
“Tsk… Kau malah ketinggalan tontonan menarik, kan?"
•••
Di tempat yang agak jauh dari tempat Anna berdiri, Eleanor yang baru saja menyelesaikan tugasnya membakar pasukan musuh, langsung berlari menghampiri Lumiar, yang sudah sekarat dan tergeletak tanpa daya di tanah.
Melihat keadaan ketua Klan Tanah yang sangat memprihatinkan, Elenaor langsung menggunakan sihir pengobatannya untuk menutup luka-luka menganga yang berada hampir di sekujur tubuh Lumiar.
Setelah semua luka pemimpin Klan Tanah itu tertutup, Eleanor mulai mengobati luka dalam Lumiar, hingga Lumiar muntah darah hitam akibat dari banyaknya sihir yang telah diterimanya.
Melihat mantan pesaingnya selemah itu, Nobara yang berdiri di dekat mereka semakin bersyukur karena ia telah bertemu dengan Anna. Jika tidak, ia juga pasti akan mengalami hal yang sama persis seperti Lumiar saat bangsa penjajah itu menyerang wilayah klan nya.
"Anda sudah pulih, tuan Lumiar. Anda tinggal beristirahat yang cukup untuk menstabilkan energi Mana Anda lagi dalam beberapa hari ke depan," ucap Eleanor, setelah mengakhiri pengobatannya.
Lumiar yang sudah merasa kondisi tubuhnya kembali membaik seperti semula, langsung bangkit dan duduk di dekat penolongnya itu.
Ia melihat seluruh tangan dan tubuhnya yang sebelumnya banyak luka robek akibat goresan lembing dan pedang lawan, kini sudah sembuh dan menghilang seluruhnya. Bahkan, bekas luka nya pun tidak nampak sama sekali.
"Bagaimana bisa?!" Lumiar segera menoleh pada Eleanor dan menatapnya dengan takjub sebelum memandangi seluruh tubuhnya yang sudah pulih sekali lagi.
Sepengetahuannya, belum pernah ada Elf penyihir yang bisa menyembuhkan luka luar dan luka dalam secara instan sekaligus. Bahkan, bekas lukanya pun tidak ada.
"I-ini luar biasa...," gumam Lumiar. Ia kemudian menatap Eleanor kembali, “Terima kasih, nona…”
“Eleanor,” sahut Eleanor.
“Terima kasih, nona Eleanor,” ucap Lumiar, mengulang kata-katanya yang terputus.
“Berterimakasihlah pada utusan Anda yang sudah datang ke tempat kami tanpa beristirahat, tuan Lumiar.” Sahut Eleanor di sela senyum lembutnya.
Setelah itu, Lumiar tiba-tiba berdiri.
Ia kemudian meraih tombaknya yang tergeletak tak jauh dari situ, lalu melangkah pergi dengan terburu-buru.
“Kau mau pergi kemana?” tanya Nobara bingung, saat melihat Lumiar tampak sangat gusar.
“Para wanita dari klan ku hampir seluruhnya di culik. Aku harus menjemput mereka ke dalam sana.” Sahut Lumiar, seraya menatap pada gerbang hitam yang berada agak jauh dari tempatnya berdiri. Ia kemudian menoleh pada Nobara lagi, “Apakah Anda berkenan untuk membantu ku sekali lagi, tuan Nobara?” pinta nya.
“Kau harus minta izin pada pemimpin kami,” sahut Nobara.
“Pemimpin?”
Nobara kemudian menoleh pada Anna, lalu menundukkan kepalanya dengan sopan.
Lumiar mengikuti arah tatapan itu. Ia kemudian merasa sedikit aneh saat melihat sosok makhluk asing tanpa memiliki energi Mana yang kini sedang di kelilingi oleh para Elf dari berbagai klan di sekitarnya.
“Dia pemimpin mu?”
Baru saja Lumiar menyelesaikan kalimatnya, belati Nobara sudah berpindah ke leher pemimpin Elf Klan Tanah itu.
“Panggil dia dewi agung, atau kau akan mati!" Perintah Nobara dengan tatapan mengancam.
“Tolong hentikan itu, Nobara.” Anna tiba-tiba muncul di dekat mereka.
Lumiar yang masih berada di bawah ancaman belati Nobara, terkejut. Ia bahkan tidak melihat pergerakan Anna sama sekali dan makhluk asing itu tiba-tiba saja sudah berada di dekatnya.
“Y-ya…, dewi agung,” sahut Nobara yang kemudian menarik senjatanya dengan cepat dan menyarungkannya kembali.
Anna kemudian memanggil semua Elf untuk datang padanya.
Setelah semua Elf pengikutnya berkumpul di sekitarnya, Anna akhirnya berbicara pada Lumiar, “Tunggulah di sini. Kami akan menjemput kembali anggota klan mu yang mereka culik,” ucap Anna.
"A-apa? Tapi...,"
"Jangan sia-siakan pengobatan yang Eleanor lakukan pada mu. Beristirahatlah."
Tanpa menunggu jawaban Lumiar, Anna kemudian mengajak semua Elf pengikutnya untuk masuk ke dalam gerbang.
•••
Baru saja mereka tiba di planet bangsa penjajah, Anna dan pasukan kecilnya sudah langsung dikejutkan dengan banyaknya bangsa penjajah yang sudah berkumpul di sekitar gerbang.
Jumlah mereka bahkan mencapai ratusan ribu tentara.
Anehnya, tubuh semua pasukan itu tidak sebesar yang sebelumnya. Besar tubuh mereka sama persis seperti Anna dan para Elf.
“Kenapa mereka mengecil?” tanya Anna dengan asal-asalan. Ia sebenarnya hanya berbicara pada dirinya sendiri.
“Mereka adalah pasukan tempur asli dari bangsa penjajah, dewi agung.” Sahut Nobara.
“Apa? Jadi yang sebelumnya bukan pasukan tempur mereka?”
“Ya, dewi agung. Informasi ini pernah hamba baca di gulungan suci milik klan kami. Mereka bisanya akan datang di akhir, saat para raksasa itu sudah mengalahkan para jajahan."
Anna malah bertambah bingung. Ia dapat merasakan energi Mana yang jauh lebih besar yang dimiliki pasukan itu.
“Aneh. Untuk apa mereka mengirimkan pasukan sekuat ini saat perangnya sudah berakhir?"
"Mereka ingin menunjukkan bahwa budaknya saja bisa mengalahkan para jajahan. Itu strategi mereka untuk mengintimidasi lawan. Itulah yang membuat para pendahulu kami diperbudak selama ribuan tahun." Nobara menjelaskan.
"Apa? Tapi kami tidak pernah mendengar itu, tuan Nobara." Ucap Fael.
"Informasi itu hanya boleh diketahui pemimpin klan. Para tetua tidak ingin membuka kebenaran itu pada anggota klan karena mereka tidak ingin mengecilkan semangat juang kita," sahut Nobara.
"Mereka berkumpul di sini pasti untuk menunggu laporan para budak yang sudah kita bunuh tadi. Mereka sedang bersiap untuk pergi ke planet Elf." Nobara menambahkan.
°°°
Saat mereka masih berdiri diam dan berbicara di depan gerbang, salah satu panglima perang musuh yang duduk di atas binatang tunggangan yang mirip dengan unta, melempar lembing di tangannya pada Nobara.
Saat lembing itu sudah berada di dekat mereka, lembing itu tiba-tiba beranak menjadi puluhan dan menyerang semua pasukan kecil Anna.
•••