
Kembali ke Bumi tahun 2051, satu tahun setelah Anna mendapatkan kekuatan dari dewi Ann.
°°°
Setelah kematian Li Wen Xia, posisi ketua Asosiasi Hunter Asia Tenggara kini kosong.
Karena kekosongan posisi ketua tersebut, Hunter-hunter non-Asosiasi yang selama ini lebih memilih bersembunyi karena takut pada Li Wen Xia, mulai bermunculan.
Mereka bahkan dengan berani melakukan raid ilegal di banyak Dungeon secara terang-terangan, hingga hal itu mengakibatkan kekacauan di banyak kota di Asia Tenggara, terutama di ibu kota, Kota A.
Hampir semua kota di Asia Tenggara kacau karenanya perebutan hak raid gerbang Dungeon yang terjadi antara Hunter non-Asosiasi dan para Hunter resmi yang terdaftar di Asosiasi.
Terkecuali Kota C, yang telah memiliki ketua Asosiasi baru, yang kini sudah memisahkan diri dari sistem Asosiasi Dunia karena mereka menganggap sistem kepemimpinan dari Fernando Cavalli benar-benar sudah sangat rusak oleh pengaruh politik yang lebih mementingkan bisnis dibandingkan tujuan awal mereka untuk membasmi seluruh gerbang Dungeon yang terus bermunculan di seluruh dunia.
Setelah membunuh Li Wen Xia dan menurunkan Wang Xu Chan dengan paksa dari kursi ketua Asosiasi Kota C, Gina Stewart mengambil alih kepemipinan Asosiasi dan mengatur ulang semua kegiatan, jadwal dan hukum yang sebelumnya banyak di ubah oleh Wang Xu Chan dan koloninya.
Gina Stewart mengembalikan peraturan seperti saat ayahnya dulu masih memegang jabatan. Ia juga menambahkan beberapa peraturan baru yang berefek sangat baik untuk keamanan warga Kota C.
•••
"Kota C kembali tenang sekarang," ucap Gus Stevin yang baru kembali dari memberikan kuliah pada Hunter-hunter Asosiasi yang baru mereka rekrut.
Hunter-hunter baru itu adalah Hunter-hunter muda yang baru saja lulus dari Akademi Hunter.
Gus tidak menyangka bahwa Asosiasi yang awalnya tidak terlalu berharap ada lulusan Akademi yang mau bergabung, malah mendapatkan ratusan formulir permohonan.
"Tren sepertinya telah berubah," ucap Davina saat melihat ratusan formulir pendaftaran masuk ke akun penerimaan Asosiasi.
"Tren berubah?" tanya Gus dengan alis mengernyit.
"Dua guild besar sudah jatuh. Guild yang berada di tiga besar tidak memiliki Hunter yang memadai untuk memberi mereka pengalaman yang baik. Saat ini, Hunter-hunter muda itu tahu siapa yang sering melakukan raid di Dungeon berperingkat tinggi. Jadi kesanalah mereka pergi."
Gus mengangguk pelan. "Kau benar. Sudah pasti mereka akan pergi ke Asosiasi."
"Yah, mereka tidak mungkin bergabung dengan Nine Bears, kan?"
Gus tertawa.
Guild Nine Bears sekarang hanya diisi oleh avatar hunter dengan Rin sebagai ketua menggantikan Gina.
Karena avatar hunter sangat fleksibel, Rin bisa mengendalikannya dari mana pun lokasinya berada.
Rin juga sudah tidak tinggal menetap lagi di Kota C. Bersama Miyuki, ia kini bepergian keliling dunia untuk membantu negara-negara kecil yang tidak memiliki Hunter kuat menutup Dungeon.
"Tapi, tidak sedikit juga warga yang kecewa pada Gina dan Miyuki. Seharusnya, setelah mereka membunuh Li Wen Xia dan komplotannya, mereka mengambil alih Asosiasi Asia Tenggara atau setidaknya mengamankan situasi. Sekarang, karena mereka meninggalkan Asosiasi pusat tanpa adanya ketua baru, kekacauan antar dua kubu Hunter terjadi dimana-mana."
"Tsk... Mereka melakukan itu cuma demi berebut harta yang ada di dalam Dungeon. Untuk apa mereka rebutan hak raid? Sudah seharusnya semua Hunter bekerjasama menutup semua gerbang Dungeon agar Bumi kembali seperti dulu." Sahut Gina, yang baru masuk ke ruangan Gus Stevin.
"Kau belakangan sering muncul secara tiba-tiba. Mengagetkan saja," keluh Gus Stevin. Ia benar-benar kaget saat mendengar Gina tiba-tiba menyahuti apa yang ia katakan pada Davina.
Gina hanya menanggapinya dengan senyuman tipis dan terus pergi sampai ke meja kerja Davina.
"Apa kau belum menemukan kemana Chris Meyers pergi?"
Davina kemudian mendengus kesal saat mengingat bagaimana pria brewok dan pria bertubuh besar meloloskan Chris karena kalah kekuatan saat menyergap penjahat yang mereka buru itu dengan terlalu gegabah padahal ia dan rekan-rekan lain sedang dalam perjalanan untuk membantu.
"Apa Miyu tidak melacaknya melalui satelit?" tanya Gus.
"Miyu tidak pernah mengutak-atik komputernya lagi. Dia dan Rin sedang fokus melakukan banyak raid."
•••
Di sebuah vila di Kota C.
Kenichiro Tanaka duduk melamun di teras vila milik Asosiasi yang Gina pinjamkan pada keluarga Tanaka untuk mereka beristirahat dan mengasingkan diri selama sebulan belakangan ini.
Pria paruh baya itu menatap kosong pada pemandangan indah di taman bunga dalam komplek vila tersebut.
Ia sudah seperti zombie yang kehilangan semangat hidup hingga membuat Eiko yang khawatir padanya sampai harus mengambil alih semua bisnis keluarga dan menggerakkan bisnis itu dari jauh.
Eiko kini harus bekerja sangat keras. Sembari menjalankan bisnis keluarga Tanaka, ia juga harus menemani dan merawat ayahnya sepenjang hari.
"Ayah, apa Anda masih ingin tinggal disini?" Tanya Eiko yang baru saja kembali dari melakukan rapat daring di dalam salah satu ruangan di vila itu.
Kenichiro menghela nafas panjang, sambil kembali menatap bunga-bunga indah yang bermekaran di taman.
Setelah ia tahu apa yang dilakukannya saat berada di bawah sihir hipnotis Li Wen Xia, ia kini benar-benar sangat malu untuk pulang kembali ke negaranya.
Kenichiro yang sangat memegang teguh kejujuran dan keadilan itu bahkan sudah pernah ingin melakukan seppuku. Jika Miyuki tidak tiba-tiba muncul di hadapannya untuk mencegah pria paruh baya itu melakukannya, ia pasti sudah mati.
"Hanya Gina yang bisa mencabut nyawa mu! Dia memiliki hak untuk itu! Tebuslah kesalahanmu dan habisi Dungeon sebanyak yang kau bisa! Jangan menjadi seorang samurai dengan mental lemah!"
Ucap Miyuki saat itu.
Namun demikian, setiap Kenichiro menyaksikan lagi video bagaimana ia menyerang Hunter-hunter yang berada di jalan kebenaran itu, ia selalu dihantui rasa bersalah yang amat sangat dalam hingga tidak berani menyentuh katana nya lagi.
•••
"Ayah, bukankah Nakano-San meminta Anda untuk berjuang lagi membasmi Dungeon-dungeon? Jika ayah seperti ini terus, ayah justru akan membuat tewasnya Stewart-San dan Hunter-hunter Asia Tenggara saat itu menjadi sia-sia,"
"Dari pada ayah mengurung diri terus di tempat ini, kenapa kita tidak mencari Chris Meyers yang berhasil melarikan diri?"
Setelah mendengarkan apa yang putrinya katakan, Kenichiro akhirnya mengangguk pelan.
Walaupun saat itu dia sedang berada di bawah pengaruh hipnotis, ia masih mengingat sekilas tempat dimana Chris dan orang-orang dari organisasi rahasia itu bersembunyi.
Kenichiro yang sedang duduk di sebuah kursi tua itu akhirnya mendongak, menatap Eiko yang berdiri di sebelahnya.
"Tolong hubungi Stewart-San. Ayah ingin mengatakan hal penting padanya."
Mendengar itu, ekspresi sedih di wajah Eiko perlahan memudar, digantikan ekspresi ceria saat ia melihat ayahnya sepertinya akan memulai kembali untuk mencari kebenaran.
"Ya, ayah." Sahut Eiko yang kemudian pergi untuk menghubungi Gina.
•••