
Anna sudah pernah pergi ke ruangan kepala Akademi sebelumnya, jadi dia tidak kesulitan untuk mencari lokasinya di dalam wilayah Akademi yang sangat luas.
Dalam perjalanannya, semua siswa dan instruktur yang kebetulan berpapasan dengannya, menatap wajahnya dengan reaksi sama. Seolah mereka sedang melihat seorang Hunter kelas dunia yang dalam mimpi pun tak akan bisa mereka temui.
Atau setidaknya, mereka seperti tidak sengaja sedang berpapasan dengan seorang aktris terkenal yang sebelumnya hanya bisa mereka lihat dalam televisi atau di film bioskop.
Anna sendiri sudah terbiasa di tatap seperti itu saat masih berada di SMP dan SMA dulu, jadi dia sudah tidak merasa heran lagi dan bisa bersikap biasa saja tanpa merasa canggung.
°°°
Saat Anna tiba di dalam ruangan kepala Akademi, dia melihat sudah ada wali kelasnya, Wang Liu Gong, dan juga Gina Stewart di sana.
Wang Liu Gong terkejut saat pertama kali melihat Anna masuk ke dalam ruangan. Dia kira Anna adalah seorang aktris atau seorang super model yang berkunjung.
'Tidak, jangan-jangan dia seorang putri kerajaan?'
Wang Liu Gong sudah memeriksa profil Anna sebelumnya, namun tidak ada foto diri gadis itu di sana. Itu karena Gina meminta pada kepala Akademi untuk tidak mencantumkan foto Anna di situs resmi Akademi dan juga di dalam sistem administrasi.
Gina memiliki koneksi yang bagus dengan kepala Akademi. Selain karena ayahnya yang seorang ketua Asosiasi, juga karena dia adalah salah satu dari 3 Healer terbaik di Asia Tenggara. Jadi, kepala Akademi sangat menghormati Gina. Lagi pula, Gina dulunya adalah seorang lulusan terbaik Akademi dengan rekor kelulusan tercepat sepanjang masa Akademi Hunter Kota C berdiri.
Liu Gong melirik pada Gina yang tersenyum hangat seraya menatap gadis yang baru masuk itu.
'Apa Gina mengenalnya?'
Saat Liu Gong baru menyadari gadis itu mengenakan seragam Akademi, dia akhirnya bertanya.
"Kau, siswi Anna?"
Anna mengangguk sebelum menjawabnnya, "Ya, tuan Wang."
Liu Gong mengangguk-anggukan kepalanya sambil terus menatap Anna dengan kagum.
'Gina saja sudah sangat cantik. Dia ini, bukankah cantiknya terlalu berlebihan?'
Bukan hanya Wang Liu Gong. Kepala Akademi juga terpana melihat kecantikan siswinya itu. Tak jauh berbeda dengan Liu Gong, Jo Fizer juga mengira Anna tadi adalah orang lain yang mungkin sedang mengunjunginya.
Baru saat Liu Gong bertanya, dia akhirnya tahu bahwa gadis itu adalah Anna, siswi Akademi yang sedang mereka tunggu.
“Saya sudah datang, tuan Fizer.” Ucap Anna pada kepala Akademi dengan sopan.
Jo Fizer yang masih terkesima menatap kecantikan di hadapannya, terkejut. Dia agak sedikit malu saat Anna menyapanya.
"Oh ya, ya... Silahkan duduk."
Jo menunjuk kursi kosong di bagian tengah yang berada di seberang mejanya pada Anna.
Anna duduk di tempat itu, sementara Gina dan Liu Gong duduk di kursi sebelah kiri dan kanannya.
Jo Fizer tersenyum lebar pada Anna. Pria paruh baya bertubuh ramping itu terlihat senang saat tahu siswi terbaik dalam ujian penerimaan itu ternyata juga memiliki wajah cantik nan rupawan.
'Nilai jualnya pastilah sangat tinggi. Kota C akan sangat terkenal.'
Sementara itu, Anna mengira mereka memanggilnya karena masalah yang sudah dibuatnya tadi pagi. Namun, dari wajah kepala Akademi yang berseri, nampaknya bukan karena masalah itu.
Tapi, tetap saja. Dia agak sedikit khawatir saat melihat wajah Liu Gong yang sebelumnya terlihat takjub saat dia baru pertama kali masuk tadi, kini tampak datar. Terutama saat melihat wajah Gina yang tampak khawatir, hanya sesaat setelah menyapanya tadi.
Saat melihat kepala Akademi tak kunjung menjelaskan maksud dan tujuan memanggilnya dan malah hanya menatapnya dengan tersenyum lebar, Anna akhirnya membuka pembicaraan dan bertanya dengan sopan, "Apakah ada yang ingin Anda bicarakan pada saya, tuan Fizer?"
Jo Fizer yang tak bisa menyembunyikan kekagumannya itu, terkejut lagi.
"Ah... Ya... Ya, tentu saja." Sahut Jo sambil melirik pada Gina dan Liu Gong.
Dengan agak malu setelah mendapat tatapan aneh dari Gina dan Liu Gong, Jo Fizer mengambil 3 buah amplop dari laci meja dan meletakkannya di depan Anna.
"Kami mendapat undangan dari guild Black Diamond, guild Gold Dragon dan guild Phantom untuk mu, siswi Anna." Ucap Jo Fizer seraya menunjuk pada amplop-amplop di hadapan Anna.
Anna mengangguk pelan, namun dia tidak mengambil amplop-amplop itu dan kembali menatap kepala Akademi itu.
"Apakah mereka mengundang saya untuk bergabung di guild mereka?"
Jo Fizer mengangguk dengan bersemangat. "Ya. Mereka bahkan mengundang mu untuk hadir di acara penerimaan anggota baru untuk melihat-lihat keadaan guild."
"Tapi, saya belum memiliki lisensi."
"Itu tidak masalah. Mereka akan mengontrak mu dulu dan kau bisa bergabung dalam raid guild saat kau sudah lulus dan memiliki lisensi." Jo menjelaskan dengan bersemangat.
Anna mengangguk pelan. Dia pernah mengetahui hal itu dari Gina.
Anna menoleh pada Gina.
Gina yang sedari tadi menatapnya dengan wajah khawatir, hanya tersenyum tipis padanya.
Melihat siswinya tampak ragu, Jo mengambil salah satu amplop. Pria paruh baya itu kemudian membuka dan mengambil kartu undangan dari dalamnya.
"Ini adalah undangan dari guild Gold Dragon. Mereka akan mengadakan pesta jamuan penerimaan anggota baru besok malam. Apakah kau bersedia hadir?" tanya Jo. Dia menatap Anna lekat-lekat, ingin melihat reaksi gadis itu.
Namun, Anna tidak bereaksi apapun yang membuat Jo sedikit bingung.
Biasanya, seorang siswa baru yang mendapatkan undangan dalam acara jamuan sebuah guild besar seperti itu akan langsung tampak bahagia. Bahkan kebanyakan dari mereka tak bisa menguasai diri dan langsung memekik senang karenanya.
Melihat Anna hanya diam, Jo kembali berbicara.
"Kalau kau merasa sungkan, jangan khawatirkan hal itu. Akan ada senior-senior mu di sana. Mereka adalah siswa yang telah lulus dari Akademi beberapa hari lalu. Mereka pasti akan menjaga mu dengan baik di sana."
Melihat Jo tampak memaksa, Gina akhirnya mengambil sebuah lembaran dari tumpukan tipis dokumen di meja dan menyerahkanya pada Anna.
"Ini senior-senior yang bergabung dengan guild Gold Dragon. Mungkin ada yang kau kenal?" ucap Gina sambil menunjukkan daftar nama di lembaran itu. Dia juga sedikit memberi penekanan pada suaranya saat mengatakan kalimat yang terakhir.
Gina tahu kepala Akademi sedang berusaha membujuk Anna agar ia bisa tetap berada di Kota C. Gina juga menginginkan hal itu. Namun, ada hal lain yang dia khawatirkan.
Melihat itu, Liu Gong sedikit heran. Dia rasa tidak terlalu penting bagi Anna untuk mengetahui siapa saja seniornya yang bergabung di guild Gold Dragon.
Sebenarnya, Liu Gong dan Gina sama-sama memiliki kekhawatiran atas undangan jamuan tersebut.
Namun, mereka memiliki kekhawatiran yang berbeda.
Saat mengetahui Anna mendapatkan banyak undangan, Liu Gong sangat senang. Itu artinya guild-guild besar di Kota C sedang berusaha untuk menahan bakat seperti Anna untuk tetap menjadi Hunter di Kota C.
Namun, menurut Liu Gong, sebaiknya Anna tidak bergabung dalam guild Gold Dragon. Andai guild Gold Dragon akan menjadi pilihan Anna, Liu Gong akan lebih senang jika Anna bergabung di guild Gold Dragon Kota A.
Liu Gong khawatir karena dia sudah tahu kepengurusan guild Gold Dragon Kota C sangat berbeda dengan guild pusat di Kota A.
Banyak hal tidak jujur di dalam guild Gold Dragon Kota C. Karena itulah dia dulu menolak untuk bergabung di guild itu, yang sebenarnya adalah guild milik keluarga besarnya.
Sementara itu, yang Gina khawatirkan adalah karena adanya orang-orang yang sangat Anna kenal yang juga akan hadir disana.
°°°
Anna mengembalikan lembaran itu pada Gina setelah dia membaca nama-nama seniornya yang akan hadir dan melihat juga nama-nama Hunter kelas atas yang di undang secara khusus dalam jamuan.
Anna kemudian menatap kepala Akademi dan tersenyum lembut.
"Saya akan hadir."
"Anna?!"
Gina yang tidak ingin Anna hadir dan sengaja menunjukkan daftar nama tamu supaya Anna tahu jika Brandon Lloyd, Joana Nankins dan Cassey Lloyd akan hadir, dengan refleks menegurnya.
"Kau tidak perlu hadir jika kau tidak ingin." Ucap Gina pelan saat sadar dengan reaksinya yang berlebihan hingga membuat Jo Fizer dan Liu Gong menoleh padanya dengan wajah bingung.
Anna menoleh pada Gina dan juga tersenyum lembut padanya.
"Tidak apa-apa. Aku akan menyelesaikan urusan ku sekarang."
"Tapi..."
"Aku tidak akan membuat keributan." Ucap Anna, berusaha menenangkan Gina.
Gina sebenarnya memang khawatir Anna terbawa emosi, mengingat dia sendiri sudah melihat karakter Brandon Lloyd yang tampak tidak peduli pada apapun selain bisnisnya.
Gina tahu seberapa kuat Anna. Dia bisa saja membunuh ayahnya itu jika membuatnya kesal, terutama karena dia menduga Anna pasti punya dendam khusus pada Cassey yang telah berusaha membunuhnya.
"Ada apa sebenarnya?" tanya Jo penasaran. Dia merasa ada sesuatu yang sedang Anna dan Gina sembunyikan.
"Tidak ada apa-apa, tuan Fizer." sahut Anna. "Dibandingkan pertanyaan itu, saya ada sebuah syarat." ucap Anna dengan tatapannya yang sangat tenang pada Jo Fizer. Tatapan tidak normal yang tidak seharusnya diberikan pada seorang siswa pada seorang kepala Akademi.
•••