Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 115 - Ketua Guild Yang Sebenarnya


Kevin mengingat kembali pengalaman yang telah ia lalui dalam beberapa hari belakangan.


Setelah Anna memberikan banyak 'pidato' di dunia buatannya, gadis itu membuka gerbang lagi yang terhubung dengan ruang bawah tanah Miyuki.


Anna kembali memberikan kejutan padanya saat menunjukan mesin upgrade mana canggih, yang bahkan jauh lebih baik dibandingkan mesin yang Asosiasi Hunter Australia miliki.


Mesin itu bahkan tidak menggunakan energi Mana monster sebagai bahan dasar experience. Mesin canggih itu menggunakan bahan dasar experience dari kristal sihir yang memang terkenal memiliki sifat sihir yang jauh lebih lembut di bandingkan yang berasal dari monster.


Sifat energi Mana jahat dan panas yang di ekstrak dari tubuh monster, terkadang memengaruhi dan mengganggu pikiran Kevin yang menyimpan energi Mana di dalam tubuhnya dengan jumlah yang sangat besar.


Namun, hebatnya lagi, mesin yang Anna tunjukan, pada akhirnya telah menyaring energi jahat pada tubuh Kevin, juga Gina, yang akhirnya membuat mereka kini merasa sangat nyaman.


Sebenarnya, cara untuk mengekstrak kristal sihir agar bisa digunakan untuk upgrade exprerience point sedang terus di teliti. Namun, penelitian yang dilakukan Sato Corp. masih belum membuahkan hasil sampai saat ini.


Mereka memang bisa mengekstraknya, namun jumlah energi Mana yang bisa di pindahkan dari kristal sihir pada Hunter sangatlah kecil hingga akhirnya mereka tidak menggunakan cara yang di anggap sangat merugikan tersebut.


Namun ada seorang remaja lain, yang membuat Kevin sakit kepala saat berbicara padanya selain saat sedang berbicara pada Anna, yang telah berhasil menemukan cara untuk mengekstrak kristal sihir agar dapat di gunakan pada manusia.


Hebatnya lagi, kristal sihir yang dibutuhkan tidak banyak, bahkan jauh lebih sedikit dibandingkan harus mengekstrak energi Mana dari mayat monster.


Tapi, kejutan tidak hanya sampai di situ.


Anna akhirnya membawa semua orang untuk melakukan raid selama 3 hari penuh. Raid yang mereka lakukan melibatkan Orc dan Elf yang menghabisi semua monster di 30 Dungeon dengan sangat mudah.


Walaupun pada akhirnya Kevin terkejut saat mengetahui raid ilegal tersebut mereka lakukan di banyak negara.


Kevin, Gina, Bimo dan avatar hunter tidak pernah melihat dan tahu tujuan mereka, karena mereka semua di bawa Anna langsung ke dekat gerbang melalui teleportasi, yang belakangan Kevin ketahui hanya di lakukan gadis itu setelah ia melihat lokasi melalui GPS.


Avatar hunter juga menjadi kejutan lain yang membuat Kevin hampir gila saat melihat avatar itu dapat bergerak dengan sangat leluasa layaknya seorang manusia.


Penampilan avatar pun jauh lebih keren dibandingkan Hunter asli. Kostum yang dibuat dengan sangat bagus dan sangat rapi, membuat Kevin teringat akan film-film zaman dulu yang sudah jarang di produksi lagi di era ini.


Kejutan masih terus berlanjut.


Mayat-mayat monster dari 30 Dungeon itu di angkut ke dalam dunia buatan Anna. Disana, Kevin melihat bagaimana Orc penyihir mengekstrak energi Mana pada mayat dan memindahkan seluruhnya pada bangsa Orc dan Elf penghuni dunia buatan.


Hanya dalam 3 hari, pasukan monster itu mendapatkan kenaikan peringkat yang signifikan.


Berdasarkan pengalaman tersebut, dengan membulatkan hati, Kevin dan Gina akhirnya setuju untuk bergabung bersama Anna dan membentuk guild mereka sendiri.


Namun, walaupun tampak mulus pada awalnya, ada sedikit pertentangan kecil yang Kevin berikan saat Anna membicarakan hal lain padanya.


•••


"Selain guild, kita akan langsung mendirikan sebuah perusahaan dan kami ingin kau menjadi CEO nya." ucap Anna.


Kevin mengerutkan keningnya saat tidak mengerti apa yang sedang Anna bicarakan.


Anna menunjuk pada avatar hunter, "Ini adalah produk yang akan kita pasarkan. Perusahaan kita akan memproduksi avatar hunter untuk membantu semua orang di masa depan agar tidak harus bertarung secara langsung dengan para monster."


"Tunggu dulu. Aku setuju untuk mendirikan guild. Tapi, aku tidak setuju untuk menjadi seorang pebisnis apalagi jika harus disibukan dengan sebuah perusahaan." Kevin melakukan protes.


"Kevin, kau pikir dari mana kita akan mendapatkan biaya untuk berkeliling dunia mendatangi semua Dungeon? Dan kau juga harus ingat, kau harus membayar kembali investasi yang Asosiasi Australia berikan pada mu. Dengan adanya produk ini, kita dapat membiayai guild kita sendiri dan juga bisa membayar kembali utang mu pada Asosiasi." Anna menjelaskan tujuannya membuat perusahaan.


Kevin tidak menyahutinya lagi. Belakangan ia menyadari, berdebat dengan Anna adalah hal yang sia-sia karena dia tidak pernah menang. Hal lainnya adalah sang ilmuwan tanpa ekspresi di wajahnya. Kata-katanya sangat tajam menusuk saat gadis itu sedang mengkritiknya.


Demikian juga dengan Gina, walaupun dia tampak ramah dan santun, namun wanita itu juga keras kepala.


Satu-satunya orang yang bisa Kevin ajak berbicara dengan nyaman hanyalah Bimo.


°°°


"Tapi, apakah ini akan berhasil?" tanya Kevin dengan sedikit ragu.


"Jika kau yang melakukan presentasi, apa kau pikir orang akan mengabaikannya begitu saja?"


Mendengar itu, Kevin terdiam. Namun, ia menatap curiga pada Anna.


'Apa dia benar-benar bermaksud untuk menutup semua gerbang Dungeon? Atau tujuan sebenarnya adalah untuk membuat sebuah perusahaan? Dan lagi, bagaimana mungkin produknya sudah ada terlebih dulu sebelum perusahaannya berdiri? Bukankah itu seperti dia sudah merencanakan bisnisnya sejak awal? Apa bocah ini menipu ku?'


"Aku tidak sedang berusaha menipu mu." ucap Anna tiba-tiba.


Mendengar itu, Kevin yang baru saja hendak berbicara terbatuk beberapa kali karena tanpa sengaja menelan air liurnya secara salah.


"Apa kau juga punya kemampuan membaca pikiran?!"


"Jadi, kau benar-benar mengira aku sedang ingin menipu mu?"


Melihat perdebatan itu, Miyuki, Gina dan Bimo hampir saja bertepuk tangan saat melihat seorang agen rahasia ternama tampak akan kalah berdebat lagi dengan seorang remaja.


•••


Mira Ahn membawa setumpuk dokumen untuk ditanda tangani dan meletakannya di atas meja, tepat di hadapan Kevin Jung.


"Silahkan Anda isi dokumennya dengan tulisan tangan Anda selaku ketua guild, tuan Jung." ucap Mira dengan sopan seraya memberikan sebuah bolpoin klasik pada pria itu.


Kevin menerima bolpoin dari tangan Mira lalu meletakannya di atas tumpukan dokumen.


"Apa masih ada yang ingin Anda bicarakan, tuan Jung?" tanya Ronald ketika ia melihat Kevin tampak tidak terburu-buru membuka lembaran dokumen dan mengisinya.


"Tidak ada," Kevin tersenyum kemudian mengangkat tumpukan dokumen itu dan meletakkannya di depan Hunter lain yang langsung mengambil bolpoin dari atas dokumen dan membuka lembarannya. Kevin kembali berbicara, "Yang akan menjadi ketua guild nya adalah nona Stewart."


Ruangan itu menjadi hening.


Mira Ahn memperbaiki posisi kacamatanya yang sedikit turun sambil terus menatap Kevin Jung dengan mengedipkan kedua matanya berulang kali.


Ronald Stewart yang sebelumnya duduk dengan santai dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa, secara perlahan menegakan tubuhnya lalu memajukan pantatnya hingga ia akhirnya duduk di ujung sofa.


Ronald akhirnya menatap Kevin dan Gina secara bergantian. Ia akhirnya membuka mulutnya lagi dan berbicara dengan hati-hati, "Walaupun masyarakat zaman sekarang sudah tidak sering melakukannya lagi, tapi... Apakah ini sejenis prank?"


Setelah sebelumnya diam sangat lama, Gina akhirnya berbicara, "Ayah, aku akan mengundurkan diri sebagai Hunter Asosiasi dan juga instruktur di Akademi. Aku akan menjalani keinginan ku sendiri mulai sekarang."


Ronald menatap putrinya agak lama sebelum ia berpaling dan menatap Mira juga Steven yang duduk di sebelah kirinya.


"Aku ingin hidup di era damai tanpa adanya monster Dungeon yang membuat kita semua tak bisa tidur nyenyak di malam hari dan terus berjaga dengan kewaspadaan penuh bahkan hampir sepanjang hari."


Ronald tidak menanggapi kata-kata putrinya itu. Ia melirik pada seorang gadis yang duduk dengan sangat anggun dan tenang bak seorang ratu.


'Sepertinya dia ini biang keladi yang membuat Visi dan Misi yang terdengar kekanakan itu. Bagaimana cara dia mencuci otak Kevin Jung dan juga putri ku?'


Anna menyadari tatapan penuh arti Ronald. Dia akhirnya berbicara, "Tuan Stewart, apa Anda tidak merasakan ada sesuatu yang aneh pada putri Anda?" tanya Anna yang kemudian tersenyum lembut pada pria paruh baya itu.


Ronald mengernyitkan alisnya lalu menatap pada Gina. Ia menatap wajah putrinya dengan seksama. Saat tidak melihat keanehan apapun selain ekspresi ceria yang ada di wajahnya, Ronald menatap tubuh putrinya, siapa tahu ada luka-luka atau cidera.


Namun, ia tidak menemukan keanehan apapun seperti yang Anna katakan selain energi Mana Gina yang terasa seperti seorang Hunter peringkat F.


"Tunggu! Gina, kenapa energi Mana mu...," Ronald tidak melanjutkan kalimatnya saat melihat putrinya itu tersenyum lebar.


•••