Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 154 - Raid Di Kepulauan Fiji


Sementara itu di sebuah lokasi yang berjarak 7.200 kilometer dari Tokyo.


Tim yang disangka sebagai grup penculik, baru saja menyelesaikan raid mereka. Tim itu kini telah kembali ke sebuah villa yang telah disediakan khusus oleh pemerintah Kepulauan Fiji untuk mereka beristirahat, setelah melakukan raid selama 24 jam penuh.


Negara Kepulauan Fiji yang memiliki ratusan pulau, tidak memiliki Hunter yang cukup untuk menutup gerbang-gerbang yang di perkirakan akan terjadi break dalam waktu dekat.


Selama ini, negara tersebut sangat sering menyewa Hunter-hunter dari negara lain untuk membantu mereka mengatasi banyak Dungeon disana.


Namun, karena itu juga lah, banyak negara tahu kalau Kepulauan Fiji sangat membutuhkan banyak jasa Hunter peringkat tinggi yang setidaknya berada di kisaran peringkat A dan B.


Hal itu membuat banyak guild menaikkan nilai kontrak mereka. Guild-guild tersebut tahu jika negara itu menolak, maka akan ada resiko banyaknya dungeon break yang terjadi.


Kepulauan Fiji awalnya menolak kenaikan nilai kontrak yang di ajukan banyak guild pada mereka dan memilih untuk meminta bantuan pada Asosiasi Dunia.


Pada awalnya, Asosiasi Dunia menjawab dengan baik permintaan tersebut. Namun, karena terlalu seringnya Kepulauan Fiji meminta bantuan, pada akhirnya tenaga yang dikirimkan juga tidak mencukupi.


Untuk memulihkan enegri Mana mereka, seorang Hunter setidaknya membutuhkan waktu lebih dari 3 hari. Karena begitu seringnya Kepulauan Fiji meminta bantuan, maka tenaga yang di kirimkan akhirnya semakin berkurang.


Pada saat itulah Kepulauan Fiji membaca ulang proposal yang pernah dikirimkan guild Nine Bears pada Asosiasi mereka.


Awalnya, Kepulauan Fiji tidak terlalu menghiraukan proposal tersebut karena pada saat itu Asosiasi Hunter Dunia sudah menyanggupi untuk membantu dengan nilai kontrak yang hanya setengah harga dari yang di minta banyak guild menengah dan guild besar dari negara-negara di Asia, Eropa dan Amerika.


Namun, saat Asosiasi Dunia pada akhirnya kewalahan, Kepulauan Fiji juga sudah tidak memiliki anggaran yang cukup untuk menyewa jasa Hunter dari guild-guild terkenal. Karena itulah mereka akhirnya mencoba untuk menghubungi guild Nine Bears.


Walaupun demikian, awalnya Asosiasi Kepulauan Fiji sedikit ragu jika Nine Bears tidak akan menaikan harga penyewaan jasa mereka. Karena saat ini guild tersebut sudah menjadi sangat terkenal bahkan memiliki banyak Hunter dengan peringkat tinggi di dalamnya.


"Mereka banyak memiliki Hunter peringkat S. Apakah mereka tidak akan menaikan nilai kontraknya?"


Perdana Mentri Kepulauan Fiji nampak sedikit gugup saat ketua Asosiasi akan menghubungi guild Nine Bears.


"Sebaiknya kita coba hubungi mereka terlebih dulu, tuan Perdana Mentri." Sahut ketua Asosiasi yang mulai berkeringat dingin sebelum melakukan panggilan telepon.


Bagaimana tidak, ada 8 Dungeon yang akan mengalami break besok. Jika mereka tidak mendapatkan harga yang bagus, maka mereka tidak akan bisa mengatasi 8 gerbang sekaligus.


Banyak Hunter dari negara tersebut yang masih berada di dalam sebuah Dungeon yang tentu saja tidak akan mampu menahan gelombang dungeon break tepat pada waktunya.


Karena itulah kedua petinggi dari Kepulauan Fiji tersebut menjadi sangat khawatir.


Namun, ketua Asosiasi dan Perdana Mentri sangat terkejut ketika Gus Stevin, 1st Co-Leader dari Nine Bears, menyanggupi untuk menaklukkan 8 Dungeon tersebut secara bersamaan.


Bahkan, guild Nine Bears memberikan tawaran untuk menutup 100 Dungeon, dengan Kepulauan Fiji hanya perlu menyediakan dana senilai seperempat dari nilai kontrak yang di ajukan guild dari negara lain.


Syarat lainnya, Nine Bears meminta semua hasil raid dari Dungeon peringkat A dan B.


Untuk Dungeon peringkat C dan D, Nine Bears meminta 50% dari hasil raid.


Sementara itu untuk Dungeon peringkat E, Nine Bears tidak akan mengambil hasil Dungeon sama sekali.


Walaupun Kepulauan Fiji tidak di untungkan dari Dungeon peringkat A dan B, namun mereka tentu langsung menyetujui persyaratan tersebut.


Lagian, jika itu guild lain, mereka akan meminta bayaran yang besarnya 4 kali lipat dari yang harus mereka bayarkan pada Nine Bears, juga mereka akan mengambil 75% dari hasil raid semua level Dungeon.


"Cepat, setujui." Ucap Perdana Mentri dengan suara setengah berbisik saat ketua Asosiasi masih tertegun di depan layar monitor panggilan video jarak jauh.


Ketua Asosiasi juga tahu bahwa menolak tawaran tersebut adalah hal yang sangat bodoh. Ia sempat terdiam justru karena tidak memercayai ada sebuah tawaran yang sangat bagus seperti itu dari sebuah guild yang baru saja menghebohkan seluruh Asia Tenggara dan Australia.


'Apakah mereka serius? Kami sudah cukup di untungkan dengan seperempat nilai kontrak. Mereka masih memberikan hasil raid Dungeon peringkat E seluruhnya?'


•••


Sampai pada saat hari yang di janjikan tiba, tim raid dari Nine Bears langsung melakukan raid 1 jam setelah mereka tiba di negara Kepulauan Fiji.


Walaupun pada awalnya masih ada keraguan pada kemampuan guild yang masih seumur jagung itu, namun seluruh warga Kepulauan Fiji tercengang saat mengikuti siaran langsung raid yang dilakukan guild Nine Bears.


Tim pertama dan tim kedua yang lebih dulu tiba, menaklukan 8 Dungeon yang akan mengalami break hanya dalam 6 jam.


Bahkan, tim dari Nine Bears pada akhirnya mengatasi dan menutup 40 gerbang Dungeon hanya dalam waktu 24 jam sejak kedatangan mereka di negara dengan banyak pulau itu.


"Dari mana mereka mendapatkan stamina gila itu?!" Seru Rodman Kilirayna sambil menunjuk ke layar televisi raksasa di aula Asosiasi.


Seluruh Hunter Asosiasi sedang menyaksikan raid secara langsung dari aula besar yang berada di lantai 1 gedung Asosiasi Kepulauan Fiji.


Dengan teknologi canggih yang di bawa Nine Bears bersama mereka, untuk pertama kalinya semua Hunter Asosiasi itu dapat menyaksikan siaran raid secara langsung.


Proses raid juga di tayangan secara real time melalui kamera khusus yang terhubung ke saluran resmi televisi nasional Kepulauan Fiji.


"Gila. Bahkan dia bisa membunuh monster peringkat A dengan sangat mudah walaupun dia seorang Healer?"


"Bro, dia itu peringkat Legendary. Peringkat SSS!"


Di ruangan itu ada 3 layar yang terhubung dengan 3 Dungeon berbeda.


Layar pertama menampilkan tim raid yang hanya terdiri dari Gina, Gus Stevin dan Philip Cardis.


Layar kedua terhubung pada Dungeon yang anggota raid nya terdiri dari Kevin Jung dan 3 Hunter peringkat B.


Sementara layar ketiga terhubung dengan tim yang diketuai oleh Bimo dan 12 Hunter lain yang ikut bersamanya.


Masing-masing tim mempertunjukan kemampuan yang sangat mencengangkan, terutama pada tim yang di pimpin oleh Kevin Jung.


Melihat Kevin Jung membakar habis puluhan monster peringkat A yang menyerang tim raid hanya dalam satu kali serangan, semua mata yang menyaksikan kemampuan mengerikan itu terbuka lebar, selaras dengan mulut mereka yang juga terbuka lebar.


"Ternyata monster-monster yang sangat menakutkan bagi kita itu hanya seperti segerombolan nyamuk di hadapan tuan Jung..."


"Wajahnya bahkan masih bersih tanpa setetes pun keringat." ucap seorang Hunter wanita yang mengagumi ketampanan Kevin Jung, dibandingkan kemampuan sihirnya. Kata-kata tersebut membuat 8 Hunter yang berada di sekitarnya menoleh dan menatap kesal pada wanita itu.


"Tapi, kenapa gadis cantik itu tidak mau raidnya disiarkan, tuan Kilirayna?" tanya salah seorang Hunter pada Rodman Kilirayna, ketua Asosiasi.


"Aku tidak tahu. Dia Hunter misterius. Berperingkat F tapi melakukan raid seorang diri." Sahut Rodman, tanpa mengalihkan tatapannya dari layar raksasa di aula.


Dia sebenarnya sudah menolak saat Anna meminta beberapa Dungeon peringkat A untuk ia masuki sendiri. Namun, Kevin Jung, Gina Stewart dan Bimo Gandri yang berperingkat sangat tinggi itu menjamin bahwa Anna bisa melakukan raid sendiri.


Apa yang di khawatirkan Rodman pada akhirnya terbukti salah saat ia mendapatkan banyak laporan bahwa gadis itu melakukan raid hanya selama 1 jam di tiap Dungeon.


Waktu yang di perlukan Anna untuk membereskan sebuah Dungeon peringkat A bahkan jauh lebih cepat dari tim lain yang membutuhkan waktu selama dua jam.


Sayangnya, Rodman tidak tahu bahwa yang melakukan raid sebenarnya bukan Anna. Anna hanya masuk ke dalam gerbang, membuka gerbang lain dan meminta bangsa Orc dan Elf untuk melakukan raid.


Jika Anna melakukan raid nya sendiri, sudah pasti kecepatan raid nya akan berkali lipat lebih cepat.


Yang membuat Rodman bingung, Anna bahkan tidak membawa keluar semua hasil raid dari Dungeon.


"Apa dia terburu-buru?" Pikir Rodman saat menerima laporan dari penjaga gerbang.


•••


Siang hari berikutnya, tim ketiga dan keempat dari guild Nine Bears telah tiba di Kepulauan Fiji.


Tim ketiga yang diketuai Lucy Logan, akan melakukan raid khusus di Dungeon peringkat C.


Lucy membagi tim nya menjadi dua. 10 Hunter yang semuanya berperingkat B akan ikut bersamanya, sementara 8 Hunter yang berperingkat campuran antara C dan B akan ikut bersama Ren dan Yola Silvia.


Hari itu, bandara internasional di Kepulauan Fiji menjadi sangat padat oleh banyaknya warga yang ingin melihat langsung tim raid keempat dari guild Nine Bears.


Tim raid keempat yang terdiri dari 20 avatar hunter itu sudah sangat dinantikan semua warga Kepulauan Fiji, karena berita mengenai avatar yang sudah menyebar sangat luas dalam beberapa bulan belakangan.


Bahkan, hampir semua avatar memiliki fans club nya sendiri. Terutama ketuanya, avatar Miyu.


"Untungnya mereka tidak pernah tahu wajahnya. Orang-orang itu akan langsung membencinya saat mereka tahu ekspresinya yang seperti batu." ucap Kevin saat melihat tayangan berita yang menampilkan suasana di bandara.


Ratusan fans menyambut kedatangan pasukan avatar yang bahkan di berikan sebuah panggung di ruang kedatangan.


Panggung itu diberikan khusus untuk para fans yang sudah menanti kehadiran mereka untuk mendapatkan kesempatan foto bersama.


Avatar Miyu adalah yang paling sibuk. Ratusan orang sudah mengantri untuk berfoto dengan avatar yang memiliki kostum serba pink itu.


《"Apa kau iri pada ku?"》sahut Miyuki.


Suaranya dapat terdengar dari speaker yang sebelumnya memperdengarkan suara berita di televisi, menggantikan suara tayangan berita tersebut.


Kevin Jung menatap pada speaker dengan tidak senang.


"Kau bahkan meretas saluran internet milik orang lain?" tanya Kevin. Ia kemudian menoleh pada Bimo yang banyak menghabiskan waktu bersama Miyuki di laboratorium jika tidak sedang memiliki jadwal raid. "Bagaimana dia melakukannya? Bukankah itu hanya speaker?"


"Sejak 9 AM meluncurkan tiga satelit, nona Miyu bisa melakukan apa saja pada benda yang terhubung dengan internet." Sahut Bimo.


Kevin Jung terdiam. Ia kini menyesali keputusannya yang telah menyetujui bahkan mengurus perizinan dengan pihak pemerintah agar dapat meluncurkan satelit tersebut.


•••