Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 301 - Miyuki Vs Pengguna Sistem Kecerdasan (2)


Miyuki tampak sedikit heran. Ia belum berencana menambahkan skill pemberian Lorelei pada Sistem Kecerdasan, namun pria itu bisa menggunakan skill tersebut bahkan dengan sangat sempurna.


Gerbang itu bahkan tidak cuma satu. Pria itu membuat 4 gerbang kecil disekelilingnya hingga satu-satunya jalan masuk untuk dapat menyerang adalah melalui bagian atas kepalanya.


Hebatnya, gerakan pria itu juga tiba-tiba semakin bertambah cepat. Saat tanto di tangan kiri Miyuki hampir mengenainya, pria itu bisa berkelit dengan sangat cepat dan masuk ke dalam gerbang untuk menghindari serangan.


Miyuki dengan cepat memutar tubuhnya di udara dan melesat keluar dari kepungan empat gerbang.


Ia kemudian menyerang lawan yang baru saja keluar dari sisi luar gerbang namun serangannya yang super cepat itu lagi-lagi dapat dihindari.


‘Dia benar-benar menjaga agar tidak terkena tanto. Kemampuan mengendalikan energi sihirnya sudah sangat baik...’


Pria itu menekuk tubuhnya untuk menghindari serangan, namun saat itulah salah satu kaki Miyuki melesat dengan sangat cepat dan menendang tubuhnya dengan sangat keras.


Buakkkkk...


Tidak sampai disitu, Miyuki terus-terusan menyerang. Ia menebas dan menendang tubuh pria itu berkali-kali sampai akhirnya lawan terkapar di dalam kawah yang terbentuk dari tekanan energi sihir yang Miyuki berikan bersama setiap serangannya.


Bammm... Bammm... Bammm...!!!


Barulah setelah merasa jika lawan sudah sangat terpojok, Miyuki akhirnya menghentikan serangan dan melompat keluar dari dalam kawah.


•••


Miyuki menatap lawan yang terbaring di dalam kawah dengan rasa takjub. Ia sudah menyerangnya dengan sungguh-sungguh namun lawan tidak mengalami cidera sama sekali.


‘Bagaimana mungkin aku tidak berhasil melukainya sama sekali? Benda keras tak terlihat apa yang sebenarnya mengelilingi tubuhnya?’


Miyuki tiba-tiba teringat dengan cerita Anna bahwa dia pernah hidup sampai usia 80 tahun lebih.


‘Apa aku menemukan sesuatu yang sangat bagus di masa depan hingga bisa membuat pelindung tak terlihat?’


Miyuki tersenyum tipis, merasa bangga dengan dirinya sendiri. Ini adalah pertama kalinya ia berbangga diri saat tahu masih ada hasil temuan yang didapatkannya di masa depan yang belum ia pikirkan di masa kini.


‘Tapi...’


Miyuki mengernyitkan kening. Ia memang mengagumi Sistem Kecerdasan yang nantinya akan ia ciptakan dan berhasil membuat pria itu menjadi sangat kuat.


Tapi, ia menyadari ada kelemahan yang pria itu miliki hingga membuatnya sedikit kecewa.


‘Pengendalian skll sihirnya memang sangat bagus. Tapi skill bertarungnya masih sangat buruk.’


Miyuki melompat masuk lagi ke dalam kawah, lalu menjulurkan tangan untuk membantu pria itu berdiri.


"Sepertinya kau kekurangan pengalaman bertarung," ucap Miyuki.


Saat mereka berdiri berdekatan seperti itu, terlihat perbedaan tinggi badan yang sangat mencolok hingga Miyuki harus mendongak agar bisa menatap langsung pada kedua mata pria tersebut.


Terlihat kecurigaan pada tatapan pria itu sebelum ia menanggapi.


"Kau mengatakan itu bukan tanpa sebab, kan?"


"Tentu saja. Aku tahu kau memiliki sebuah Sistem di dalam kepalamu."


Pria itu mengangguk.


"Dari tahun 2129?" tanya Miyuki lagi.


"Kau benar-benar bisa menebaknya."


"Aku sudah membuat rancangan Sistem sejak beberapa bulan lalu dan aku sudah mulai mengumpulkan semua data Hunter yang berada di seluruh dunia. Tentu saja aku bisa menebaknya,” sahut Miyuki dengam ekspresi datar.


Pria itu mundur beberapa langkah dan tampak menatapnya dengan kesal.


'Huh? Kenapa dia tampak marah?’


"Bukankah kau sangat percaya diri? Bagaimana jika Sistem yang berada di tubuhku bukan buatanmu?" ucap pria itu sembari menatap Miyuki masih dengan tatapan mendongkol yang mirip dengan cara Kevin menatapnya setiap kali mereka berdebat.


‘Tsk... Kevin kedua.'


Miyuki tersenyum mengejek. Ingat bagaimana Kevin dulu meremehkannya namun terkagum-kagum setelahnya.


"Aku yakin tidak akan ada yang bisa membuatnya selain diriku,” sahut Miyuki, ingat saat Kevin dulu juga pernah meremehkannya tentang avatar hunter dan ia juga memberikan jawaban yang serupa.


"..."


Daripada itu, Miyuki merasa penasaran dengan kenapa pria itu bertarung dengan buruk padahal seharusnya ia sudah menambahkan quest pada Sistemnya dengan teknik bertarung yang sangat baik.


"Apa data teknik bertarung yang kutinggalkan tidak bagus? Atau kau memang kurang pengalaman?" tanya Miyuki dengan tatapan polos. Tidak khawatir jika lawan bicaranya bisa saja tersinggung dengan pertanyaannya.


"Kenapa tidak kau coba saja?" pria itu bertanya balik dengan nada dingin. Dia tampak tersinggung.


‘Dia masih berani melawanku?’


"Kau pikir bisa mengalahkanku?" ucap Miyuki dengan alis menyernyit.


"...Tadi aku belum serius. Aku masih menghargaimu sebagai sosok yang sudah membantuku."


‘Menarik.’


Miyuki tersenyum lagi, terutama ketika melihat kemarahan di mata lawan bicaranya.


‘Baguslah jika Sistem yang kubuat diterima oleh seseorang yang pantang menyerah sepertinya.’


"Seranglah. Anggap ini ujian terakhir sebelum kau bertarung di dunia nyata,” sahut Miyuki dan berhasil membuat wajah pria itu semakin merah saat kemarahannya memuncak.


"...Tidak sopan bagi laki-laki untuk menyerang terlebih dahulu."


Miyuki hampir tertawa mendengarnya.


"Ungkapan kuno. Kali ini kau bisa mati jika aku duluan yang menyerang,” sahut Miyuki dengan berusaha menahan tawanya.


Pria itu terlihat berusaha menahan tawa di tengah rasa kesalnya, sembari menggeleng-gelengkan kepala dan bertolak pinggang.


"Jangan salahkan aku jika kau terluka parah,” ucap pria itu memberikan peringatan, sebelum ia menggerakkan kedua tangannya dengan sangat cepat, menyerang Miyuki yang berdiri hanya dengan jarak 2 meter di depanny.


Crang...!


Tangan Miyuki sedikit gemetar saat tanto nya beradu tenaga dengan pasak besi mirip tanto tanpa gagang milik pria itu.


Apa yang pria itu katakan bukanlah omong kosong belaka. Saat ia sudah serius, Miyuki dapat merasakan kekuatan serangan yang sangat mengerikan di kedua tangannya yang sebenarnya bisa menangkis serangan-serangan lawan dengan mudah.


'Dia sangat kuat. Cuma gerakannya saja yang mudah terbaca. Kenapa dia menyimpan teknik bertarung Anna yang harusnya sudah ku simpan dalam data Sistem?'


["Dia tidak mempelajari itu. Kau tidak memasukkannya kedalam data Sistem ciptaanmu,"] ucap sebuah suara di dalam kepala Miyuki.


Itu adalah suara Anna yang berbicara melalui telepati padanya.


'Apa aku membatalkan niatku?'


["Bukan begitu. Kau ingat ceritaku? Aku tidak hidup lebih dari 18 tahun pada 6 kehidupan sebelumnya. Jadi tidak mungkin aku mengajarimu teknik berpedang dewi Ann, kan?"]


'Aku ingat. Tapi, apa maksudmu.'


["Sistem yang ada pada dirinya adalah Sistem yang kau kirimkan di kehidupan keenam. Jadi tidak ada teknik bertarungku dalam Sistem itu."]


'Kenapa dia berada di kehidupan ketujuh? Apa karena dia gagal di kehidupan keenam?'


["Itu karena dewi Lyn mengulangi kehidupan tepat saat Sistem yang kau kirimkan sedang berada di dalam lubang cacing menuju masa lalu. Jadi Sistem tiba saat kehidupan telah diulangi lagi."]


'Jadi begitu... Aku mengerti.'


["Tapi... Hati-hati, ok?"]


'Jangan khawatir. Aku menguasai skill bertarung ciptaan nona Lo jauh lebih baik darinya.'


["Kali ini kau mungkin akan kalah."]


'Huh?'


["Kau bukan cuma mengirim Sistem Kecerdasan. Kau juga mengirim rohmu dengan skill yang kau miliki."]


'Apa?!'


["Roh dan energi Manamu dari kehidupan keenam ada di dalam dirinya. Kapasitas energi Mananya tiga kali lipat lebih besar daripada kapasitas energi Manamu."]


Miyuki mengingat kembali tentang 'roh gentayangan' yang pria itu bicarakan dengan wanita tadi.


'Astaga! Jadi seperti itu...'


Kedua mata Miyuki melebar. Saking terkejutnya dengan informasi yang Anna berikan melalui telepati, ia menjadi lengah dan sebuah tebasan hampir saja mengenai lehernya.


...****************...