
"Dimana dua temanmu? Bukannya kalian ada bertiga?" tanya Anna sambil berjalan-jalan santai di dalam goa tempatnya kini berada.
Ia memerhatikan dinding goa yang terasa hidup itu dan meraba-raba dinding dingin itu.
Blammmmmmmm!!!
Anna tiba-tiba meledakkan dinding goa.
Asap hitam beterbangan di dalam goa, sebelum akhirnya goa itu lenyap menguap begitu saja.
Setelah mendapat pengetahuan dari kitab dewi Arnix, Anna akhirnya tahu bahwa ada ribuan pasukan iblis yang bersembunyi dibalik goa. Bahkan, goa itu sebenarnya terbentuk dari ribuan tubuh pasukan iblis yang ingin menyembunyikan keberadaan para malaikat tersesat yang telah melakukan kontrak jiwa pada mereka.
Karena itulah dewi Ann tidak akan pernah bisa menemukan keberadaan para malaikat tersesat di celah dimensi yang telah para iblis lindungi dengan sihir mereka.
Berbeda dengan sihir dewi Lyn yang juga memiliki ikatan kontrak dengan jiwa para malaikat keluarga Arnix yang adalah bawahannya. Karena itulah Anna bisa menemukan keberadaan mereka, dimanapun mereka bersembunyi.
'Jadi goa yang dulu kurasa hidup itu karena mereka dibentuk dari ribuan pasukan iblis...'
•••
Setelah goa itu lenyap, Anna dan Akvan, yang kini berada di dalam gelembung keemasan, melayang-layang di ruang hampa udara, di celah dimensi.
Tahu bahwa energi Mana nya dinetralkan saat berada didalam gelembung itu, Akvan yang sebelumnya bertanya-tanya tentang siapa makhluk mengerikan yang baru saja muncul dihadapannya itu, kini gemetaran karena takutnya.
"K-kau... Apa kau makhluk ciptaan duplikat dewi Ann?"
Anna menatap Akvan dengan tanpa minat. Jika itu dulu, dia pasti akan bersusah-payah mengancam malaikat tersesat itu untuk tahu dimana kawanannya bersembunyi. Tapi tidak dengan sekarang.
"Selamat tinggal."
Baaaaaaaaaaang!!!
Tubuh Akvan yang berada didalam gelembung itu meledak seketika, saat gelembung keemasan itu menghimpitnya setelah Anna mengatupkan salah satu telapak tangannya sambil menggunakan sihir dari kitab dewa Arnix.
Setelah membinasakan satu malaikat tersesat lagi, Anna mengedipkan matanya satu kali dan ia pun kembali ke Bumi, ke sebuah ruangan rahasia yang berada di dalam tanah di bawah dasar laut di dekat Kota C.
•••
Ruangan itu hanya diterangi oleh lampu portable yang memberikan cahaya remang pada ruangan.
Anna menatap pada orang yang sedang sibuk di depan komputernya dan tidak menyadari kehadirannya ditempat itu.
Anna berjalan perlahan menghampiri pria bertubuh tambun dengan perutnya yang sangat buncit itu dari belakang, sambil memerhatikan apa yang sedang dilakukannya.
Ia kemudian menarik sebuah kursi lalu duduk di sebelahnya.
Chris Meyers tentu saja terkejut setengah mati saat melihat Anna tiba-tiba muncul disebelahnya seperti hantu.
Saking terkejutnya, Chris sebenarnya sampai melompat berdiri seandainya Anna tidak memegang pundaknya untuk menahannya agar tetap duduk diam di kursi.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Anna dengan santainya, sambil melihat-lihat ke layar komputer.
Chris yang akhirnya tersadar dari syok setelah Anna mengajaknya berbicara, berusaha menyentuh keyboard untuk menghapus pekerjaan yang telah ia lakukan.
Tapi, tubuhnya tiba-tiba menjadi kaku dan ia sama sekali tidak bisa menggerakkannya.
"Ada yang sedang kau sembunyikan, kan?"
Chris diam tak menjawab. Tubuhnya gemetaran. Ia akhirnya tahu bahwa gadis itu sangatlah mengerikan. Ia bahkan tidak bisa mengedipkan kedua matanya yang dipaksa terbuka, hingga akhirnya kedua matanya itu mengeluarkan darah saat Anna mengeluarkan enegi Mana iblis dari dalam tubuhnya.
"B-bagaimana kau bisa menemukanku? Bagaimana kau bisa tiba-tiba muncul disini?"
"Karena energi Mana iblis mu. Aku bisa mendeteksinya," ucap Anna sambil menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
"Apa yang sedang kau kerjakan?" tanya Anna sekali lagi.
Chris langsung bungkam, menutup mulutnya rapat.
"Kalau begitu biar kami sendiri yang mencari tahu. Kami akan menemukan jawabannya," ucap Anna, yang kemudian Chris lihat tubuhnya sedikit berbayang sebelum akhirnya tampak normal lagi.
"Astaga! Apa yang kau lakukan? Aku sedang sibuk!" Umpat Miyuki yang baru saja diculik Anna dari dalam ruang bawah tanah dan kini ditempatkan di kursi dibelakang Chris.
Tapi, saat Miyuki menyadari kemana dia dibawa, wajah marahnya langsung berubah seketika. Ia langsung tersenyum cerah.
Brakkkkk!
Miyuki langsung menghempaskan tubuh Chris dengan satu tangannya dan berpindah tempat duduk ke depan monitor.
"Tsk... Bukannya kau tadi marah?"
"Harusnya kau mengatakan baik-baik ingin membawaku kemana."
"Astaga, kau membunuhnya? Padahal aku ingin memberikannya kesempatan untuk bertobat."
"Dia yang merekam saat Kenichiro dan Keisuke membunuh tuan Stewart dan tuan Wang Liu Gong," sahut Miyuki, sambil terus menelusuri isi komputer milik Chris.
Bammmm!!!
Miyuki menghentikan pekerjaannya saat mendengar suara ledakan dari belakangnya.
"Harusnya aku saja yang membunuhnya tadi!" ucap Anna, dengan suara menggeram.
"Yah, setidaknya kau yang meledakkannya."
Anna menghela nafas panjang sebelum akhirnya berbicara kembali, "Aku akan meninggalkanmu disini untuk memeriksa isi komputernya."
"Huh? Bagaimana aku kembali?"
"Tsk... Kau bisa menggunakan sihirmu sendiri."
"... Baiklah. Oh, katakan pada mereka aku akan kembali nanti jika kau pulang ke tempat kita."
"Ya..."
Anna kemudian lenyap dari tempat itu.
•••
Asmodeus yang hampir copot jantungnya saat tahu Anna tadi mendatanginya, kini pergi ke sebuah kumpulan dimana ada ketiga rekannya disana. Mereka adalah Belphegor, Kimaris dan Appollyon.
"Ada apa denganmu? Kenapa wajahmu pucat begitu?" tanya Appollyon yang duduk di singgasana, di hadapan kedua kawan timnya. Ia adalah pemimpin kelompok itu.
"Sialan. Makhluk ciptaan duplikat dewi Ann itu mengejarku!" umpat Asmodeus.
"Mengejarmu? Apa kau menampakkan diri dihadapannya? Jangan bodoh seperti Coyote!" Appollyon mengumpat balik.
"Kenapa kau menyamakanku dengan si bodoh itu? Aku dan anggotaku sedang berdiskusi di tempat persembunyian kami. Dia datang secara tiba-tiba!" sahut Asmodeus dengan nada suara tinggi.
"Bagaimana mungkin dia bisa menemukan tempat persembunyianmu? Apa kau sedang bercanda? Dewi Ann saja tidak bisa menemukan keberadaan kita."
Asmodeus terdiam. Ia baru menyadari hal itu.
Melihat Asmodeus terdiam, Appollyon marah.
Asmodeus tidak menggubris umpatan-umpatan rekannya itu. Dia termenung lama sambil masih berdiri diam ditempatnya.
'Aneh. Bagaimana dia bisa tahu tempat persembunyianku? Dewi Ann saja tidak akan bisa menemukan keberadaan kami.'
Asmodeus kemudian menatap Appollyon dengan mata melebar dan mulut menganga.
'Jangan-jangan...'
Asmodeus langsung membuka gerbang sihir lagi.
Bertepatan dengan itu, Anna tiba-tiba saja muncul dihadapan mereka.
Untungnya, Asmodeus sudah membuka gerbang sihir terlebih dahulu. Jadi, saat Anna muncul, ia langsung melompat kedalam gerbang dan menghilang dibaliknya.
•••
Anna berdecak kesal saat lagi-lagi meloloskan salah seorang diantara mereka. Tapi, kali ini ia bisa menangkap tiga malaikat tersesat sekaligus, yang tidak sempat melarikan diri karena ia sudah lebih siap untuk menangkap para malaikat tersesat itu.
Sama seperti sebelumnya, Anna mengurung mereka didalam gelembung keemasan yang ia pelajari dari kitab dewi Arnix.
Anna juga menghancurkan goa itu sama seperti sebelumnya, sebelum menatap ketiga malaikat tersesat itu satu persatu.
"Jadi begini wajah kalian. Kalian sebenarnya tampan. Sayang sekali."
"A-apa maksudmu?"
"Tidak ada. Selamat tinggal."
Baaaaaaaaaaaang!!!
Tubuh ketiga malaikat tersesat meledak seketika, saat Anna memasukkan sihir dari bab pertama kitab dewa Arnix kedalam gelembung keemasan itu.
"Hmmm... Jika sihir dewi Ann dan dewi Lyn disatukan, ternyata sangat mengerikan."
Setelah mengagumi perpaduan sihir kedua dewi bersaudari itu, Anna akhirnya kembali lagi ke Bumi, untuk mencari sinyal keberadaan malaikat tersesat lainnya. Hanya dari Bumi sajalah dia dapat menangkap sinyal keberadaan mereka yang sudah terkontrak dengan salah satu sihir yang sudah dikuasainya.
•••••••