Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 264 - Kembali Ke Planet Iblis


Makhluk berjubah ungu langsung lenyap dari tempat itu begitu ia menyadari siapa yang baru saja datang.


Ia tahu, melawan dewi Ann yang sangat kuat itu bukanlah pilihan yang bijak untuk dilakukannya sekarang. Masih banyak hal yang harus dilakukannya sebelum ia dan para sekutunya memiliki kekuatan yang cukup untuk bisa mengimbangi kekuatan dewi perang dari pusaran putih itu.


•••


"Kau tidak apa-apa Ro?" tanya dewi Ann yang langsung menghampiri pria berjubah hijau yang masih tergeletak di tanah.


"Aku mungkin akan mati, Ann... Tolong kejar saja Ge..."


"Lepaskan kekangku. Aku akan menyembuhkanmu," pinta dewi Lyn saat ia melihat kulit wajah pria berjubah hijau itu sudah mulai menggelap. Ia tahu bahwa pria itu telah terkena racun ular iblis yang tadi menyengat dadanya akibat serangan dari makhluk berjubah ungu.


Dengan seluruh kekuatan energi Mana terakhirnya, pria berjubah hijau itu akhirnya membebaskan kekang pada dewi Lyn.


Dewi Lyn langsung menghampiri pria itu dan memegang dadanya yang terkena sihir beracun lalu melontarkan energi Mana kehidupan pada luka tersebut.


"Apa yang terjadi?" tanya dewi Ann pada pria berjubah hijau sementara dewi Lyn menyembuhkannya.


"Ge membelot."


"Aku melihatnya. Tapi, apa yang terjadi disini?" dewi Ann kemudian menoleh pada Anna yang sedang pingsan di dekat kakinya.


"Ge bekerjasama dengan iblis dari dimensi keempat. Mereka masih menyandera Poseidon dan Hestia." Sahut dewi Lyn, menggantikan pria berjubah hijau yang masih belum tahu kondisi yang sebenarnya terjadi.


"Dimana?"


"Kita akan kesana setelah aku menyembuhkan Ro."


"Baiklah."


Dewi Ann kemudian menatap ke sekelilingnya, pada dewa Zeus dan anak-anaknya lalu pada dewa Eru yang tampak gemetar. Ia kemudian menatap pada dewa Zeus lagi.


"Maaf karena kami memasuki wilayah Anda, dewa Zeus."


"Tidak masalah...," sahut dewa Zeus cepat. Tubuhnya juga gemetar, tak kalah hebatnya dari dewa Eru.


Baru kali ini ia merasakan energi Mana yang sangat mengerikan yang bahkan tidak dirasakannya dari para dewan pengawas.


'Dia lebih kuat dari semua dewan pengawas? Apa dia mungkin lebih kuat juga dari dewan pengawas tertinggi?'


Dewi Ann menyadari ketakutan dari mata dewa Zeus. Ia pun segera menyamarkan energi Mana nya lagi sampai batas terkecil yang ia bisa. Tapi, batas itu masih jauh lebih besar dari gabungan semua energi Mana yang berada di tempat itu, termasuk dewi Lyn yang dikatakan sebagai dewi penguasa terkuat di antara para dewa penguasa.


Menyadari hal itu, dewa Zeus malah semakin takut pada dewi Ann.


'Dia baru saja menyamarkan energi Mana nya, kan? Energi Mana nya sudah menurun drastis tapi masih sebesar ini?'


Sementara itu, setelah pria berjubah hijau sadar dan pulih kembali, dewi Lyn langsung menghampiri Anna dan memulihkannya juga.


•••


"Kau sudah pulih sekarang. Bangunlah," ucap dewi Lyn pada Anna dengan senyum lembut di akhir kalimatnya.


"Dimana dia...?" tanya Anna yang langsung saja bangkit berdiri setelah merasakan seluruh tubuhnya telah pulih kembali. Namun, saat ia melihat dewi Ann ada disitu, wajahnya langsung merona. "Ah... Kau disini dewi Ann?" Anna berpikir bahwa makhluk itu tentu sudah mati karena dewi Ann sudah berada di tempat ini.


"Dia melarikan diri," ucap dewi Ann yang tahu apa yang sedang Anna pikirkan.


Anna mengangguk pelan sambil melirik pada dewi Lyn yang juga baru berdiri.


"Dia tidak bisa membaca pikiran seperti ku tanpa sihir." Sahut dewi Lyn saat baru saja mendengar apa yang Anna pikirkan.


"B-begitu..."


"Lyn, ayo bawa kami pergi ketempat mereka menawan Poseidon dan Hestia," ucap dewi Ann.


Dewi Lyn mengangguk pelan. Ia kemudian menoleh pada pria berbaju hijau. "Laporkan semuanya pada dewan pengawas tertinggi. Aku dan Ann akan mengejar mereka," pinta dewi Lyn pada pria itu.


Setelah pria berjubah hijau itu mengangguk, dewi Lyn menoleh pada dewa Zeus dan dewa Eru.


"Kami akan mengurus ini. Kalau semuanya sudah selesai, kami akan segera pergi meninggalkan wilayah kekuasaan Anda. Mohon izin dari Anda dewa Zeus."


Dewa Zeus langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Tapi..., apa tidak masalah jika saya tidak ikut, dewi Lyn? Mereka adik-adikku..."


"B-baiklah. Kalau begitu saya percayakan pada Anda."


Dewi Lyn akhirnya meraih pergelangan tangan dewi Ann, bermaksud membawanya langsung pindah ke tempat dewa Poseidon dan dewi Hestia berada. Saat ia ingin meraih pergelangan tangan Anna, Anna buru-buru menarik tangannya.


"S-sebentar, dewi Lyn..."


"Ada apa?"


Anna menundukkan kepalanya sedikit, sambil mengatakan niatnya, "Karena Anda sudah ditemukan, apakah boleh jika saya kembali ke Bumi?" tanya Anna pada dewi Lyn.


Dewi Lyn tidak menanggapi itu dan malah menoleh pada dewi Ann.


"Tidak. Aku masih memiliki urusan denganmu." sahut dewi Ann. Ia kemudian menunjuk ke arah pasukan berkuda Anna, dimana ada Lorelei dan Nordic juga berada disana. "Kirimkan mereka ke dunia buatanmu. Bawa Lorelei dan Nordic bersama kita."


"Hah?"


"Lakukan saja."


"Y-ya..."


Anna kemudian pergi menghampiri pasukan berkudanya. Ia berbicara pada mereka agak lama sebelum akhirnya membuka gerbang ke dunia buatannya lalu para pasukan berkuda itu pun masuk kedalamnya.


Setelah semua pasukannya pergi dan ia menutup gerbangnya kembali, Anna membawa Lorelei dan Nordic pergi untuk mengikuti dewi Ann dan dewi Lyn.


•••


Dewi Lyn membawa mereka semua untuk langsung berpindah ke goa yang berada di inti planet Titans. Tapi, seperti yang sudah ia duga, makhluk-makhluk itu sudah pergi membawa dewa Poseidon dan dewi Hestia melarikan diri dari tempat itu.


"Mereka sudah melarikan diri." Ucap dewi Lyn pelan.


Dewi Ann kemudian menunjuk ke sebuah lubang kecil di cekungan dinding goa.


"Mereka pergi kesini," ucap dewi Ann setelah ia berada di depan lubang yang memancarkan aura sihir itu.


Anna dan Nordic langsung saling bertatapan saat melihat betapa mudahnya dewi Ann menemukan hal yang mirip seperti yang pernah membuat mereka kebingungan.


"Ya. Ayo kita kita kejar mereka," sahut dewi Lyn.


Setelah mendapatkan persetujuan dari adiknya, dewi Ann melebarkan lubang kecil itu hingga menjadi sebuah gerbang berukuran sebuah pintu.


Melihat itu, Nordic yang awalnya hendak maju untuk membukakan gerbang langsung tertunduk malu.


•••


"Kita kembali kesini lagi," gumam Anna yang sudah mengenali planet bangsa iblis itu.


"Kau sudah pernah kesini?" tanya dewi Ann.


"Ya. Waktu itu kami juga menemukan lubang seperti tadi yang mengarahkan kami kesini saat kami mencari dewi Lyn." Sahut Anna.


"Apa yang terjadi saat kau kesini?" tanya dewi Ann.


"Yah..., mereka mengirimkan ratusan juta pasukan untuk menyerang kami."


"Hmmm... Kau pasti sibuk sekali, kan?"


"Y-yah... Begitulah."


"Lain kali, jika kau menemukan hal aneh seperti itu, seperti saat kau pergi ke planet bangsa Anunnaki dan melihat pasukan yang tak kunjung habisnya menyerangmu, ingatlah bahwa tempat itu pasti lapisan terluar planet mereka. Tempat tinggal mereka yang sebenarnya berada di dalam," ucap dewi Ann.


"Di dalam?"


"Ya. Kau tinggal menyingkirkan lapisan terluar ini saja dengan sihirmu, maka kau akan melihat tempat tinggal mereka yang sebenarnya." Setelah menjelaskan hal itu, dewi Ann mengarahkan telapak tangannya ke tanah.


"Conqueror of Darkness, part 2. Light in the Darkness."


Wussssshhhh...


Tepat setelah dewi Ann merapalkan mantra, tanah yang mereka pijak tiba-tiba menghilang.


•••