Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 266 - Perjalanan Miyuki dan Rin


Setelah beberapa lama tidak menggunakan laptopnya, Miyuki akhirnya duduk lagi di depan laptop setelah Gina menghubungi dan memberitahukan tentang 3 makhluk kloning yang menyerupai Anna, Rin dan Ren itu.


Miyuki masuk kembali ke jaringan satelitnya untuk melihat video pertarungan teman-temannya, namun ia menemukan hal aneh pada saat itu. Ada penyusup yang berkali-kali telah menggunakan satelitnya.


"Ada apa Miyu? Kenapa kau terlihat sangat kaget?" tanya Rin, saat melihat ekspresi wajah Miyuki yang menegang saat ia baru saja mengutak-atik laptop dihadapannya.


"Tidak apa-apa," sahut Miyuki pelan.


Miyuki menyandarkan tubuhnya di sofa. Ia memindahkan laptopnya juga dari atas meja ke pangkuan kedua pahanya.


Ia diam dalam posisi itu cukup lama, sambil terus berusaha menelusuri dan mencari lokasi penyusup yang telah menggunakan tiga satelit 9 AM dengan sangat leluasa akhir-akhir ini, tapi ia tidak menemukan lokasi keberadaan penyusup itu.


'Aneh. Siapa yang bisa menghafalkan kombinasi 320.000 sandi selain aku?'


Miyuki kemudian mengingat-ingat lagi apakah dia pernah memasukkan sandi saat Anna sedang berada di dekatnya, namun ia ingat Anna tidak pernah berada di dekatnya saat ia sedang memasukkan sandi satelitnya.


Ia tahu, hanya Anna satu-satunya orang yang bisa menghafal 320.000 perpaduan huruf, angka dan simbol yang ia gunakan sebagai kata sandi satelit.


Yang lebih membuatnya heran, peretas itu bahkan tidak meninggalkan jejak sama sekali seakan-akan peretas itu adalah dirinya sendiri.


'Aku kecolongan? Siapa yang bisa melakukannya?'


Ia kemudian mengingat-ingat juga beberapa peretas handal yang pernah diretasnya. Tapi, tak satupun dari mereka yang mungkin bisa meretas satelitnya.


'Apa Chris Meyers itu?'


•••


"Ada masalah yang kau sembunyikan, kan?" tanya Rin lagi saat ia kembali dengan membawa nampan yang berisi dua cangkir coklat panas dan dua piring kecil kue untuk camilan sore mereka.


"Ya..., sebenarnya, ada yang meretas satelit 9 AM."


"A-apa?"


Miyuki mendengus pelan. Ia menaruh kembali laptopnya ke atas meja setelah memutar video pertarungan rekan-rekannya melawan makhluk kloning.


"Daripada itu..., kau mungkin akan lebih terkejut saat melihat ini," ucap Miyuki sembari tersenyum hambar.


Benar saja. Saat Rin melihat dirinya dan Ren ada di dalam video itu, ia langsung menjatuhkan piring kue yang baru saja diambilnya dari atas nampan.


"S-siapa mereka?"


"Makhluk kloning."


"Apa?"


"Ini bukan hal yang mengejutkan. Aku juga bisa membuatnya."


Mendengar itu, Rin mengalihkan tatapannya dari layar laptop pada Miyuki.


"Apa kau yang melakukannya?"


Miyuki tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak akan pernah melakukan hal seperti ini." Sahut Miyuki.


Rin akhirnya mengalihkan tatapannya lagi pada video pertarungan di laptop.


"Tapi aneh. Kenapa mereka mengkloning kau dan juga Ren?" ucap Miyuki pelan sembari menyipitkan matanya menatap video pertarungan di laptopnya.


Menurutnya, sangat aneh mengkloning dua orang yang tidak memiliki kemampuan khusus karena tujuan kloning dengan formula ayahnya itu adalah menyalin kekuatan yang orang aslinya miliki.


Mengkloning Anna sangat masuk akal mengingat bagaimana kuatnya gadis itu. Tapi, ia tidak habis pikir untuk apa mereka harus mengkloning Ren juga? Terutama Rin yang sama sekali tidak memiliki energi Mana. Rin hanya bisa bertarung jika sudah menggunakan avatar hunter saja dan makhluk kloningnya tentu tidak bisa menggunakan kekuatan avatarnya.


Miyuki mencoba memikirkan maksud musuh-musuh mereka melakukannya, namun tak satupun dari yang ia pikirkan bisa menjawab alasan mereka mengkloning Rin dan Ren.


Namun, saat video hampir berakhir, Miyuki akhirnya menyadari hal lain. Sosok berjubah hitam yang muncul di akhir video itu pasti bukan manusia.


Orang yang pernah mengajarinya teknik bertarung dan memberikan sebagian inti Mana padanya pernah mengatakan bahwa manusia biasa tidak akan bisa membuka sebuah gerbang seperti yang pria berjubah hitam itu lakukan.


Menurut orang yang mengajarinya itu, hanya malaikat dan dewa saja yang bisa melakukannya.


Karena pikirannya teralih pada ingatan itu, Miyuki akhirnya mengingat Anna yang bisa membuka sebuah gerbang menuju dunia ciptaannya.


'Kalau begitu, apa Anna itu malaikat? Atau jangan-jangan dia itu dewa?'


Tapi saat mengingat kembali betapa cerobohnya Anna, pikiran mengenai Anna itu malaikat atau dewa itupun menguap seketika.


Saat Miyuki masih larut dalam lamunannya, alarm janji bertemu yang ingin ia lakukan tiba-tiba berbunyi.


Ia mengambil smartphone nya, lalu menghubungi orang yang berjanji akan menjemput.


°°°


"Tidak usah terlalu dipikirkan," ucap Miyuki, saat melihat Rin masih berekspresi tak percaya, sambil masih menonton video di laptop yang baru saja diulangnya dari awal lagi.


"Y-ya?"


"Makhluk kloning itu. Aku tidak tahu bagaimana caranya mereka bisa memberikan kekuatan lain pada makhluk yang mirip dengan mu dan Ren itu, tapi aku berjanji akan memusnahkan mereka jika aku sampai menemukannya."


"Ah..., y-ya..."


"Sudahlah, ayo kita pergi sekarang. Jemputan akan segera datang."


"Y-ya..."


•••


"A-anda..."


Pria berstelan jas hitam itu terkejut saat melihat orang yang memiliki janji bertemu dengan boss nya.


Bukan karena kedua orang itu adalah gadis remaja yang manis, tapi karena salah satu dari keduanya adalah orang paling berbahaya yang kini sangat terkenal di seluruh dunia.


Pria itu tentu saja langsung berbalik hendak melarikan diri, tapi Miyuki sudah muncul di hadapannya sambil mengarahkan tanto ke lehernya.


"Antarkan aku pada boss mu atau kau akan mati." ucap Miyuki dengan nada suara dingin, sedingin tatapan mata dan ekspresi wajahnya.


"B-baik... Nona...," sahut pria itu dengan suara bergetar. Wajahnya langsung pucat saat ingat bahwa ia tidak akan pernah bisa melarikan diri dari remaja itu.


Kenichiro yang dijuluki sebagai yang terkuat saja tidak bisa lolos dari gadis itu, apalagi dirinya yang hanya seorang Hunter peringkat B.


Satu-satunya cara agar ia bisa selamat hanyalah mengikuti semua permintaan Miyuki dan bersikap baik padanya.


'Apa dengan begitu aku bisa selamat?'


Pria itu akhirnya menuruti kehendak Miyuki dan membawa kedua gadis itu pergi menuju mobil sedan yang ia parkir agak jauh dari tempat pertemuan mereka.


Pria itu juga membukakan kedua pintu penumpang dengan sangat sopan untuk kedua gadis itu dan merekapun akhirnya pergi menuju lokasi rahasia persembunyian boss nya.


"Kau hanya perlu bersikap baik dan jangan pernah memberitahu mereka siapa aku. Aku berjanji kau akan tetap hidup." Ucap Miyuki, memberikan ancaman pada pria itu saat melihatnya mengambil smartphone secara diam-diam dari balik jas hitamnya.


"Y-ya... Nona...," sahut pria itu cepat sembari mengembalikan lagi smartphone kedalam kantong jasnya. Padahal, dia hanya ingin melihat siapa yang baru saja menghubunginya. Tidak ada maksud lain.


•••