
Kevin Jung membakar makhluk purba yang berada paling dekat dengannya untuk menyelamatkan seorang Hunter Asosiasi yang terluka parah akibat serangan makhluk tersebut.
‘Kenapa harus ada dungeon break saat aku sedang sibuk?’
°°°
Kevin tadinya sedang berbicara dari hati ke hati dengan 3 orang anak buahnya yang telah dikirimkan oleh ketua Asosiasi Australia untuk menjemputnya pulang, di gedung kantor 9 AM.
Namun, kemunculan tiba-tiba avatar Miyuki yang datang dengan menendang pintu ruangannya, membuat mereka terkejut hingga dengan refleks berdiri lalu bersiap untuk bertarung saat merasakan energi Mana besar berada di depan pintu.
Avatar Miyuki, saat ini sudah berada di level Master yang sejajar dengan Hunter berperingkat SS. Jadi, semua orang dapat merasakan energi Mana nya yang bahkan tersebar di seluruh area lantai 5 sampai 7 gedung kantor 9 AM.
Avatar melemparkan sebuah earphone pada Kevin. Kevin yang mengerti maksudnya, langsung meletakan earphone di telinga nya.
《”Ikut dengan ku. Ada dungeon break. Gina dalam bahaya.”》
Hanya kalimat itu yang Kevin Jung dengar lalu ia pun berlari mengikuti avatar dan meninggalkan 3 rekan lamanya, yang mau tak mau, akhirnya ikut juga bersama mereka.
°°°
Kevin membakar satu Pterodactyl lagi yang terbang melintas di atasnya.
Ia melihat masih ada banyak warga yang berlarian untuk menyelamatkan diri dari sambaran makhluk purba yang sudah menghancurkan banyak bangunan dan memakan manusia yang masih berada di sekitar area gerbang dungeon break.
Kevin akhirnya meminta bantuan ketiga rekan lamanya, yang masing-masing adalah Hunter berperingkat S, untuk membantu para Hunter Asosiasi mengevakuasi para warga sipil sementara ia melindungi proses evakuasi itu dengan menyerang dan membakar semua Pterodactyl yang berusaha mendekat.
《”Kevin, aku harus masuk ke dalam gerbang untuk mencari Gina. Tolong lindungi aku.”》
“Serahkan pada ku.”
Setelah mendapatkan jawaban dari Kevin, Miyuki menggerakan avatar dan berlari lurus menuju gerbang sembari sesekali menyerang dan membunuh Raptor-raptor yang berada di jalur larinya.
Melihat cara avatar bertarung dan menggunakan energi sihir yang bahkan lebih baik dari Hunter manusia, ketiga rekan lama Kevin berdecak kagum dan terpesona.
Belum lagi saat mereka melihat penampilan avatar yang telah dilengkapi armor dan perlengkapan yang didesain dengan sangat bagus dan modis. Avatar hunter jauh lebih mirip karakter dalam sebuah game, dibandingkan para Hunter asli yang sebenarnya diinginkan untuk memiliki kekuatan dan penampilan seperti sebuah karakter dalam game. Namun pada kenyataannya, dikatakan mendekati pun, masih lumayan jauh.
Avatar terus berlari menuju gerbang sembari menyerang Raptor-raptor yang terlihat ingin menghalangi jalannya.
Sementara di udara, bola-bola api yang berasal dari skill Kevin, menghancurkan Pterodactyl yang berusaha menyambar tubuh avatar.
Saat ia sudah berada di depan gerbang, Miyuki melihat ada 3 Hunter berperingkat tinggi yang sedang dalam pertarungan menghadapi Raptor-raptor yang baru keluar dari gerbang.
Ronald Stewart, Wang Zhu Ming dan Jester Bailey langsung berbalik saat merasakan ada energi sihir besar datang dari arah belakang mereka.
Berbeda dengan manusia, avatar hunter tidak bisa menyamarkan energi Mana. Karena itulah kehadirannya bisa langsung disadari kawan maupun lawan.
Karena perhatian mereka tertuju pada avatar, ketiga Hunter sedikit lengah saat puluhan Raptor menjejal keluar dari gerbang dan langsung menyerang mereka.
Namun, terkaman Raptor tak pernah sampai pada target karena di saat yang bersamaan avatar Miyuki telah memisahkan kepala Raptor-raptor dari tubuh mereka.
Miyuki melemparkan sebuah earphone pada Ronald Stewart dan memberi isyarat agar pria paruh baya itu memakainya.
《”Anda bertiga sebaiknya bantu Hunter Asosiasi untuk mengevakuasi warga supaya Kevin Jung bisa menggunakan kekuatannya dengan leluasa,”》ucap Miyuki begitu Ronald mengaktifkan earphone.
Setelah berbicara pada Ronald, avatar Miyuki langsung melompat masuk ke dalam gerbang. Tujuannya utamanya datang ke tempat ini hanya satu, menyelamatkan Gina Stewart. Hal lainnya, seperti mengatasi dungeon break, akan dipikirkannya lagi kemudian.
Namun, hal itu tidak berjalan sesuai keinginan Miyuki. Tubuh avatar bertabrakan dengan gerbang yang telah mengeras seperti sebuah tembok batu.
"Huh? Ada apa dengan gerbang ini," pikir Miyuki seraya meraba gerbang, yang telah mengeras berwujud mirip dengan kristal sihir, dengan tangan karet avatar.
Saat Miyuki kebingungan dengan fenomena aneh itu, puluhan Raptor berjejal kembali, keluar dari gerbang hingga menghimpit avatar di antara mereka.
‘Apa yang terjadi? Kenapa mereka bisa keluar dan aku tidak bisa masuk?’
Setelah avatar menghabisi Raptor-raptor yang baru saja keluar, ia melompat lagi untuk masuk ke dalam gerbang, namun kali ini dengan cara menyeruduk gerbang dengan satu sisi pundaknya. Tapi, ia kembali mengalami hal yang serupa seperti sebelumnya.
Melihat avatar seperti sedang kebingungan di depan gerbang, Ronald Stewart menghampirinya.
“Gerbang ini sepertinya terkunci untuk orang yang ingin masuk. Kami sudah mencoba masuk beberapa kali bahkan berusaha menghancurkan tembok penghalang, tapi sia-sia. Tembok itu sangat kokoh.” Ronald memberi tahu.
Setelah mendengar penjelasan tersebut, Miyuki kembali memegang gerbang dan meraba-raba hampir seluruh bagian permukaan gerbang seakan sedang mencari siapa tau ada bagian dari gerbang yang tidak mengeras.
Pada saat ia sedang mengamati gerbang, Miyuki akhirnya memerhatikan monster-monster yang telah di bunuhnya tadi menguap menjadi asap hitam, sebelum akhirnya lenyap, tanpa menyisakan apapun.
"Ya. Kami juga kaget pada awalnya. Tapi, seperti yang pernah di alami tuan Wang, dia juga pernah menemukan monster yang langsung menguap saat sudah terbunuh," sahut Ronald, menjelaskan.
《"Tsk..., sayang sekali."》Miyuki bergumam.
"Y-ya?"
《"Tidak..., tidak apa-apa."》
Pada saat itu, tiba-tiba ada seorang Hunter yang melompat keluar dari dalam gerbang hingga membuat Miyuki dan Ronald terkejut.
Ronald segera menangkap tubuh Hunter yang memiliki banyak kerusakan pada armor yang ia kenakan dan memiliki wajah yang pucat dan memutih.
"Tuan, tolong... Tim kami sedang dalam bahaya!" ucap Hunter itu dengan panik.
"Tenang dulu... Tenangkan diri mu dulu...," Ucap Ronald berusaha menenangkan Hunter muda itu seraya membawanya mendekati Jester agar diperiksa olehnya.
Miyuki ingin berbicara pada Hunter itu untuk menanyakan keadaan Gina, namun ia tak bisa berkomunikasi langsung karena membutuhkan earphone lagi. Ia hanya memiliki dua earphone lagi yang disimpannya untuk hal penting lain.
Lagian, hal itu juga sangat tidak etis ketika dia mengkhawatirkan seorang ketua guild secara berlebih dibanding anggota tim lainnya. Jadi, Miyuki mengurungkan niatnya.
'Lebih baik aku masuk saja dan melihatnya sendiri.'
Miyuki menyarungkan kedua tanto nya dan mencabut wakizashi sebagai gantinya.
Ia kemudian berbicara pada sistem AI yang sudah ia program pada avatar,《”Aktifkan Crushing Incision.”》
[“Crushing Incision diaktifkan. Pengguna dapat menggunakan sebanyak tiga kali. Skill akan mengalami cooldown selama 20 menit sebelum bisa digunakan kembali.”]
Setelah sistem mengaktifkan skill nya, avatar Miyuki langsung menebaskan wakizashi pada gerbang.
Clannngggg!!!
Tebasan itu menghasilkan ledakan besar dan mengakibatkan puluhan Raptor, yang kebetulan baru muncul, meledak seketika.
Namun, jangankan hancur, serangan itu bahkan tidak meninggalkan satu goresanpun disana.
Melihat itu, Miyuki tentu saja terkejut. Walaupun ia sudah mendengar dari Ronald bahwa dinding gerbang itu sangat keras, namun dia tidak mengira bahwa avatarnya juga tidak bisa menghancurkannya dengan mudah.
《”Apa aku harus menggunakan energi Mana yang lebih besar lagi?”》
Avatar kembali mengambil ancang-ancang.
Normalnya, skill yang saat ini sedang aktif akan mengosumsi seperempat energi Mana avatar. Namun, karena serangan pertama gagal, Miyuki bermaksud mengulangi serangan dengan menggunakan setengah dari energi Mana yang dimiliki avatar.
Swooooshhh… Crannnggg!!!
Miyuki, yang berada di ruang bawah tanah, terbelalak saat melihat serangan kedua yang baru ia lakukan juga mengalami kegagalan, melalui mata avatar yang terhubung dengannya.
Hampir kehabisan energi Mana, karena avatar telah mengosumsi 75% energi Mana, hanya untuk menghancurkan gerbang, Miyuki akhirnya mengambil bola kristal dari wadah yang berbentuk kotak kecil di pinggang avatar, lalu menghancurkan bola tersebut di punggung tangannya.
Setelah energi Mana avatar pulih total, Miyuki menatap gerbang lagi, lalu mengambil ancang-ancang untuk menggunakan kesempatan terakhir dari skill nya.
'Kalau ku gunakan 90% energi Mana avatar, tidak mungkin tidak hancur, kan?'
Avatar kembali menyerang dengan menebaskan wakizashi di genggamannya. Kali ini dengan menggunakan 90% energi Mana yang ia miliki.
Swooossshhhh… CRANGGGG!!!
Ledakan yang di hasilkan dari bertemunya energi sihir gerbang dan serangan avatar sangat besar.
Ledakan itu membuat empat Hunter yang berada di dekat avatar terpental, bahkan mereka harus menggunakan banyak energi sihir untuk menahan laju tubuh mereka yang tanpa mereka kehendaki telah terbang terpental, menjauh dari gerbang.
Avatar mengambil bola kristal lagi dan menghancurkannya kembali di punggung tangan untuk memulihkan energi Mana yang baru saja terkuras, sementara Miyuki menunggu pandangan kabur, yang diakibatkan oleh debu hasil ledakan yang beterbangan di sekitar gerbang, menghilang.
Avatar menyarungkan kembali wakizashi lalu mencabut lagi kedua tanto yang tersarung di masing-masing bagian luar pangkal pahanya dan bersiap untuk masuk ke dalam gerbang.
Namun, saat debu menghilang, pemandangan di hadapan avatar membuat Miyuki merasakan frustasi.
•••