
Karena ingin mengetahui jejak kepergian dewi Lyn, mereka kini berfokus pada dewi Lyn dan mengikuti kemanapun ia pergi.
Setelah berpisah dari kedua saudaranya, dewi Lyn langsung pergi ke kuil suci keluarga Arnix untuk melakukan pemujaan di sana.
Pemujaan itu ia lakukan untuk mendapatkan keikhlasan dari keluarga para malaikat tersesat yang nanti akan ia dan dewi Ann binasakan.
Setelah berada di kuil suci selama beberapa hari dan menyelesaikan pemujaannya, dewi Lyn akhirnya membuka gerbang lalu pergi menuju bintik biru yang tak lain adalah Bumi, untuk menjalankan titah yang sudah dewan pengawas tertinggi berikan pada keluarganya.
Tapi, seperti yang dewi Ann ceritakan pada Anna, dewi Lyn bukannya tiba di Bumi melainkan menyasar ke planet bangsa Titans setelah jalannya dibelokkan oleh salah satu malaikat tersesat, Lucifer.
Menyadari ia telah tiba di planet yang salah, dewi Lyn langsung berbalik dan hendak masuk lagi ke dalam gerbang, namun gerbang itu telah menghilang.
Dewi Lyn bukannya tidak bisa membuka gerbang lagi. Masalah keluarga Arnix akan bertambah jika ia sampai membuka gerbang untuk kembali ke dunia para dewa lagi.
Untuk membuka gerbang, dewi Lyn harus menggunakan energi Mana. Jika ia melakukannya, dewa penguasa galaksi ini pasti akan langsung tahu bahwa ia berada di wilayah kekuasaan mereka.
Satu-satunya cara untuk kembali adalah menunggu sampai hari dimana pertemuan para dewa tiba. Pada saat itu, seluruh dewa akan pergi ke altar suci Absolut. Itulah satu-satunya kesempatannya untuk membuka gerbang dan kembali ke dunia para dewa sebelum akhirnya ikut bergabung di altar suci.
•••
Menyadari kesalahan yang ia tak tahu penyebabnya, dewi Lyn akhirnya mengunci energi Mana nya, sebelum dewa perang planet Titans menyadari kehadirannya.
Namun, begitu ia mengunci energi Mana, 20 sosok makhluk berjubah ungu, yang sudah menunggu kedatangannya, menampakkan diri dan langsung mengepungnya.
"Jadi kalian yang membelokkan jalan ku?"
Dewi Lyn tentu saja tidak ingin sampai tertangkap. Ia langsung melakukan perlawanan saat 20 sosok berjubah ungu itu berusaha untuk menyergapnya.
Namun, karena ia tidak memiliki keahlian bertarung sebaik dewi Ann, dewi Lyn akhirnya tidak sanggup melawan 20 penyerangnya walaupun ia sudah melakukan perlawanan sengit.
•••
Dewi Lyn akhirnya di bawa masuk ke dalam inti planet.
Ia dikurung di salah satu penjara yang sangat gelap sampai-sampai mereka yang sedang mengikutinya dengan sihir Nordic tidak bisa melihat apa pun di tempat itu
Setelah berada di dalam penjara itu selama beberapa hari, dewi Lyn akhirnya di bawa untuk menghadap pada pemimpin dari pasukan jubah ungu.
Pada saat itu, betapa terkejutnya dewa Ogun, dewi Ezili, Lorelei dan Nordic, saat melihat dua dewa perang planet Titans juga berada di tempat itu sebagai tahanan.
Dewi Lyn juga sangat kaget saat mengetahuinya. Ia yang sudah mengenal dua dewa perang bangsa Titans itu, hanya bisa menatap mereka dengan ekspresi bingung.
Kedua dewa perang itu juga menatapnya dengan bingung, karena tidak menduga bahwa dewi penguasa dari galaksi lain ada di tempat mereka.
"Dewi Lyn? Kenapa Anda ada di tempat ini?" tanya salah satu dewa perang.
"Maafkan aku karena memasuki wilayah dewa Zeus. Aku sedang dalam perjalanan ke galaksi ku tapi mereka telah membelokkan arah jalan ku hingga aku tiba di sini."
Mengetahui itu, salah satu dewa perang mendecak marah, sembari menatap makhluk-makhluk berjubah ungu yang telah menawan mereka.
"Anda tidak perlu meminta maaf, itu bukan kesalahan Anda," ucap dewa perang lain, yang adalah seorang dewa perang wanita, pada dewi Lyn.
"Tapi, kenapa kalian bisa tertangkap?" tanya dewi Lyn pada wanita itu.
"Mereka menjebak kami dengan sihir hitam. Mereka bisa meniru wujud dewa Zeus dan menipu kami!"
"A-apa...?! Lalu..., siapa mereka ini?"
Pada saat itu, pemimpin dari pasukan jubah ungu menghampiri ketiga dewa yang duduk terikat oleh rantai sihir yang dapat membelenggu kekuatan mereka.
Ia langsung tertawa saat melihat dewi Lyn ada di sana.
"Oho..., lihat siapa ini." ucapnya, yang kemudian tertawa dengan sangat riang.
"Siapa kau?" tanya salah satu dewa perang bangsa Titans.
"Kalian tidak mengenal ku?"
Setelah mengucapkan pertanyaan itu, pemimpin pasukan berjubah ungu itu tiba-tiba diam cukup lama.
Ia kemudian menoleh ke sebuah arah dan menatap pada Anna dan rekan-rekannya.
"Tsk... Ternyata ada penyusup disini," ucapnya setelah mengamati orang-orang tak terlihat di hadapannya.
Ia kemudian mengarahkan telapak tangannya pada Anna dan rekan-rekannya. Lalu, tempat itu tiba-tiba menjadi gelap gulita.
Makhluk itu telah memutuskan sihir pengelihatan Nordic.
•••
"Kenapa dia bisa melihat kita?!" Lorelei tentu saja terkejut akan hal itu.
Nordic juga akhirnya menyadari hal itu. Mereka tahu, tidak akan ada yang bisa mengetahui keberadaan makhluk dari masa depan, kecuali dia adalah dewan pengawas para dewa.
"Apa mungkin dia adalah salah satu dari dewan pengawas," ucap dewa Ogun dengan kening berkerut hingga memunculkan kerutan lucu di kepala red panda.
"Apa ada dewan pengawas yang berani membelot dari Absolut?" tanya Anna yang juga heran.
"Itu sebenarnya hal yang sangat tidak mungkin. Absolut pasti mengetahui dan akan langsung menghukumnya." sahut dewi Ezili.
"Apa Absolut bisa langsung mengetahuinya?"
"Ya. Absolut pasti langsung menghukum dewan pengawas yang berani membuat kesalahan. Itu tidak seperti para dewa yang masih dibiarkan saat mereka melakukan sebuah kesalahan. Dewan pengawas tidak boleh melakukan kesalahan seperti itu."
"Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang? Apa kita pergi ke tempat itu saja?" Anna bertanya pada mereka.
"Kita tidak memiliki pilihan lain dan memang harus kesana." Sahut dewa Ogun. Ia kemudian mendongak, untuk menatap Nordic. "Apa kau akan ikut bersama kami Nordic?"
"Apa Anda semua tahu jalan untuk pergi ke inti planet?" Nordic bertanya balik.
"..." dewa Ogun terdiam.
"Kami sudah miliaran tahun tidak kembali...," sahut dewi Ezili sambil mengendus-endus kedua telapak tangannya.
"Kalu begitu, saya akan mengantarkan Anda sekalian," ucap Nordic dengan sopan sembari membungkuk pada red panda dan otter.
•••
Nordic membawa mereka melalui jalan lain untuk menuju dataran yang berada jauh di atas goa dengan cepat.
Saat mereka sedang dalam perjalanan menuju luar kuil, di sepanjang jalan kuil suku Miyu itu Anna melihat ada beberapa patung raksasa.
Setiap melewati patung-patung itu, Nordic membungkuk hanya untuk menghormati mereka sementara red panda mendengus tidak sabar dengan sikap penyihir itu.
"Aku ada di sini. Apa perlunya kau menyembah patung ku lagi?" ucap dewa Ogun dengan sedikit tidak sabar.
"M-maaf. Ini hanya kebiasaan saya, mahadewa."
Anna tertegun saat mengetahuinya. Ia akhirnya mendongak untuk melihat ke atas, ingin tahu wajah dewa Ogun namun tidak bisa melihatnya dengan benar karena tertutup tangannya yang menyilang di depan dada.
'Ternyata dia dewa di planet ini...'
"Apa dia dewa yang hebat?" tanya Anna pada Nordic. Ia sangat penasaran mengenai seberapa spesialnya dewa Ogun di mata suku Miyu.
"Beliau adalah panglima perang pendahulu. Beliau adalah panglima perang generasi pertama."
"Begitu ya...," gumam Anna, sembari menoleh pada dewa Ogun yang sedang tiduran di pundaknya. "Lalu, panglima perang yang sekarang ada di generasi ke berapa?" tanya Anna lagi pada Nordic.
"Panglima perang mengikuti dewa penguasa. Karena dewa penguasa sekarang ada di generasi ketiga, jadi panglima perangnya juga."
Anna mengangguk kecil.
Setelah berjalan dalam diam agak lama, Anna yang sebenarnya sejak tadi penasaran akan suatu hal, kembali berbicara. Kali ini ia ingin mengajukan pertanyaan pada Lorelei, yang ia rasa pasti bisa menjawab rasa ingin tahunya.
"Nenek guru. Bolehkah saya bertanya sesuatu pada Anda?" ucap Anna dengan suara pelan.
"Tentu. Apa yang ingin kau tanyakan?"
"Ibu ku..., apakah dia dulunya berasal dari tempat yang sama seperti kalian?"
"Seperti dewi Ann, dewa Ogun dan dewi Ezili. Ibu mu dulunya adalah dewi dari dunia para dewa."
Anna mengangguk pelan. Dari pengelihatan masa lalu yang dilihatnya tadi, ia sudah bisa menebak tentang itu. Dia hanya ingin lebih yakin saja, karena itulah menanyakannya.
"Kenapa dia dilahirkan kembali menjadi manusia? Maksud saya, apakah itu permintaannya?"
Lorelei tersenyum pahit sembari menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Ibu mu dulu melakukan kesalahan yang sangat besar hingga dewi Lyn harusnya sudah membinasakannya."
"A-apa?"
"Ibumu meminta saudari kembarnya, dewi Ann untuk meminta pengampunan pada dewi Lyn, agar dewi Lyn memberikannya kesempatan hidup sebagai manusia dan berjanji akan menebus semua kesalahannya pada kehidupan yang benar-benar baru. Jadi, dewi Ann memohon pengampunan untuk ibumu pada dewi Lyn."
"D-dewi Ann itu saudara kembar ibu ku?!"
"Ya."