Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 163 - Raid Di Kepulauan Fiji (10)


Tembok sihir transparan yang Bimo berikan pada avatar Miyu samakin menipis.


Sementara avatar Miyu saling tukar menukar serangan dengan lawannya, Anna, Kevin menggunakan serangan jarak jauhnya setiap kali avatar Miyu mengambil langkah mundur setiap Anna menyerang dengan tendangan berputar yang memiliki jarak jangkau yang jauh.


"Mengerikan, aku tidak bisa melihat celah untuk menyerangnya dengan pasti. Celah yang dia berikan cuma untuk serangan yang bisa dihindarinya." Pikir Miyu, saat ia mengambil jeda mundur dan Kevin menolongnya untuk mengambil waktu berpikir dengan menyerang Anna tanpa jeda.


Miyuki merasa sangat marah pada wanita berambut pirang di atas tebing, hingga ia melirik sebentar pada makhluk yang sedang berkomat-kamit mengendalikan pikiran Anna agar terus menyerang mereka.


Namun, saat itu, Miyuki dapat melihat sekilas pandangan wanita itu tampak tegang.


'Jadi dia berkonsentrasi penuh untuk memerintahkan Anna agar terus menyerang...'


Miyuki kembali mengalihkan fokusnya pada Anna saat Anna kembali menyerangnya.


Ada jeda yang Kevin butuhkan dalam menggunakan sihir nya setiap beberapa menit. Pada saat itulah Anna menyerang Miyuki kembali.


Kali ini, Miyuki hanya berusaha menghindari tanpa menyerang balik. Ia fokus untuk melihat arah datangnya serangan tanpa mau mengambil kesempatan kecil untuk membalas serangan tersebut, walau pun ada celah untuk melakukannya.


Itu adalah celah yang Anna berikan hanya untuk bisa dihindarinya lagi jika ia diserang. Hanya sebuah celah sia-sia yang lawan berikan.


Miyuki merasa sedikit ngeri saat ia menyadari hal tersebut. Ia juga ingat, saat dulu Anna pernah mengatakan bahwa ia sedikit gugup saat baru bertemu makhkuk kuat seperti Damballa hingga membuatnya lengah.


'Jadi, saat dia sedang dalam pengaruh hipnotis dan membuatnya bertarung tanpa beban, teknik bertarungnya semengerikan ini... Padahal dia baru menggunakan tangan kosong...'


Saat Anna melakukan tendangan berputar, Miyuki kembali menghindari dengan mengambil jarak dan ia melompat mundur untuk menjauh.


《"Kevin. Saat Kau mengambil jeda untuk mengaktifkan kembali sihir mu nanti dan kau sudah siap untuk melakukan serangan, seranglah musuh di atas tebing dengan serangan terbaik mu."》Pinta Miyuki dengan suara pelan hingga suaranya hampir tidak terdengar.


Kevin bahkan harus diam beberapa saat untuk mengulang kembali kata-kata Miyuki di dalam kepalanya untuk memperjelas kalimat tersebut.


"... Tapi, Anna bisa langsung mengejar mu saat kau mundur." Sahut Kevin, juga dengan suara pelan.


Ia tahu, Miyuki berbicara sangat pelan agar wanita di atas tebing tidak bisa mendengar pembicaraan yang mereka lakukan. Bukan yang Miyuki ucapkan, namun yang akan Kevin ucapkan. Karena, suara Miyuki hanya bisa terdengar melalui earphone.


《"Lakukan saja. Kita harus mengambil resiko."》Sahut Miyuki, yang kali ini berbicara dengan nada seperti biasanya.


"Baiklah." Sahut kevin dengan suara pelan.


《"Gina, kau juga berlarilah ke atas tebing saat kau nanti melihat ku berlari ke sana. Tapi, jaga agar jarak kita berjauhan. Kita harus memecah konsentrasi makhluk di atas tebing itu."》


"Akan ku lakukan."


《"Bimo, saat Anna mengejar ku, kau kejarlah dia dari belakang. Lakukan serangan jarak jauh saat kau melihat dia sudah berjarak dekat dengan ku."》


"Serangan jarak jauh? Aku tidak bisa, aku tidak memiliki serangan sihir jarak jauh."


《"Kau bisa melemparkan pedang mu atau apa pun."》


"... Baiklah."


Miyuki melirik lagi pada wanita di atas tebing. Ia melihat wanita itu fokus berkomat-kamit seraya melirik pada Kevin dan Anna secara bergantian.


'Syukurlah dia sepertinya hanya bisa mengendalikan tubuh Anna, tapi tidak dengan energi sihirnya. Jika tidak, kami semua pasti akan mati sejak tadi andai Anna menyerang dengan sihir.'


Setelah Kevin menjeda serangannya lagi, Anna langsung menyerang avatar Miyu.


Kali ini Miyuki berlari menjauhi Anna. Ia berlari ke arah tebing, bergerak lurus menuju wanita berambut pirang.


《"Gina, Kevin. Lakukan sekarang!"》


Pada saat itu juga, Gina berlari menuju arah yang sama, namun dengan jarak yang agak jauh dari avatar Miyu.


Sementara Bimo, berlari untuk mengejar Anna, walaupun pada akhirnya dia tidak bisa mengimbangi kecepatan Anna dan tertinggal di belakangnya.


Kevin Jung menggunakan sihir hujan meteor yang sama seperti saat ia membinasakan 20 monster berperingkat SSS.


Pergerakan lawan yang sepertinya berubah untuk mengincarnya secara tiba-tiba, membuat wanita yang berada di atas tebing sedikit terkejut. Terutama saat ia melihat hujan meteor muncul dari langit di atas kepalanya.


Wanita itu melindungi tubuhnya dengan sihir pada saat itu juga. Namun, serangan lain yang datang jauh lebih cepat dari hujan meteor tersebut, berhasil mengenai dan melukainya.


《"Aktifkan Shuriken Rain."》


["Shuriken Rain level dua diaktifkan. Keahlian melontarkan pisau dan shuriken meningkat lima kali lipat dari keahlian asli pengguna. Pengguna dapat memakai dan menggandakan shuriken selama dua menit tanpa jeda. Ada Cooldown selama dua puluh menit yang diperlukan untuk mengaktifkannya lagi."]


Wush... Wush... Wush... Wush...


Srat... Srat... Srat...


Hujan shuriken yang berasal dari skill avatar Miyu terbang 20 kali lebih cepat dari hujan meteor di atas tubuh makhluk itu.


Puluhan shuriken yang berhasil tiba di tubuhnya sebelum wanita itu mengaktifkan sihir pelindung, melukai dan menancap di sana sini pada hampir seluruh bagian tubuhnya.


Wanita itu menoleh pada avatar dengan marah saat avatar yang masih berada di bawah tebing dan berlari menju ke arahnya itu berhasil menancapkan 3 shuriken di wajahnya.


"Keparat!!!"


Wanita itu mencabut shuriken dari wajahnya dan bermaksud 'mengembalikan' pada pemiliknya. Namun, ia sedikit terkejut saat melihat shuriken di tangannya langsung menguap membentuk asap hitam begitu senjata kecil itu tercabut dari tubuhnya.


Kemarahan makhluk itu pada avatar Miyu semakin menjadi-jadi saat merasa sedang di kerjai.


Namun, konsentrasinya sedikit terganggu saat melihat lawan lain juga memiliki kecepatan tinggi dalam berlari, menuju ke tebing.


Kini, makhluk itu di serang dari dua arah berbeda, di tambah dengan Gina yang datang padanya dengan membawa dua belati di masing-masing tangannya.


"Bukankah dia Healer?"


Wanita itu kini sibuk melindungi diri dari serangan Kevin yang datang dari langit sambil sesekali memerhatikan ke pinggiran tebing, menanti dua lawan yang sudah mulai memanjat tebing dan hilang dari jarak pandangnya.


Anna melompat kembali ke bawah. Namun ia langsung menghentakkan kakinya di pasir berbatu untuk kembali mengejar avatar Miyu.


Namun, saat Anna baru beberapa meter melontarkan tubuhnya dari tanah, serangan datang dari arah kanannya.


Gina menyerang Anna dengan kedua belati di tangannya.


Walaupun serangan tersebut datang secara mengejutkan, namun Anna dapat menghindarinya dengan sangat mudah karena serangan cepat yang Gina lakukan memiliki kecepatan yang sangat jauh di bawah kecepatan yang dimiliki avatar Miyu saat melakukan serangan.


Setelah menghindari serangan itu, Anna melesakkan serangan balasan yang bersarang tepat ke perut Gina, hingga membuat gadis itu terpental jauh dan jatuh di tepi sungai.


Bukkkkkk...!


Anna menghentakkan kakinya lagi di tebing untuk kembali mengejar avatar Miyu yang sudah hilang dari jarak pandangnya, karena avatar sudah tiba di atas tebing.


Saat Anna baru saja muncul dari balik tebing, ia mendapatkan serangan kejutan yang datang dengan sangat cepat.


《"Aktifkan Lightning Strike!"》


["Lightning Strike level dua diaktifkan. Serangan akan memberikan kerusakan permanen pada lawan, sepuluh kali lipat dari kekuatan asli pengguna. Penggunaan serangan hanya dapat dilakukan sebanyak satu kali. Pengguna dapat mengaktifkan lagi setelah mengambil jeda waktu selama sepuluh menit."]


Wush... Buaaakkkkk...!!!


Serangan yang tak kasat mata itu berhasil memukul keras pelipis kiri Anna.


Serangan yang avatar lakukan tanpa menggunakan tanto itu, selain berhasil mengenai target dan membuat Anna terpental jatuh dari tebing, juga menghancurkan tangan kanan avatar yang kalah keras dengan kepala lawannya.


Melihat bagaimana avatar berhasil memukul Anna, wanita berambut pirang terkejut. Ia menatap avatar itu dengan sangat takjub.


"Bagaimana bisa benda yang hanya memiliki energi Mana tidak seberapa ini bisa berhasil menyerang telak makhluk dengan kecepatan mengerikan seperti Ann Arnix?"


°°°


Anna melayang ke bawah tebing dan jatuh di seberang sungai, di dekat Bimo.


Anna berusaha bangkit, namun kedua kakinya goyah. Bukan karena dampak yang ia dapatkan dari pukulan keras itu, namun seperti ada sebuah kekuatan yang menghentikannya untuk bangkit dan memanjat ke atas tebing lagi.


Tubuh Anna bergetar sebentar sebelum akhirnya berguncang hebat.


Keadaan itu berlangsung selama 15 detik sebelum akhirnya terhenti. Anna berdiri diam di tempatnya.


Ia kemudian mengambil sehelai rambut dari kepalanya, lalu menghempaskan tangannya ke arah goa.


Sehelai rambut yang menegang menyerupai jarum dan terbang menembus air terjun itu, terbang jauh sampai akhirnya menembus dan meledakkan kepala monster berkulit merah gelap yang berada jauh di ujung goa.


°°°


Wanita di atas tebing kini sedang bertarung dengan sengit melawan avatar Miyu.


Hujan bola api yang datang dari langit dan hanya menyasar pada dirinya itu, sedikit membuat konsentrasinya terbagi hingga ia tidak bisa membalas serangan jarak dekat lawan.


Avatar Miyu tadi menyerang, saat wanita itu lengah ketika masih takjub saat mengetahui kemampuannya. Jika tidak, mungkin ia akan bisa mengalahkan avatar dengan mudah.


Namun, avatar yang sudah banyak menggunakan kemampuan terbaiknya, pada akhirnya kehabisan energi Mana.


Gina yang juga sudah kehabisan energi Mana terlebih dahulu karena terus menerus menyuplai buff pada 3 Hunter lain, sudah tidak bisa lagi memulihkan energi Mana rekan-rekannya.


Dikarenakan itu, kecepatan serang avatar melambat.


Wanita berambut pirang akhirnya mendapatkan celah saat serangan-serangan lawan sudah jauh menurun dan lebih lambat dari sebelumnya. Jadi, ia kini tidak memerlukan konsentrasi berlebih, agar bisa menghindari atau menangkis serangan-serangan lawan.


Wanita berambut pirang akhirnya memiliki kesempatan untuk menggunakan energi sihir dan menyerang avatar.


Wusshhh... Boooooommmmmmm!!!


Serangan dengan kekuatan sihir besar itu tepat mengenai avatar dan membuatnya terpental sangat jauh hingga sampai keluar dari daratan tebing dan terus terpental jauh menyeberangi sungai di bawah sana.


Bukannya senang karena serangannya berhasil mengenai lawan, wanita berambut pirang justru terkejut saat melihat avatar hanya terpental jauh, bukannya langsung meledak.


"Itu...", kedua mata wanita berambut pirang melebar saat melihat tubuh avatar telah dilindungi cahaya keemasan.


Kejutan tidak hanya sampai disitu. Ia bahkan hampir melompat saking terkejutnya saat melihat Anna tiba-tiba muncul di hadapannya.


Buuaaaakkkkkkkkkk!!!


Anna langsung menyarangkan tinjunya ke wajah wanita berambut pirang.


Pukulan yang sangat keras itu, membuat tulang pipi wanita itu pecah dan ia terpental jauh karenanya. Wanita itu kini kehilangan sebagian wajah kirinya.


Anna tidak ingin memberikan kesempatan pada lawan untuk menggunakan kekuatan sihir dan bertarung secara adil melawannya, karena ia tahu betapa licik cara iblis bertarung, dari tiga pengalaman berbeda yang ia dapat. Jadi, Anna langsung melesat cepat mengejar wanita berambut pirang.


Buaakkkkkk!!!


Anna menendang tubuh wanita itu lagi dan membuatnya terpental semakin menjauhi tepian tebing.


"Jarak nya cukup." Pikir Anna, yang sengaja menjauhkan wanita itu dari rekan-rekannya.


Ia ingin menggunakan sihir yang mungkin akan berakibat fatal jika efeknya masih bisa menjangkau rekan-rekannya.


Anna merentangkan kedua tangannya ke langit.


Itu adalah gerakan yang ia lakukan setiap kali akan menggunakan kekuatan sihirnya.


Namun, sebuah serangan yang datang dari arah belakang, membuat konsentrasi Anna terganggu hingga ia menghentikan niat untuk menggunakan energi sihir dan menoleh ke belakang.


Anna terkejut saat melihat lubang hitam besar datang padanya dengan sangat cepat.