Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 64 - Dungeon Break (2)


Anna baru kembali ke apartemen di malam hari. Karena Gina tidak berada dirumah, maka Anna menggunakan waktunya untuk mengangkut kristal sihir dan menyerahkannya pada Miyuki.


Tidak ada Gina berarti tidak ada yang memasak sarapan dan makan malam. Jadi Anna tidak memiliki niat untuk berada di rumah terlalu lama.


Belakangan ini Anna sudah terbiasa makan makanan olahan Gina dan juga sudah terbiasa mengobrol menghabiskan waktu bersama dengannya.


Tanpa disadarinya, itu sebenarnya, kebiasaan yang telah dilakukannya sejak masih kecil dulu. Saat ibunya masih ada, dia terbiasa sarapan pagi, makan siang dan makan malam bersama.


Dia juga terbiasa menghabiskan waktunya sepulang sekolah dengan mengobrol atau melakukan kegiatan bersama ibunya.


Setelah ibunya meninggal, Cassey menggantikan ibunya untuk melakukan rutinitas itu, hingga dia akhirnya sempat tidak merasakan kesepian.


Karena itulah Anna dapat tumbuh dengan baik karena kasih sayang yang ibunya dan Cassey berikan setelahnya.


Hanya 1 tahun sebelum kematiannya, Anna baru merasakan kesepian dan mengingat kenangan masa kecil bersama ibunya.


Keluarganya yang tampak baik di depannya, terkesan memaksakan diri mereka. Anna baru menyadarinya saat ia sudah mulai beranjak dewasa.


Adanya Gina membuat dirinya nyaman seakan merasakan hal yang sama seperti di masa lalunya.


°°°


Karena tidak ada menu makanan pada semua layanan pesan antar yang ingin dimakannya, Anna meletakkan kembali smartphonenya di atas meja kecil di dekat tempat tidurnya.


Salah satu hal yang juga disukainya sejak dulu adalah berendam di bak mandi, maka itulah yang akan dilakukannya sekarang dan ia pun langsung pergi ke kamar mandi.


Walaupun sebenarnya dia bisa membersihkan tubuhnya dengan sihir yang dimilikinya, namun karena kebiasaan yang sudah dilakukannya sejak kecil, Anna lebih memilih untuk membersihkan diri dengan air yang akan sangat terasa segar di kulit.


Sama seperti yang dilakukannya setelah selesai berlatih di planet asing dulu, Anna selalu menceburkan tubuhnya ke dalam laut setelah selesai berlatih di sore hari.


°°°


Anna baru selesai mandi dan berendam pada jam 9 malam.


Biasanya, Anna dan Gina akan mengobrol sampai agak larut malam sambil menonton berita di televisi.


Karena kebiasaan itu, Anna pun pergi ke sofa bulu, lalu menyalakan televisi disana.


Baru saja televisi menyala, tayangan berita yang berada di dalamnya benar-benar mengejutkan Anna.


Berita itu menyampaikan mengenai sebuah kecelakaan yang terjadi dalam sebuah raid Akademi Hunter Kota C.


Sayangnya, berita itu tiba-tiba digantikan sebuah breaking news.


Karena ingin tahu berita yang telah dilewatkannya, Anna segera mengambil smartphone yang tadi ia letakkan di meja kamarnya.


Dia menengadahkan telapak tangannya. Di saat yang bersamaan, benda kecil yang ia inginkan terbang dari atas meja di dalam kamarnya dengan cepat lalu mendarat tepat di tangannya.


Anna langsung mencari berita yang ingin diketahuinya di situs resmi Asosiasi.


Anna sangat penasaran tentang apa yang telah terjadi dalam raid tersebut, karena Gina menjadi salah satu Hunter yang ikut tergabung di dalamnya.


Setelah membaca semua informasinya, Anna mendesah dengan perasaan lega. Dia akhirnya tahu bahwa Gina baik-baik saja, walaupun Gina keluar dari Dungeon itu dengan harus menggunakan tandu.


Semua informasi tentang raid itu sudah diberitakan dengan jelas di situs resmi Asosiasi, termasuk juga kehadiran Hunter nomor 1 Asia Tenggara yang telah menjadi pahlawan penyelamat dalam tragedi itu.


Anna juga mengingat orang yang bersama Hunter itu adalah seorang Healer kelas atas. Jika dia ada di sana, maka Gina pasti akan baik-baik saja.


Toh jika dia pergi kesana, maka sudah akan sangat terlambat. Juga, dia tidak bisa menyembuhkan Gina dengan mentransfer energi Mana nya.


Jenis energi Mana yang Anna miliki, berbeda dengan yang semua Hunter miliki.


Malahan, Anna merasa bahwa energi kehidupan yang ada pada manusia biasa, walaupun sangat-sangat kecil, sangat mirip dengan yang dimilikinya.


Anna akhirnya teringat pada Rudyard Lau ketika ia sedang mengingat dua Hunter kelas atas tersebut. “Bukannya tuan Lau pergi bersama mereka juga?” Pikir Anna, mengingat Rudyard Lau yang siang tadi harusnya mendapatkan masalah saat niatnya diketahui oleh Wang Zhu Ming.


Malas untuk memikirkan hal itu lebih jauh, Anna akhirnya meletakkan smartphonenya di sampingnya, di atas sofa bulu.


Ia kemudian mengambil boneka beruang berukuran besar yang memiliki ukuran sedikit lebih tinggi darinya, dengan lebar tubuh yang lebih besar dari pada pelukan penuhnya.


Anna memangku boneka itu dan memeluknya. Perhatiannya akhirnya kembali pada layar televisi.


Itu adalah kejadian Dungeon Break yang sedang terjadi dan ditayangkan secara real time. Dengan canggihnya teknologi di zaman ini, maka tayangan berbahaya seperti Dungon Break akan langsung di ambil dari satelit, alih-alih harus mengambil gambarnya secara langsung dan dilakukan oleh manusia.


Tayangan itu terbagi menjadi 2 bagian.


Di sisi kiri, tampak Orc dan High Orc menghancurkan rumah-rumah warga.


Sementara di sisi kanan, terlihat Hunter-hunter sedang mempertaruhkan nyawa untuk menghentikan laju monster yang sangat jelas hendak membunuh dan menghancurkan makhluk hidup apapun yang mereka jumpai.


°°°


Anna langsung berdiri dari tempat duduknya saat membaca informasi lokasi gerbang yang menyebabkan Dungeon Break.


Tempat itu, berada tidak jauh dari rumah ibunya. Terlebih lagi, gerbang Dungeon yang membawa para monster ke dunia manusia itu adalah gerbang yang sama seperti gerbang Dungeon pertama yang dimasukinya.


Anna menyadari, sepertinya guild Black Diamond yang memiliki hak atas Dungeon itu tidak menghancurkan pilar sihirnya.


Apa yang menjadi dugaannya memang benar. Sambil siaran itu terus ditayangkan, pembawa berita menyampaikan bahwa guild Black Diamond memang tidak menghancurkan pilar sihirnya dan menggunakan Dungeon itu sebagai tempat penyimpanan asset guild yang berupa kristal-kristal sihir.


Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa banyak guild yang telah ‘mengosongkan’ isi Dungeon, akan membuat Dungeon itu menjadi tempat penyimpanan asset yang mereka dapatkan dari menjarah isi Dungeon.


Energi sihir yang berasal barang-barang hasil jarahan dari sebuah Dungeon, akan jauh lebih aman apabila disimpan dalam Dungeon itu sendiri dibandingkan jika harus disimpan di sebuah tempat di dunia manusia.


Karena, jika energi sihir yang berasal dari benda hasil raid itu terlalu lama bersentuhan dengan manusia biasa, maka dampak yang akan diberikan pada manusia biasa akan menjadi sangat buruk untuk kesehatan mereka.


Jadi, guild biasanya tidak menutup gerbangnya jika itu berada di lokasi yang tidak mengganggu jalannya aktifitas manusia.


Namun, pilar sihir boleh tidak dihancurkan hanya jika boss Dungeon nya telah di bunuh.


Apabila boss nya masih hidup sampai batas waktu yang telah pilar sihir tentukan, maka monster lain akan bermunculan dan langsung pergi keluar dari gerbang.


Anna sudah lama tahu mengenai hal itu. Keluarganya yang memiliki banyak asset hasil raid sering bercerita saat sedang ada pertemuan keluarga.


Tahu letak kesalahan yang membuat terjadinya Dungeon Break, Anna menjadi gelisah hingga tanpa disadarinya, ia berjalan mondar-mandir di depan televisi sambil mengusap-usap keningnya.


Tzullu adalah boss dari Dungeon itu dan Anna tidak membunuhnya. Guild Black Diamond juga tidak menghancurkan pilarnya. Sudah jelas, maka Dungeon Break pasti terjadi.


Walaupun dia pergi ke dunia buatannya dan membunuh Tzullu sekarang, itu sudah sangat terlambat. Membunuh Tzullu saat ini, bukan berarti akan membuat gerbang itu tertutup kembali.


Dan lagi, Anna tidak akan mengambil pilihan itu.


“Ini adalah kecerobohan ku,” pikir Anna.


Dia kembali menatap layar televisi dan merekam tempat bertarungnya monster-monster dengan para Hunter dalam ingatannya. Ia harus berteleportasi kesana untuk dapat segera menyelesaikan kesalahan yang telah dilakukannya.


Untung saja belasan Dungeon lainnya, boss nya telah ia musnahkan. Jika tidak, mungkin akan ada beberapa Dungon Break lain jika pilarnya juga tidak dihancurkan.


Anna sudah merekam dengan jelas lokasi kejadian dalam ingatannya. Tapi, dia tidak mungkin muncul disana secara tiba-tiba.


Kamera yang berasal dari satelit pasti akan merekam kejadian itu secara real time dan masalah baru lain akan muncul nantinya.


Berurusan dengan manusia akan lebih rumit dibandingkan berurusan dengan monster.


Anna akhirnya pergi ke kamarnya untuk mengambil masker dan topi baseball yang biasa dipakainya sebagai penyamaran seperti biasa.


Anna kemudian mencari-cari benda yang dapat digunakannya sebagai pengganti senjata. Saat dia lewat di depan kitchen set, ia menimbang untuk menggunakan pisau dapur atau spatula sebagai senjata, namun dia membatalkan niatnya karena benda-benda itu sangat penting untuk memasak.


Akhirnya Anna melihat satu-satunya benda yang sangat cocok sebagai senjata. Stand Hanger tempat Gina biasa menggantung mantelnya.


Anna menurunkan semua mantel Gina yang berada disana dan melepas cabang-cabang tempat mantel ditautkan.


Setelah selesai melepas semua cabang yang dipasang di batang besi panjang itu, Anna memutar-mutar ‘tongkat’ ditangannya sambil tersenyum senang.


'Benda ini benar-benar cocok digunakan sebagai senjata.'


Anna kemudian menatap boneka plastik berbentuk kepala beruang di ujungnya, lalu teringat pada boneka beruang yang berada di sofa.


•••