
Dalam kesibukannya menghindari serangan-serangan tombak monster, Davina sempat melihat Zhen Ki yang tertangkap oleh Pterodactyl.
Tanpa memikirkan keselamatannya sendiri, Davina menerobos dua monster di hadapannya dan langsung melompat lalu menyerang leher Pterodactyl.
Stab... Stab... Stab...
Dengan belati di tangannya, Davina berusaha menusuk leher makhluk itu dengan sekuat tenaga.
Namun, ia terkejut ketika melihat hasilnya.
“Tidak mempan?”
Tidak mau menyerah, Davina menggigit salah satu belatinya dan meraih kaki Pterodactyl lalu dengan satu ayunan, ia melontarkan tubuhnya ke atas untuk kembali menyerang leher Pterodactyl dengan energi sihir yang lebih besar yang ia fokuskan pada belati lain yang masih berada di genggamannya.
Crassshhh!!!
Serangan itu berhasil.
Walaupun serangan Davina masih tidak bisa menggores kulit leher Pterodactyl sama sekali, namun energi sihir dari serangan itu cukup mengganggu makhluk tersebut dan ia melepaskan gigitannya pada pundak Zhen Ki, lalu terbang memutar di atas mereka.
Tubuh Zhen Ki jatuh berdebum di tanah, sementara Davina mendarat di sampingnya.
Namun, ancaman bahaya tidak berhenti sampai di situ. Monster berkulit merah muda yang tadi ditinggalkan Davina, langsung datang menghampiri mereka dan menebaskan tombaknya pada Zhen Ki.
Zhen Ki berusaha untuk menangkis serangan monster dengan pedangnya, namun kekuatannya tidak cukup untuk mengimbangi tenaga monster, hingga serangan monster mematahkan senjata Zhen Ki yang kemudian menembus menghantam tubuhnya.
Armor Zhen Ki langsung hancur seketika bagian batang tombak menghantam tubuhnya dan ia pun terpental jauh.
Setelah Zhen Ki terpental, monster itu merubah arah serangannya, menargetkan Davina.
Davina yang sudah tahu seberapa kuatnya monster, berusaha menghindar alih-alih menangkis serangannya. Ia berhasil menghindari serangan monster beberapa kali, lalu menyerang balik dengan sayatan-sayatan belatinya secara bertubi-tubi, saat melihat ada kesempatan.
Sat... sat... sat... sat... sat...
Namun, sama halnya seperti saat ia menyerang Pterodactyl tadi, tidak ada satu goresanpun berhasil ditinggalkan kedua belati Davina pada kulit monster.
Davina hanya bisa menelan ludahnya saat belatinya lagi-lagi tidak meninggalkan goresan apapun pada tubuh lawannya.
'Mereka benar-benar bukan lawan yang bisa ku hadapi.'
Karena terpaku pada kegagalan serangannya, Davina lengah. Pada saat itu Pterodactyl yang tadi masih terbang berputar di atasnya, berhasil menyambar tubuh Davina dan membawanya pergi.
°°°
Zhen Ki tergeletak dan sudah tidak dapat merasakan ada kekuatan lagi pada diri nya.
Hanya skill Gina yang tadi menyelamatkannya. Jika tidak, ia pasti sudah tewas.
Saat Zhen Ki hampir kehilangan kesadaran, ia sempat melihat sebuah tombak mengarah tepat ke kepalanya.
Buakkk!!!
Untungnya, Gus Stevin berhasil menangkis serangan monster bertubuh merah muda pada Zhen Ki.
Gina berlari mendekati Zhen Ki dan menyambar pergelangan tangannya, kemudian menariknya untuk menghindari serangan monster lain.
Dengan cepat Gina menyalurkan energi sihir nya pada Zhen Ki untuk segera menyembuhkannya.
“Zhen Ki!” teriak Gina, berusaha menyadarkan Zhen Ki yang tampak hendak kehilangan kesadaran.
Gina terus berteriak berulang kali dengan memanggil nama Hunter tersebut.
Terus-terusan di panggil seperti itu, Zhan Ki akhirnya membuka matanya lagi dan menatap pada Gina, dengan tatapan kosong.
Walaupun tubuhnya kembali pulih, namun mentalnya sepertinya sudah sangat terganggu.
“Zhen Ki!!!” teriak Gina dengan lebih nyaring sambil menepuk-nepuk sebelah pipi Zhen Ki.
“Y-ya, ketua?”
“Tetaplah sadar, ok?!”
“Y-ya... S-saya akan melakukannya.”
Zhen Ki belum sadar sepenuhnya saat Gina menggenggam pergelangan tangan pemuda itu dengan kuat. Sedetik kemudian, Zhen Ki merasa tubuhnya melayang di udara.
Gina menarik tangan Zhen Ki dengan gerakan berputar dan terus memutarkan tubuh Zhen Ki sampai beberapa putaran. Lalu, dengan seluruh kekuatan tersisa yang masih ia miliki, Gina melemparkan Zhen Ki ke dekat gerbang, sambil berteriak padanya.
“Lari dan selamatkan diri mu!”
°°°
Gina hanya bisa berharap pemuda itu bisa pergi dengan selamat keluar dari Dungeon pembawa petaka ini.
Gina kembali fokus pada rekan-rekannya yang lain. Tugasnya sendiri belum selesai. Anggota tim lainnya nampak sudah tidak mampu menahan gempuran monster bertubuh merah muda dan juga dua Ty-Rex.
Beberapa dari mereka bahkan sudah di bawa Pterodactyl terbang menjauh.
Pada saat itu, Gina sudah tidak bisa lagi menggunakan skill nya. Ia hampir kehabisan energi Mana dan juga sudah tidak memiliki mana potion yang tersisa.
Gina akhirnya duduk bersila di tempatnya, melepas helm di kepalanya, lalu meletakan helm tersebut di sampingnya.
Untungnya, di dekat Gina ada Gus Stevin yang berusaha melindungi dirinya dari serangan dua monster yang sepertinya tahu bahwa Gina sudah sangat lemah dan hendak menyerang gadis itu.
Gina kemudian memejamkan kedua matanya, lalu ia merentangkan kedua tangannya.
Sejak ia berada di peringkat SS, ia menyadari ada skill tersembunyi yang ia dapatkan, di luar 4 special skill yang ia miliki.
Skill itu dapat memberikan pertahanan maksimal untuk semua Hunter selama jangka waktu tertentu, yang seberapa lama waktunya sebenarnya belum ia ketahui karena belum pernah mencobanya.
Gina tidak berharap akan menggunakan skill tersebut, karena skill itu akan menguras habis seluruh energi Mana bahkan energi kehidupannya, yang artinya ia harus bertukar nyawa untuk melakukannya.
Namun, tak ada lagi pilihan lain saat ini. Hal itu adalah cara terbaik yang ia miliki untuk melindungi seluruh anggota tim yang masih tersisa.
Gina kini hanya bisa berharap, skill nya akan melindungi semua orang sampai Kevin Jung dan avatar Miyuki datang membantu.
Gina duduk diam seraya memfokuskan seluruh energi Mana yang tersisa untuk mengaktifkan sihir pamungkasnya. Tak lama berselang, asap hitam keluar dari seluruh pori-pori halus di wajahnya, juga melalui telapak tangan dan ubun-ubun di kepalanya.
Asap hitam itu terbang menuju semua Hunter yang masih berada di medan pertempuran lalu membungkus seluruh tubuh semua Hunter hingga mereka tidak merasakan sakit apapun lagi saat menerima pukulan bertubi-tubi dari monster bertubuh merah muda. Bahkan, luka-luka luar maupun luka dalam mereka kini telah pulih seluruhnya hanya dalam sekejap.
Hunter-hunter yang tadinya sudah berada di ambang kematian tiba-tiba mendapatkan kekuatan mereka kembali saat asap hitam menyatu dengan tubuh mereka.
Buff itu bahkan telah meningkatkan energi Mana mereka kembali.
Merasakan keajaiban tersebut, Hunter-hunter itu akhirnya menoleh ke arah sumber datangnya asap hitam, yang masih terus hinggap di sekitar tubuh mereka.
Mereka dapat melihat Gina yang dengan gigih berusaha mempertahankan hidup mereka, kini terlihat sangat buruk keadaannya.
Darah segar mengalir dari mulut, hidung dan telinganya. Bahkan, darah juga mulai mengalir keluar dari kedua sudut matanya yang terpejam.
Hunter-hunter itu akhirnya menyadari ada hal yang salah dari cara Gina menggunakan sihirnya.
Gus Stevin yang berada di dekat Gina dan sudah memiliki seluruh energi Mana nya lagi, langsung menggunakan special skill untuk melindungi seluruh area di mana dia dan Gina berada.
Di tambah dengan sihir yang Gina berikan padanya, Gus juga tidak terpengaruh oleh serangan makhluk bertubuh merah muda yang beberapa kali mengenainya.
Gus menatap takjub pada asap hitam yang melindunginya, "Buff macam apa ini? Sangat kuat. Tubuh ku bahkan tidak mempan di pukuli makhluk sekuat Hunter peringkat SS ini!"
Takjub dengan buff yang Gina berikan, Gus akhirnya menoleh ke belakangnya, pada Gina yang sedang duduk bersila di dekatnya.
Namun, ia sangat terkejut saat melihat keadaan Gina yang sudah sangat menyedihkan. Ia pun meninggalkan monster yang masih terus memukulinya dan berlari menghampiri Gina.
Gus hendak memeluk tubuh Gina untuk menghentikan gadis itu menggunakan sihir, namun ia ragu jika apa yang dilakukannya akan membuat sihir Gina batal dan akhirnya menjadi sia-sia dan malah membuat semua orang yang sedang Gina lindungi tewas.
Gus akhirnya hanya bisa duduk di hadapan Gina sembari melepaskan helmnya yang memiliki kamera, lalu meletakannya tepat di depan Gina dan mengarahkan kameranya pada gadis itu.
“Sialan, sampai harus seperti ini untuk menyelamatkan kami,” gumam Gus. Kedua matanya mulai basah saat ia tak tahu harus berbuat apa.
Semua Hunter yang melihat keadaan ketua guild yang rela mengorbankan dirinya sampai saat-saat terakhir seperti mendapatkan kekuatan yang lebih besar. Mereka akhirnya mengamuk dan menyerang monster-monster di hadapan mereka.
Hasilnya langsung terlihat.
Walaupun serangan-serangan yang mereka berikan tidak ada satupun yang dapat melukai lawan mereka, tapi serangan itu berhasil membuat lawan mereka menjadi kerepotan.
Gus Stevin yang masih belum beranjak dari hadapan Gina, terkejut saat melihat Gina tiba-tiba membuka kedua matanya.
Dengan tatapan sayu, kedua matanya yang merah penuh oleh darah, menatap Gus Stevin.
Gina memaksakan senyumnya pada teman masa kecilnya itu.
“Bawa mereka semua keluar dari Dungeon, atau setidaknya mendekatlah ke gerbang sebelum sihirnya hilang. Aku tidak memiliki banyak kekuatan lagi untuk tetap tersadar dan menggunakan sihir ku.” Ucap Gina dengan setengah bergumam.
Gina sudah mulai tidak bisa merasakan tubuhnya lagi.
Bahkan, ia kini mulai kehilangan kesadaran dan akhirnya jatuh terkulai di pelukan Gus Stevin, yang segera melompat menangkap tubuhnya yang sudah mulai dingin dan tak bernafas.
•••••••