Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 110 - Kevin Jung (3)


Setelah mendapatkan izin dari pengawas gerbang, Anna, Gina dan Kevin akhirnya masuk ke dalam Dungeon.


Kevin Jung mau tak mau mengikuti Anna masuk ke gerbang Dungeon tersebut. Selain karena ingin menyelidiki siapa sebenarnya gadis itu, dia juga masih belum ingin mati. Usia nya masih 35 tahun, belum menikah dan belum membangun kehidupannya dengan benar.


Sejauh ini, Kevin hanya bekerja di bawah perintah Asosiasi Hunter Australia. Bukannya karena ia tidak ingin berjalan di jalan yang diinginkannya sendiri, namun, Asosiasi telah menginvestasikan banyak hal padanya untuk membuatnya menjadi agen rahasia terbaik di wilayah Australia – Asia Tenggara, bahkan untuk bersaing di tingkat dunia.


°°°


Kevin menatap Anna yang sedang berbicara pada Gina dengan sangat akrab. Ia agak sedikit tidak yakin pada kepribadian asli si 'penjahat kecil' yang awalnya ia nilai sebagai orang berkepribadian dingin dan kejam, namun tampak hangat dan ceria saat gadis itu berbicara pada wanita muda yang telah memulihkan cideranya.


Kevin tidak tertarik pada kecantikan Anna. Hal itu juga sebenarnya membuat Anna sedikit heran karena baru pertama kali ia melihat seorang laki-laki tidak tertarik padanya saat bertatapan.


Bukan karena Anna memiliki usia yang terpaut jauh darinya. Namun, Kevin hanya tidak menyukai wanita kejam dan sadis walaupun dia adalah satu-satunya wanita yang tersisa di muka Bumi. Apalagi, wanita itu sejak awal memiliki gelagat yang mirip orang-orang jahat.


°°°


“Apa yang kau lamunkan?” tanya Anna saat melihat Kevin terus menatapnya hampir tak berkedip.


Tatapan itu bukanlah tatapan kagum, suka atau jatuh hati seperti yang biasanya Anna terima dari banyak pria. Itu adalah tatapan penuh selidik seperti yang pernah Anna dapatkan dari Ronald Stewart beberapa waktu yang lalu.


Kevin Jung menatap Anna tanpa ekspresi pasti di wajahnya. “Aku hanya ingin tahu, apa maksud mu membawa ku ke sini? Ini adalah Dungeon yang sudah di beli sebuah guild. Kita tidak memiliki hak untuk melakukan raid di sini kecuali guild tersebut meminta bantuan secara resmi.”


Kevin mengalihkan tatapannya pada Gina, lalu melanjutkan kata-katanya, “Dan Anda, nona. Bukankah Anda Hunter dari Asosiasi? Apa Anda tidak tahu kalau tindakan ini melanggar peraturan?”


“Kau Kevin Jung, kan?” Anna memotong pembicaraan. “Aku akan memanggil mu dengan nyaman mulai sekarang, Kevin."


Kevin mengerutkan keningnya, tidak mengerti maksud dari kata-kata Anna.


“Kevin, apakah kau adalah orang yang benar-benar menaati peraturan di atas segalanya?” tanya Anna. Dia menatap Kevin dengan wajahnya yang serius.


Pria itu diam agak lama sebelum menyeringai dan menjawabnya, “Anak muda, berapa umur mu? Ku rasa, kau masih belum mengetahui banyak hal di dunia Hunter. Aku tahu kau memiliki kekuatan yang lebih baik dari ku. Tapi, aku ingin mengingatkan mu. Ada banyak agen rahasia yang sekuat diri ku di dunia ini yang peringkat dan statusnya tidak di publikasikan kepada umum. Kau pikir, mereka akan membiarkan mu berkeliaran untuk melakukan raid ilegal seperti ini? Apa yang bisa kau lakukan ketika mereka menggabungkan kekuatan untuk menyergap mu?”


“Apa kau pernah dengar cerita tentang dungeon break besar yang menghancurkan semua negara di wilayah Asia Tenggara sebelas tahun lalu? Itu adalah dungeon break terburuk dengan monster-monster yang mustahil untuk dikalahkan. Tapi, dengan bersatunya semua Hunter di seluruh dunia, dungeon break pada akhirnya berhasil di atasi tak peduli berapa banyak Hunter yang berkorban dan berapa lama waktu yang di habiskan. Maksud perkataan ku ini...”


“Maksud mu, kau menyamakan aku dengan monster-monster yang membuat kekacauan di dunia kita?” potong Anna, bertanya balik.


Kevin terdiam. Ia tahu bahwa gadis itu memang tidak menyebabkan kekacauan di dunia manusia. Dia hanyalah penjahat yang melakukan raid ilegal di belasan Dungeon. Tapi, Kevin yakin bahwa gadis di hadapannya ini hanya belum melakukannya.


Manusia pada dasarnya memiliki sifat serakah yang terpendam di dalam hatinya. Mungkin saat ini dia belum melakukannya, tapi tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan orang yang memiliki kekuatan mengerikan seperti itu di masa yang akan datang. Tidak menutup kemungkinan Anna akan menjadi diktator dan menjajah umat manusia.


Kevin menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan melalui mulutnya.


“Aku bisa menebak, kau berbicara seperti itu seakan menuduh ku sebagai orang jahat karena sudah melakukan raid ilegal di belasan Dungeon, kan?” Anna melanjutkan saat melihat Kevin seperti tidak ingin menjawab pertanyaannya.


"..."


"Akan ku tunjukan sesuatu pada mu."


Setelah berbicara, Anna memegang lengan Gina dan menariknya untuk berada lebih dekat padanya.


Secara perlahan, Kevin dapat merasakan energi Mana mengalir keluar dari dalam cahaya keemasan itu. Semakin lama semakin kuat.


Semakin lama, membuat energi Mana yang berada di dalam tubuh Kevin bergejolak. Tubuhnya terasa panas.


'I-inikah energi sihir miliknya?'


Untuk pertama kalinya, Kevin dapat merasakan energi Mana yang terpancar keluar dari tubuh Anna. Kekuatannya sangat besar hingga memengaruhi seluruh indera dan energi sihir di dalam tubuh Kevin.


Pada saat itu, Kevin dapat merasakan gejolak aneh yang berasal dari dalam tubuhnya. Energi Mana di tubuhnya terasa panas seakan baru saja mendidih oleh panasnya api. Terlintas dalam pikirannya untuk menyerang dan membunuh Anna saat itu juga.


Pemikiran itu, ia tahu bukan dari kehendaknya namun dari energi sihir miliknya yang mengacaukan pikirannya sendiri.


Dengan usaha keras, Kevin berusaha menentang keinginan kuat yang muncul entah dari mana, namun ia merasa yakin bahwa keinginan membunuh itu bukan berasal dari dalam hatinya.


'Apa energi Mana ku ingin memengaruhi pikiran ku?!'


Tapi, semakin lama, Kevin semakin merasakan tekanan besar yang berasal dari aura keberadaan Anna. Ia bahkan dapat merasakan kekuatan yang sangat mengerikan dari gadis itu hingga membuat tubuhnya gemetar dan nafasnya menjadi tak beraturan.


‘Gila, kekuatan macam apa ini?!’


Kedua lutut Kevin tertekuk lalu ia jatuh tersungkur saat sudah tidak bisa lagi menahan tekanan dari energi sihir yang terasa sangat menekannya.


Namun, saat Kevin mendongakkan kepalanya untuk menatap Anna, ia melihat gadis itu mengulurkan salah satu tanganya.


“Kemarilah.” Pinta Anna.


Kevin yang merasa tertekan dengan kekuatan sihir di sekitarnya, mau tak mau meraih uluran tangan itu.


Setelah kulit mereka saling bersentuhan, Kevin dapat merasakan aura hangat yang secara perlahan menjalari seluruh tubuhnya.


Aura hangat yang tak pernah dirasakannya sebelumnya, terutama setelah ia menjadi seorang Hunter berperingkat SSS.


Setelah agak lama, Kevin dapat merasakan energi sihir gelap yang berasal dari seluruh penjuru Dungeon yang semakin lama semakin terasa sedang bergerak menuju ke arah mereka.


Kevin melirik pada Anna yang berada di sebelahnya, sementara Gina berada di sisi tubuh Anna yang lain.


“Kau merasakannya, kan? Inilah kekuatan semua Hunter dari sudut pandang ku.” Ucap Anna yang kemudian tersenyum pahit.


“A-apa maksud mu?”


“Tunggulah sampai semuanya selesai.”


Mendengar itu, Kevin Jung akhirnya diam. Walaupun dia merasakan perasaan yang tidak nyaman akibat adanya energi sihir gelap yang bergerak ke arah mereka, mau tak mau dia hanya bisa menunggu.


Beberapa menit kemudian, energi sihir yang sejak tadi mereka rasakan, semakin dekat. Sampai akhirnya Kevin dan Gina yang merasakan kekuatan besar itu mengetahui dan melihat bahwa energi sihir itu berasal dari ratusan pasukan High Orc yang datang secara bersamaan dari segala penjuru dan kini mengepung keberadaan ketiga Hunter itu.


•••